Palestine, emang Gue Pikirin?

Judul : Palestine, Emang Gue Pikirin?
Penulis : Shofwan Al-Banna
Penerbit : Proumedia – Yogyakarta.
Cetakan ke : II
Tahun Terbit : September 2006
Tebal Buku : xii + 308 halaman

Cover buku “Palestine, Emang Gue Pikirin?”

dakwatuna.com – Konflik Palestina-Israel, hingga kini belum berujung. Konflik yang bermula sejak berdirinya Negara (tidak sah) bernama Israel di tanah Palestina pada 14 Mei 1948 itu sampai kini belum berakhir. Bahkan, Sidang Umum tahunan PBB September lalu, seakan tak bermakna apa-apa bagi Palestina. Israel berhasil melobi Amerika sehingga Negeri Paman Sam itu menggunakan hak vetonya. Dan hingga kini, Palestina yang kita cintai tetap berada dalam cengkeraman Zionis Israel yang tidak tahu diri.

Berbagai makar dilakukan oleh kaum Zionis ini. Mereka menghalalkan bermacam cara demi ambisi mereka : menduduki Palestina dan mengubahnya menjadi Israel. Mereka berdalih beraneka rupa, mulai dalih agama sampai dalih sejarah. Mereka mengklaim bahwa Palestina adalah tanah yang dijanjikan oleh dewa-dewa mereka. Dalam segi sejarah, mereka mengatakan bahwa di Palestina terdapat peninggalan-peninggalan sejarah milik nenek moyang mereka yang berarti bahwa dahulu Zionis Israel pernah tinggal dan menetap di bumi Palestina.

Secara fakta, semuanya bohong. Kedua dalih tersebut hanyalah isapan jempol yang tidak terbukti. Ya. Israel kehabisan cara karena hampir semua negara pernah menolak keberadaan warga zionis untuk tinggal di dalamnya. Mulai dari Italia, Spanyol, Jerman, Rusia, bahkan Amerika, pada zaman dahulu pernah mengusir bangsa kera ini. Hal ini terjadi karena sikap Zionis Israel yang selalu merasa super. Mereka mengklaim bahwa mereka adalah kaum terbaik. Sehingga, mereka merasa layak menghuni bumi ini sendirian. Sedangkan selain mereka, tidaklah layak menghuni bumi ini. Ya. Mereka menghendaki ‘hengkangnya’ kita dari bumi ini. Dalam kamus mereka : Bumi ini hanya milik golongan kami.

Adalah wajar bagi Bangsa Palestina untuk membela diri. Bagaimanapun, penjajahan haruslah dihapuskan. Maka perlawanan demi perlawanan digalakkan oleh warga Palestina untuk mengusir Zionis dari tanah suci mereka. Mulai dari perang dengan bersenjatakan batu  (intifadhah ), dengan bom Molotov, bom mobil, hingga jalur diplomasi tidak luput dilakukan oleh warga Palestina dan pemerintahan Palestina yang mendambakan kemerdekaan. Meskipun, hingga kini belum berhasil. Palestina tetap dalam cengkeraman penjajahan zionis yang keji.

Mereka melakukan berbagai cara pembantaian dan pembunuhan terhadap warga Palestina. Di manapaun dan kapan pun. Mulai dari pembantaian massal, meratakan sebuah perkampungan dengan tanah untuk kemudian dibangun pemukiman yahudi, membunuh warga yang tengah khusyu’ melakukan shalat subuh, sampai para pengungsi pun dibasmi, termasuk di dalamnya bayi  dalam kandungan, anak-anak balita yang tak berdosa, pelajar, kaum ibu-ibu, pun para jompo, semuanya dibasmi oleh Zionis jika label mereka ‘Warga Palestina’.

Dunia Islam pun diam. Mereka tidak bisa berkutik. Hanya mengecam dan mengancam. Belum ada upaya pasti dari pemimpin negeri mayoritas muslim untuk membantu Palestina secara sungguh-sungguh.

Apalagi dunia internasional. PBB dan Amerika sengaja diam. Karena mereka termasuk dalang di balik perang ini. Lihat saja sebuah statistik, Amerika secara rutin mengguyurkan dananya sebesar 620an juta dolar per tahun kepada Israel untuk memerangi warga Palestina. Belum lagi dana terselubung dari penjualan produk-produk Zionis dan Amerika yang bertebaran di seluruh penjuru dunia.

Dukungan Amerika terhadap yahudi adalah keniscayaan. Karena kejayaan (semu) mereka adalah hasil dari sokongan warga-warga Zionis Yahudi di balik layar. Ya, singkatnya : Dunia berada dalam cengkeraman keji Zionis Yahudi. Na’udzubillah.

Meski diteror dengan beraneka rupa pembantaian dan pembunuhan, warga Palestina tidaklah menyerah. Bahkan, mereka merasa bangga ketika bisa syahid saat melawan penjajah zionis. Mereka yakin bahwa kematian mereka adalah sarana untuk menebus surga yang Allah janjikan kepada siapa saja yang berjihad di jalan Allah. Warga Palestina, dengan segala keterbatasannya membuat kita belajar tentang makna pengorbanan yang sesungguhnya. Berkorban atas nama bangsa, berkorban atas nama agama Islam, meski dengan nyawa yang mereka miliki.

Paparan di atas adalah sekilas mengenai konflik Palestina-Israel yang belum juga berujung. Paparan ini, bisa pembaca lihat lebih lanjut dalam buku bertajuk “ Palestina Emang Gue Pikirin.” Buku yang ditulis dua jilid ( side A dan side B ) dalam satu buku ( bolak balik ) terbitan Proumedia- Yogyakarta – merupakan sebuah buku yang sangat disayangkan untuk dilewatkan oleh siapa pun yang merasa peduli dengan saudaranya. Entah saudara sesama muslim, pun saudara sesama umat manusia. Pasalnya, pembantaian Zionis terhadap warga Palestina tidak berhenti pada pembunuhan warga muslim, melainkan juga warga nasrani. Bangunan yang diratakan dengan tanah pun, bukan hanya masjid melainkan juga gereja. Zionis, bukan hanya musuh Islam. Mereka adalah mush kemanusiaan.

Yang membuat menarik dari buku ini adalah kemasan yang ‘ciamik’. Sajian dengan bahasa gaul, bentuknya yang sedang dan covernya yang ‘jihadi’ membuat buku ini tidak kehilangan makna ilmiahnya karena dilengkapi dengan data-data akurat seputar kebengisan Zionis.

Pembaca akan juga mendapatkan sebuah gambaran lengkap terkait sejarah Palestina dari awal. Termasuk jenis-jenis perlawanan rakyat Palestina, hingga sejarah para Penyelamat Palestina seperti Umar bin Khattab dan legendaris Shalahuddin Al Ayyubi. Pembaca juga akan disajikan sebuah suguhan bergelora tentang syahidnya para Pejuang Palestina. Sebut saja  Imaduddin Zanki, Imad Aqil, Syeikh Izzudin Al Qosam, Sang Insinyur Yahya Ayyash, hingga siswi SMA bernama Akhyat Akhras yang mengorbankan nyawanya demi Palestina, sementara calon suaminya sudah menunggunya di hari perkawinan keduanya. Serta pejuang-pejuang lain yang bangga ketika peluru Zionis berhasil bersarang dan melukai tubuh-tubuh mereka.

Buku ini juga menyajikan bermacam pembantaian yang dilakukan oleh Zionis, hingga produk-produk Amerika yang terbiasa dikonsumsi  oleh umat Islam Indonesia yang muaranya adalah dana perang untuk Israel melawan Palestina. Buku ini benar-benar membuka cakrawala berpikir kita sehingga kita tidak mudah mengekori opini publik yang cenderung ‘kontra’ Palestina dan Islam.

Dalam buku ini, diterangkan pula perbedaan antara Zionis sebagai Ideologi, Israel sebagai sebuah negara ( tidak syah ) dan Yahudi sebagai induk dari keduanya. Karena kebanyakan kita tidak tahu dan menyamakan ketiganya. Padahal, ketiganya serupa, tapi tidaklah sama.

Bagian akhir dari buku ini merupakan sebuah langkah pasti  yang tidak hanya bicara. Penulis – Shofwan Al Banna – benar- benar mengajak kita untuk tidak hanya berpangku tangan. Agar kita tidak hanya diam, apalagi sekedar bertepuk tangan ketika melihat saudara-saudara kita dihujani peluru dan bom. Lebih jauh, penulis benar-benar menyajikan langkah-langkah pasti bagi kita untuk memberikan apa yang kita punya demi tegaknya Palestina Merdeka. Ada langkah-langkah praktis seperti Persiapan diri, Penyebaran informasi, Mendukung ormas Pro Palestina, hingga sumbangan dan darah demi tegaknya Al Aqsha dan Palestina dalam naungan keadilan Islam.

Akhirnya, buku ini sangatlah disayangkan jika tidak di baca oleh siapa saja yang merasa peduli Al Aqsha, Palestina, Islam dan Dunia. Karena Dunia ini, nampak lebih indah tanpa adanya Zionis yang keji.

Sebagi sebuah karya tulis, tentunya buku ini tidaklah luput dari kekurangan. Kekurangan pertama adalah kurang tebalnya buku ini, sehingga pembaca merasa kurang puas untuk menelusuri lebih jauh tentang kelanjutan konflik yang tak kunjung usai ini. Jika saja ditulis buku kedua, bisa jadi akan lebih seru dan komprehensif. Kekurangan kedua, pada buku ini ada beberapa cetakan yang perekatnya kurang lekat, sehingga halamannya berguguran ketika dibalik menuju halaman berikutnya. Jika yang berguguran adalah tentara Zionis, tentunya itu yang kita harapkan.

Akhir kata, saya sangat menikmati buku ini karena paduan antara keilmiahan dan kekocakan Penulisnya. Salah satu contohnya adalah sebuah pertanyaan retoris dalam buku ini. Ketika penulis bertanya, “ Mengapa Israel Berdiri?” tentunya, kita akan mengkreasi beraneka jawab untuk menjawab pertanyaan tersebut. Tapi dengan kecerdasan penulis, ia menjawab santai, “ Israel berdiri bukan karena bisulan atau karena tidak kebagian tempat duduk ….  Hehehehe.”

Selamat membaca, semoga berkah.

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2011/10/15628/palestine-emang-gue-pikirin/#ixzz1bbBtAvZz

Al-Quds dan Masjid Al-Aqsha dalam Bahaya! Mengapa kita tidak Mendoakannya?

Laporan informasi soal politik pembangunan pemukiman Israel, yahudisasi Al-Quds dan masjid Al-Aqsha

Sejak lama bahaya yang dihadapi Al-Quds dan masjid Al-Aqsha seperti genderan perang. Pada saat bangsa Arab dan umat Islam bermalas-malasan menghadang bahaya Israel ini, penjajah Israel semakin meningkatkan aktivitasnya meyahudikan kota suci ini terang-terangan. Di tengah kondisi menghadapi rencana Israel yang ingin menjadikan tahun 2010 penentuan membangun kuil Solomin di bawah puing-puing masjid Al-Aqsha, kami menyampaikan kepada mereka yang peduli di kalangan media massa laporan ini agar mengetahui gambaran bahaya yang mengancam Al-Quds dan masjid Al-Aqsha. Sebab media sekarang menjadi inti pertempuran sehingga mereka memiliki peran dalam membela Al-Quds dan masjid Al-Aqsha.

Berikut laporan tersebut:

·         Selama 40 tahun lebih dari 24 ribu rumah dan bangunan dihancurkan dan lebih dari 60 ribu unit pemukiman Israel dibangun.

·         Meski ketegangan realisasi rencana penggalian terowogan Israel di bawah masjid Al-Aqsha sudah sejak tahun 1863 dan aktivitasnya penggaliannya sejak tahun 1967, namun aktivitas itu meningkat sejak awal abad 21 ini. Tapi saat ini akibat penggalian itu sangat krusial dan tidak boleh didiamkan.

·         Tujuan penggalian Israel dan pembangunan terowongan di bawah masjid Al-Aqsha dan sekitarnya adalah dalam rangka mencari bangunan mitos kuil Solomon.

·         Israel menanam pemukiman di perkampungan-perkampungan Islam dengan cara menyita tanah mereka dan membangun pemukiman atau dengan cara menghancurkan rumah-rumah.

·         Wali kota Israel di Jerusalem dari kanan ekstrim Neer Barakat dalam kampanye pemilihan wali kota menggunakan jargon “memerangi pembangunan warga Palestina yang tanpa izin di Al-Quds ,”

·         Sejumlah resolusi DK PBB dan PBB nya sendiri, termasuk dari UNESCO untuk menghentikan penggalian di bawah masjid namun pemerintah penjajah tidak meresponnya dan terus menerapkan rencana Israel hingga tiang-tiang masjid runtuh.

·         Di kuartal pertama tahun 2009, termasuk eskalasi paling tinggi dalam aksi pembongkaran dan penggusuran rumah warga Palestina di Al-Quds dan ancaman penghancuran rumah lainnya.

·         Israel berusaha menjadikan tahun 2010 sebagai tahun penentu pembangunan kuil Solomon ke-III  di bawah reruntuhan masjid Al-Aqsha. Ada sejumlah organisasi zionis berusaha meletakkan batu pertama kuil itu pada 16 Maret ini setelah diresmikan pembukaan sinagog Haroob pada 15 Maret sehari sebelumnya. Apakah kita siap menjaga Al-Aqsha???

Mukadimah

Di tengah bungkamnya dunia Arab dan Islam, persetujuan dunia kepada Israel, berlanjutnya Israel dalam rencana jahatnya mencaplok utuh Al-Quds, membersihkan symbol-simbol keislaman dari sana, mengusir warga hingga menggali terowongan di bawah masjid, kami menegaskan bahwa bahaya yang dihadapi Al-Quds seperti genderan perang.

Melalui laporan ini, kami ingin focus kepada bahaya Israel yang terus berlanjut terhadap kota Al-Quds dan masjid Aqsha. Kami sampaikan realitas-realitas sejarah tentang kejahatan Israel di tempat-tempat suci Islam di Al-Quds. Bahkan manusia dan batu pun tidak selamat dari bahaya ini.

Pertama; masjid Al-Aqsha dalam bidikan zionis Israel

1.       Kekerasan terhadap masjid Al-Aqsha

2.       Penggalian di sekitar masjid Al-Aqsha

3.       Kelompok ekstrim zionis yahudi untuk penghancuran masjid Al-Aqsha

Kedua; kota Al-Quds di bawah permusuhan zionis Israel

1.       Pemukiman dan kekerasan zionis Israel

2.       Warga Al-Quds, antara rumah tinggalnya dengan pengusiran

3.       Tembok pemisah rasial Israel

Ketiga; Keputusan dan rencana historis;

1.       Rencana historis penting

2.       Keputusan yahudisasi

3.       Resolusi dunia internasional.

Pertama; masjid Al-Aqsha dalam bidikan zionis Israel

Masjid Al-Aqsha yang dimaksud adalah komplek tertutup yang terletak di dalam pagar-pagar Al-Quds di sisi timurnya. Pagar-pagar bagian timur Al-Aqsha bersatu dengan pagar-pagar kota Al-Quds dan pagar bagian selatannya lebih panjang dari separuhnya di sebelah timur. Masjid ini berbentuk segiempat yang tidak simetris. Sisi barat sepanjang 491 M dan sisi timur 462 M, sisi selatan 281 M dan sisi utara 330 M.

Allah menjaga batas-batas masjid Al-Aqsha. Tak seorang pun melanggarnya. Sepanjang sejarah kaum muslimin baik di pemerintahan Ayyubiah dan Mamalik memperkuat batas-batas masjid. Mereka membangun pagar-pagar sebelah utara dan barat dan tiang tinggi serta sekolah-sekolah dan bangunan besar.

Namun sejak menjejakkan kakinya di tanah Palestina, penjajah Israel mulai melancarkan rencananya mencari mitos kuil Solomon dengan cara melakukan sejumlah kejahatan terhadap kehormatan masjid Al-Aqsha dan terhadap jamaah shalat, melakukan panggalian secara terorganisir di sekitar masjid, membangun terowongan-terowongan panjang untuk membangun mesium di bawah masjid.

Berikut rinciannya:

1.       Kejahatan-kejahatan terhadap masjid Al-Aqsha

 Hari ini masjid Al-Aqsha mengalami masa paling krusial akibat rencana jahat Israel yang ingin meyahudikanya, mengubah tanda-tandanya hingga menghancurkannya. Dalam menerapkan rencana itu, Israel tidak pernah istirahat meski sehari. Berikut pelanggaran paling besar yang dilakukan Israel terhadap masjid Al-Aqsha:

16/7/1948: warga yahudi menyerang masjid Al-Aqsha. Melalui pesawat tempurnya, mereka mengebom masjid dengan 60 bom salah satunya mengenai kubah Shokhroh dan lainnya mengenai masjid utama Al-Aqsha.

7/6/1967: Pasukan Israel memasang dan mengibarkan bendera di atas kubah Shakrah dan saat itu tembok Al-Barraq diambil alih.

15/8/1967: Rabi terbesar di pasukan Israel Shalomo Garon dan 50 pengikutnya melakukan ritual di halaman masjid Al-Aqsha.

21/8/1969: Seorang Yahudi Australia membakar mimbar Shalahuddin. Bagian masjid terbakar akibat ulah ini seluas 1500 M2.

22/7/1970: Sekelompok yahudi memasuki masjid Al-Aqsha dan menyanyikan lagu-lagu seruan menghancurkan masjid Al-Aqsha.

Mei 1980: Ditemukan bahan peledak jenis TNT seberat lebih dari 1 ton dekat masjid yang disiapkan oleh rabi yahudi Meir Kahana untuk menghancurkan masjid Al-Aqsha.

24/2/1982: polisi Israel memperkenankan sejumlah anggota parlemen Israel Knesset melakukan lawatan di dalam masjid Al-Aqsha.

11/4/1982: Seorang serdadu Israel menembaki penjaga masjid. Dua dari mereka gugur syahid kemudian disusul bentrokan dengan warga Palestina yang menyebabkan Sembilan warga meninggal syahid.

6/5/1982: Penembakan terhadap kubah Shakrah. Di tahun yang sama, seorang aktivis gerakan Kakha Israel berusaha menghancurkan masjid Al-Aqsha namun upaya itu tercium sebelum dilakukan.

11/3/1983: Penjaga-penjaga Al-Aqsha menangkap seorang warga yahudi membawa bahan peledak untuk menyerang masjid Al-Aqsha.

30/1/1984: tiga granat ditemukan di depan sebuah gerbang masjid Al-Aqsha. Awal Agustus tahun yang sama, penjaga masjid Al-Aqsha menangkap sejumlah warga yahudi yang siap menghancurkan masjid Al-Aqsha.

8/10/1990: Pasukan Israel membantai 20 warga Palestina dan melukai 115 lainnya di dalam masjid Al-Aqsha.

23/9/1996: Warga Palestina Al-Quds menemukan Israel membangun sebuah terowongan di bawah pagar masjid Al-Aqsha sebelah barat. Warga memprotes keras dan Israel membalas dengan kekerasan hingga delapan warga Palestina gugur syahid.

28/9/2000: PM Israel Ariel Sharon menistakan masjid Al-Aqsha dengan memasukinya dengan dikawal polisi. Maka meletuslah Intifadhah Al-Aqsha. (bersambung)

23/2/2005: Pemerintah penjajah Israel meminta dana untuk rencana keamanan pengawasan masjid Al-Aqsha dengan kamera. Dua bulan kemudian langsung direalisasi.

13/6/2006: PM Israel Ehud Olmert menegaskan, bukit kuil di bawah masjid Al-Aqsha tidak bisa dirundingkan lagi dan itu mutlak milik Israel.

1/9/2006: Pemerintah daerah penjajah Israel di Al-Quds mengumumkan halaman masjid Al-Aqsha milik umum, bukan umat Islam saja.

5/4/2009: Pemerintah penjajah Israel menyita batu bersejarah peninggalan istana Umawi yang melekat pada pagar selatan masjid Al-Aqsha. Israel mengklaim itu batu II kuil Solomon.

14/4/2009: Puluhan pemukim Yahudi menyerbu halaman Al-Aqsha untuk melakukan ritual ibadah pada hari Paskah Yahudi dari arah gerbang Magharibah. Jumlah mereka sekitar 140 yahudi ekstrim.

27/8/2009: Organisasi yahudi Eash Hatorat mengumumkan peresmian pembukaan mesium sejarah yahudi di kampung yahudi dekat tembok Barraq (ratapan). Di sana ada patung kuil bergerak terbesar di dunia.
Penggalian di Sekitar Masjid Al-AqshaSejak lama Israel melakukan penggalian di bawah masjid Al-Aqsha untuk membangun terowongan-terowongan yang sangat banyak. Semakin lama semakin membahayakan masjid suci itu. Di dalam terowongan itu Israel membangun proyek kota wisata yahudi bawah tanah.Tindakan Israel ini hanya pencurian peninggalan-peninggalan bersejarah di Al-Quds.

Sejak menjajah kota Al-Quds, mafia zionis merencanakan untuk mewujudkan untuk mengembalikan ritual mereka kepada kuil Solomon dan mendirikan kerajaan mereka di kota suci itu. Penggalian di bawah tanah dimulai sejak tahun 1967 di bawah dua tembok sisi barat dan sisi selatan masjid Al-Aqsha. Penggalian seluas 10 hektar ini kemudian berlanjut terus yang dibawah pengawasan dinas peninggalan di Universitas Israel.

Sejak saat itu meski penolakan keras dilakukan, penggalian terus dilakukan dengan gencara. Namun sampai sekarang mereka tidak menemukan bukti fisik satupun tentang adanya kuil mitos mereka. Tindakan penggalian di bawah masjid Al-Aqsha hanya legitimasi ideology untuk mengklaim mereka berhak terhadap tanah Palestina.

Berikut kronologi penggalian Israel di sekitar masjid Al-Aqsha:

Penggalian Israel di sekitar masjid Al-Aqsha dan dibawahnya dimulai sejak 11 Juni 1967 sepanjang 70 meter hingga kedalaman 14 meter. Justru ditemukan peninggalan Islam dari masa pemerintahan Bani Umaiyah di bawah masjid Al-Aqsha.

Tahun 1969 Israel menggali sedalam 80 meter melanjutkan pengalian pertama ke arah hingga ke gerbang Maghariba melewati di bawahnya bangunan tua peninggalan Islam. Mereka memecahkannya kemudian mereka gali oleh pasukan pendudukan Israel pada tahun yang sama.
Penggalian dimulai lagi tahun 1970 berhenti pada tahun 1974, kemudian dilanjutkan pada tahun 1975 sampai akhir 1988, dengan panjang 400 meter melewati bagian bawah lima pintu gerbang masjid Al-Aqsha.
15/2/2004: runtuhnya bagian dari jalan antara halaman Al-Buraq dan gerbang Maghariba akibat penggalian.
28/9/2005: pemerintah penjajah Israel membuka secara resmi lokasi wisata di terowongan-terowongan di bawah Masjid Al-Aqsa.
13/3/2006: Pembukaan sinagog di bawah  ruang Pengadilan Islam yang menempel dengan Masjid al-Aqsha di bawah perlindungan mantan Presiden entitas Zionis Moshe Katsav.
12/10/2008: lembaga “Ateret Cohanim” untuk membangun permukiman Zionis membuka upacara pembukaan untuk daerah sinagog lebih 300 meter persegi di area kolam Ain, seratus meter bagian barat gerbang Muthaharah di pagar Masjid Al Aqsha.

3. Lembaga-lembaga Zionis Penghancuran Masjid Al-Aqsa 
Ada banyak lembaga Zionis yang didirikan dengan tujuan untuk menghancurkan Masjid Al-Aqsa. Jumlahnya hingga puluhan. Namun paling besar adalah: Gush Emunim, Hayy Vakiam, Hatehiyah, Amanat Kuil, Kach, Kahane Hai, Hashomonaiim, Betar, Siauri Tozion, Kuil Yerusalem, dan lainnya

Kedua: kota Al-Quds di Bawah Injakan Agresi Zionis Israel : 
1. Pemukiman dan Tindakan Permusuhan Zionis Israel:
Kota Al-Quds hari ini terancam bahaya banyak dan beragam. Ancaman permukiman di kota itu merupakan paling berbahaya. Tujuan akhirnya adalah menjadikan Al-Quds (Yerusalem) sebagai ibukota Yahudi yang dihuni oleh mayoritas mutlak Yahudi dengan minoritas Palestina yang mampu dikontrol.
Untuk mencapai tujuan ini, pendudukan bekerja pada dua garis paralel adalah:
A. Peningkatan jumlah penduduk Yahudi: melalui penggemukan permukiman yang ada dan pembangunan permukiman dan pos-pos pemukiman baru di seluruh kota dan di bagian timur pada khususnya.

B. Mengurangi jumlah penduduk Palestina: dengan berbagai cara, terutama:
Akuisisi perkampungan: Ada beberapa perkampungan Palestina yang besar yang berada di daerah ramai di dalam kota Yerusalem dimana Israel tidak mampu menghabisinya melalui tembok pemisah karena perkampungan itu terletak di jantung kota. Oleh karena itu, Israel membangun pos-pos di perkampungan kemudian membangun pemukiman Yahudi, atau melalui penghancuran rumah dan perpindahan penduduk untuk menempatkan penghuni yahudi rumah penduduk Palestina.

Berikut kronologi operasi pembangunan permukiman Israel:
14/6/1969: Pasukan pendudukan Israel menghancurkan 14 bangunan bersejarah di Yerusalem.
20/6/1969: Pasukan pendudukan Israel menyita 17 bangunan historis Islam.
Agustus 1970: Pemerintah penjajah Israel menyita tanah yanga terletak di sekitar kota Yerusalem dan desa-desa.
1970: pembangunan pemukiman yahudi “Kfar Evri”.

1972: sebagian pemukim Yahudi agamis mengklaim kepemilikan tanah di Sheikh Jarrah yang terletak di sisi barat dan membawa masalah ini ke pengadilan Israel.

1985: Israel mengklaim kepemilikan hotel Shepard, terletak di bagian utara kampong Shekkh Jarrah. Asal-usul hotel itu adalah milik Haj Amin Husseini, mufti Yerusalem dan Presiden Agung Dewan Islam di era pendudukan Inggris. Namun menurut hukum Absentee Properti di pemerintah Israel sebagai dianggap milik Absentee Properti (meskipun ahli waris Haji Amin al-Husseini lahir di Yerusalem dan tidak pergi dari sana baik pada tahun 1948 maupun di 1967). Israel mengeluarkan perintah membongkar tempat tersebut dan daerah sekitarnya untuk didirikan 90 unit rumah tinggal. Namun perintah penghancuran belum dilaksanakan bahkan sampai hari ini.
22/6/1998: pemerintah Israel, dipimpin oleh Netanyahu, memutuskan untuk memperluas batas-batas administrasi kota Yerusalem dan memasukkan pemukiman terdekat ke kota Jerusalem .
1998: Departemen Dalam Negeri Zionis melakukan penarikan kartu identitas warga Al-Quds sebanyak 788 sebuah prosedur berkala yang dilakukan oleh Israel untuk mengusir warga Palestina di Al-Quds (Jerusalem).
15/1/2000: Perusahaan listrik Israel melakukan penggalian di pemakaman Makmanullah, yang merupakan salah satu kuburan Muslim terbesar di Jerusalem (Al-Quds) di sisi lain jalan utama yang menyebabkan tulang orang mati tersebar di permukaan. Israel berdalih pemasangan kabel listrik di dalam tanah. Sebagian area kuburan ini sudah digunakan Israel sebagai Kantor Departemen Perdagangan dan Industri Israel.
11/11/2004: Seorang insinyur pemerintah kota Israel di Jerusalem Uri Shitrit mengeluarkan keputusan keputusan menghancurkan semua bangunan di kampong Al-Bustan untuk mendukung pembangunan taman arkeologi terhubung ke kota Raja Daud (Dokumen no 1). Pada awal tahun 2005 mulai pelaksanaan perintah ini dan warga Palestina mulai menerima surat perintah pembongkaran dan surat dakwaan dengan pasal pembangunan tanpa izin. Selama satu tahun itu pemerintah kota Israel telah membongkar dua rumah di sana.
4/3/2006: sejumlah pemukim yahudi menyerang sebuah pemakaman Kristen di Yerusalem, dan menuliskan di atas beberapa kuburan “Matilah Arab.”
15/8/2006: penggalian yang dilakukan oleh asosiasi pemukiman Israel Elad menyebakan retakan dan pecah pada dinding masjid Ain Silwan dan bangunan sekolah taman kanak-kanak Muslim di sana.

6/2/2007: buldoser Israel mulai menghapus pintu gerbang masjid Al-Magharibah.
29/5/2007: Menteri Keamanan Internal Israel memutuskan mencegah warga Palestina di Jerusalem untuk menguburkan jenazah mereka di bagian pemakaman berdekatan dengan Baburrahmah masjid al-Aqsa.

2008: Jumlah Palestina di Yerusalem, sekitar dua ratus and sixty ribu, dibandingkan dengan enam hundred and fifty thousand pemukim Yahudi.
1/2/2009: runtuhnya sebuah sekolah di Yerusalem karena penggalian, sehingga luka menjadi 17 siswa.
4/3/2009: mengungkapkan, “Al-Aqsa Foundation untuk berhenti dan Warisan”, yang berbasis di Umm al-Fahm, penentuan pendudukan wewenang dan cabang-cabangnya, terowongan menggali eksekutif dua tanah baru, satu panjang 56 meter dan yang lainnya dan panjang 22 meter untuk menghubungkan (Hons hidup) Palestina Kota Lama Yerusalem , dan Buraq Square, sebelah barat Masjid Al-Aqsa. (bersambung) (bn-bysr)

Berita dari Forum Lingkar Pena Bandung

Terhadap penyerangan kapal bantuan kemanusiaan dan penjajahan yang dilakukan oleh Israel, banyak sudah pihak-pihak yang menyatakan solidaritas untuk Palestina. Di berbagai belahan dunia, orang-orang berkumpul menyatakan dukungan kepada Palestina. Begitu juga dengan FLP Bandung, ada keinginan mengajak berbagai pihak untuk menyatakan kepedulian kepada Palestina. Ada keinginan untuk berkontribusi dalam solidaritas, meski sekecil apapun. Maka tercetuslah ide tentang “Sebait Cinta untuk Palestina”. Sebuah gerakan solidaritas untuk menunjukkan kepedulian terhadap nilai kemanusiaan yang kini dicederai. Sebuah usaha untuk menunjukkan cinta kepada saudara-saudara kita, meski hanya melalui “sebait cinta”. Berikut ini laporan kegiatan yang telah dilakukan (termasuk ketika ide ini berkembang menjadi “Gerakan Sebait Cinta untuk Palestina”.

Sebuah gerakan bersama antara FLP Bandung, FSLDK Bandung Raya, BEM Bandung Raya, PSR, dan KAMMI Daerah Bandung): 1. Aksi Nyata di Dunia Maya Sejak Rabu, 2 Juni 2010, saat ide tentang “Sebait Cinta untuk Palestina” disosialisasikan, sejak itu juga kami secara resmi mengajak semua pihak untuk menunjukkan solidaritas kepada rakyat Palestina. Kegiatan ini dilakukan dengan membuat karya (puisi, cerpen, atau esai) yang menunjukkan solidaritas. Aksi ini juga dilakukan dengan meng-update status situs jejaring sosial yang dimiliki. 2. Kamisan FLP Bandung Bertajuk “Palestina dalam Puisi” Pada Kamis, 3 Juni 2010, jam 16.00-18.00, hadir M. Irfan Hidayatullah sebagai pembicara. Acara yang bertempat di Selasar Masjid Salman ini, membahas puisi “Cinta Tetap Tumbuh” (Kurnia Effendi), “Darah Meluap” (Ali Ahmad Sa’id), “Di Bahtera Marmara” (Nurul M. Sisilia), “Fasyhad” (Teny Indah Susanti), “Nakbah 1948” dan “Sabra dan Sathila” (Irfan Hidayatullah).

Ulasan lebih lengkap tentang Kamisan kali ini, bisa didapat di http://forumlingkarpena.net/ Pada kamisan kali ini juga diadakan penggalangan dana untuk solidaritas Palestina. Dana akan dikumpulkan kepada Bendahara FLP Pusat, untuk selanjutnya disalurkan melalui KNRP, KISPA, atau MER-C. Dana yang terkumpul sebesar Rp. 150.000 3. Aksi Puitik: 606 Puisi untuk Palestina (selanjutnya berkembang menjadi “Gerakan Sebait Cinta untuk Palestina”) Kami sadar bahwa banyak pihak yang peduli terhadap Palestina. Maka pada Kamis, 3 Juni 2010, jam 20.00, kami mengajak sahabat-sahabat di FSLDK Bandung Raya, BEM Bandung Raya, PSR, dan KAMMI Daerah Bandung untuk berkordinasi. Berawal dari pemahaman yang sama tentang perlunya menunjukkan solidaritas kepada Palestina, maka tiap perwakilan elemen menyatakan setuju untuk mengadakan sebuah aksi puitik. Aksi puitik ini akan dilaksanakan pada 6 Juni 2010. Kami sepakat menyebutnya sebagai “Gerakan Sebait Cinta untuk Palestina”. Sabtu, 5 Juni 2010, kami mengadakan koordinasi untuk kedua kalinya. Ajakan untuk bergabung disampaikan secara terbuka, siapapun diharapkan bergabung. Kami menambahkan beberapa konsep kegiatan dan membahas berbagai persiapan teknis. Minggu, 6 Juni 2010, jam 08.00, peserta “Gerakan Sebait Cinta untuk Palestina” mulai bergerak menempuh rute BCA Dago – Dipati Ukur – Simpang Dago -Taman Cikapayang.

Berikut ini kegiatan yang kami lakukan: a.

“Gema Palestina di Kota Bandung” Kegiatan ini berupa pembacaan puisi sepanjang rute perjalanan yang ditempuh. Sebagian besar puisi yang dibacakan adalah puisi hasil partisipasi publik, yang terkumpul melalui gueleader@gmail.com. Kami juga membagikan leaflet yang berisi tips sederhana untuk menunjukkan solidaritas kepada Palestina.

b.“Palestina di Atas 450m2 Kain Putih” Kegiatan ini mengajak masyarakat menyampaikan rasa simpati kepada Palestina. Masyarakat yang hadir beramai-ramai memberikan dukungan dalam bentuk puisi dan kreatifitas lainnya di atas kain putih seluas 450m2.

c. Orasi Orasi disampaikan oleh perwakilan dari tiap eleman: FLP Bandung, FSLDK Bandung Raya, BEM Bandung Raya, Peduli Sosial Remaja (PSR), dan KAMMI Daerah Bandung. Hadir juga perwakilan Dewan Pertimbangan Pusat FLP, M. Irfan Hidayatullah.

d. Pembacaan dan Rampak Puisi Setelah kegiatan dipusatkan di Taman Cikapayang, pembacaan puisi terus dilakukan. FLP Bandung juga mempersembahkan rampak puisi karya Taufik Ismail yang berjudul “Palestina, Bagaimana Bisa Aku Melupakanmu”.

e. Launching 1000 Kantung Donasi untuk Palestina Sahabat-sahabat di Peduli Sosial Remaja (PSR) melakukan launching 1000 kantung donasi yang akan disebarkan di beberapa kota di Indonesia. Hasil donasi akan disalurkan kepada rakyat Palestina, di bawah koordinasi Dompet Dhuafa Republika.

f. Penggalangan Dana Peserta “Gerakan Sebait Cinta untuk Palestina” secara aktif melakukan penggalangan dana. Dana yang terkumpul akan disalurkan melalui MER-C. Dari 16 kotak donasi yang disebarkan, sampai jam 11.00 WIB, alhamdulillah terkumpul dana sebesar Rp. 4.000.000. 4. Donasi untuk Rakyat Palestina Kami menyediakan lima rekening bank yang digunakan untuk menampung donasi dari pada penyumbang. Lima rekening itu adalah sebagai berikut: a) Bank Mandiri: no. rekening: 131-00-0431462 atas nama Dedi Setiawan b) Bank BCA: no.rekening: 2080083567 an. Mila Sukmawati wulandari c) Bank Jabar Banten Syariah: 0000433632999 an. Dedi QQ Forum Lingkar Pena Bandung d) Bank Muamalat : 922 5200958 an. Arbi Adhi wijaya e) Bank BNI Syariah: no. rekening: 0184728846 an. Mochammad Ali Fahmi Sampai dengan Senin, 7 Juni 2010, dana yang terkumpul melalui rekening yang kami sediakan adalah Rp. 800.000. Dana akan dikumpulkan kepada Bendahara FLP Pusat, untuk selanjutnya disalurkan melalui KNRP, KISPA, atau MER-C. Itulah rangkaian kegiatan yang kami lakukan. Namun, (tentu) ini gerak belum purna. Masih banyak kerja-kerja yang harus kita lakukan. Terima kasih untuk semua sahabat yang senantiasa memberi dukungan dan doanya, pikak kepolisian atas kerja samanya, masyarakat Kota Bandung atas sambutan hangatnya, sahabat-sahabat yang menyumbangkan puisinya, juga untuk sahabat-sahabat yang tergabung di FLP, FSLDK Bandung Raya, BEM Bandung Raya, PSR, KAMMI Daerah Bandung. Semoga semua gerakan solidaritas yang kita lakukan, menjadi gerakan tanpa titik: sampai nilai kemanusiaan benar-benar tegak di atas bumi, juga sampai Palestina bebas merdeka.

By moslemsmiles Posted in Tak Berkategori Dengan kaitkata