Bukan Hanya Sekedar Kata Maaf

Idul Fitri kali ini berbeda dengan yang dulu. Ya.. Aku sudah kehilangan nenek terbaik ku, yang sangaaaat berarti dan membuatku mengerti arti kehidupan. Aku biasa memanggil mbah putri. Ya Allah bebaskan lah dari siksa kubur dan api neraka. Amiiinn

Sekiranya ada salah dan dosa,

Ampun dipinta dihari mulia.

Taqabballahu minna wa minkum

Taqabballahu ya Kariim

Shiyamanna wa shiyamakum

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1436 H

Minal Aidil walfaizin Mohon maaf lahir dan bathin
تقبل الله مناومنكم صيمنا وصيمكم 

منالآعيدين والفائزين

Biasanya semua orang mengucap maaf lahir batin. Menurutku bukan hanya sekedar kata maaf. Yang paling terpenting kita bisa memaafkan dan tidak mengulang kesalahan yang sama lagi.

Bisa menJadi pribadi yang lebih baik, lebih bersih, lebih shalih dan shalihah. Idul fitri bisa jadi patokan kadar iman kita apakah lebih baik atau lebih buruk. Nauzubillahimindzalik jika lebih buruk, hayuk fastabiqul Khairat-berlomba-lomba dalam kebaikan.

Minimal standar orang shalih bagi laki-laki adalah seperti Nabi Muhammad SAW. Kenapa aku bilang minimal? Karena kalau punya target lebih kecil dari standar Rasul, pasti yang tercapai adalah dibawahnya. Itu yang biasa terjadi. Kalau dibilang sih, minimal sholat tepat waktu ke Masjid, shaum Senin-Kamis, shaum Ramadhan, sholat Dhuha, tahajjud, Rawatib, dll. Minimal!!

Berat, memang.. Masuk surga itu tidak gampang. Rasul saja yang sudah dijamin masuk surga oleh Allah, tidak pernah meninggalkan sholat tahajjud. Apalagi berleha-leha dan melalaikan ibadah. Nah kita yang belum tentu masuk surga aja kebanyakan gaya, Ibadah ogah-ogahan, enak-enakan di dunia, mencari harta tapi untuk akhirat di lupakan. Ya Allah, jadikan kami orang-orang yang shalih dan shalihah sehingga bisa di Rahmati olehMu.

Bumi Jawa, 17 Juli 2015

22.25

Petuah Orang Tua

Pernah ya dapat pesan dari orang tua kita? Pastinya dooong, setiap orang tua pasti akan memberikan pesan-pesan nya ke semua anaknya.

Karena dari mereka lah pengalaman dan perjalanan hidupku dimulai.

Karena dari mereka lah lahir aku.

Karena dari mereka lah aku bisa seperti ini.

Karena dari mereka lah, Allah mengirimkan Ar-Rahman dan Ar-Rahim Nya untukku.

Alhamdulillah sejak aku kecil, aku dilatih mandiri dan dilatih untuk survive di suatu tempat. Beberapa pesan yang tidak akan aku lupakan dari orang tuaku adalah:

  • Ucapkan TERIMA KASIH kepada orang yg telah membantu kita. Baik materi atau sekedar motivasi. Dan hal ini juga disampaikan oleh Rasulullah, dalam hadistnya:

” من لم يشكر الناس لم يشكر الله ”
“Barangsiapa yang tidak berterima kasih kepada manusia maka dia tidak bersyukur kepada Allah” (HR. Ahmad)


Dalam hadits yang lain disebutkan :

” أشكر الناس لله أشكرهم للناس ”
“Orang yang paling bersyukur kepada Allah adalah mereka yang paling bersyukur kepada manusia” (HR. Al Baihaqi)


Dalam hadits yang lain disebutkan :

وَمَنْ صَنَعَ إِلَيْكُمْ مَعْرُوفًا فَكَافِئُوهُ
“dan barangsiapa yang berbuat kebaikan kepadamu maka balaslah dia” (HR. Abu Daud no. 1672, An-Nasai: 5/82, dan Ahmad dalam Al-Musnad: 2/68,99)


Kalau ingat dulu waktu kecil, apapun yang dikasih ke kita dari orang/ saudara harus mengucap terima kasih. Mau itu pertolongan, material atau apapun itu. Dan kalo kata ayah & ibu, kita harus bisa membalas jasa orang tersebut. Misal, dulu waktu kecil aku sering dititip Bude karena orang tuaku kerja. Pastinya dong banyak yg dikeluarkan Bude buatku, sekarang Bude udah meninggal. Nah gimana coba membalas kebaikan Bude?

Caranya sebisa mungkin Kita ucapkan terima kasih sama semua anak-anaknya Bude. Bude dan Pakde juga pasti punya cucu kan. Beberapa waktu kalau kita punya rezeki lebih karena hasil gaji kita, balaslah kebaikan-kebaikan Bude dulu kepada anak-anaknya dan cucu-cucunya. Kasih Lah 100ribu atau sekedar makanan buatan kita yang enak. Insya Allah suatu saat nanti Allah akan membalas kebaikan untuk anak-anak dan cucu-cucu kita.

Begitupun sebaliknya, kalau kita pelit, masa bodo sama yang sudah pernah menolong kita, lebih parah lagi tidak peduli. Udah dapat keenakan hidup di dunia, gaji besar, tapi tidak mau membalas kebaikan orang, suatu saat nanti anak-anak dan cucu-cucu kita tidak akan peduli sama kita. Believe or Not, IF you do It, you Will get it.



  • Mencoba untuk CARE dengan orang lain. Apalagi dengan orang dekat. Contoh: istri/suami, saudara (nenek, kakek, adik, kakak, tante, om, pakde, budhe), tetangga, dll. Care disini dalam arti kalau tidak bisa memberikan bentuk materi, coba untuk rasa empati. Menanyakan, bukan berarti ikut campur urusan orang. SMS/Telp/BBM dan sebagainya, karena sekarang banyak media sosial yang bisa dipakai hanya untuk sekedar bertanya.

“Anak yatim bukanlah anak yang ditinggal mati oleh kedua orang tua hingga ia menjadi miskin. Akan tetapi, anak yatim yang sebenarnya ialah seorang anak yang menemukan ibunya yang kurang mendidiknya dan menemukan ayah yang sibuk dengan pekerjaannya.” (baca kitab Tarbiyatu al-Aulaad Fii al-Islaam halaman 103-104)

كَفَى بِالْمَرْءِ إِثْمًا أَنْ يُضَيِّعَ مَنْ يَقُوتُ

“Cukuplah seseorang itu dikatakan berdosa karena ia telah menyia-nyiakan orang yang berada di bawah tanggung jawabnya.” (HR. An-Nasa’i dan Al-Hakim. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)


Apalagi kalau kita di rumah orang, dulu waktu mbah masih ada dan kalau lagi nginep di rumah mbah, ayah & ibu selalu bilang: “bangun pagi, cuci piring, nyapu, ngepel.. Kamu jangan enak-enakan aja, udah jadi gadis Ga boleh males harus rajin. Apalagi nginep di rumah orang. Masih mending kamu nginep di rumah mbah, kalau kami nginep di rumah orang lain, Temen kamu atau siapapun itu kamu harus rajin bantu-bantu. Jangan tidur terus, emang ya kamu raja di sini..”

Mak jleb ya kata2 nya.. Tapi itu yang jadi Ingatanku sampai sekarang bahwa dari kecil diajarkan harus rajin. Kalau perlu Ga boleh tuh berdiam diri di kamar. Harus silaturahim, keluar rumah, sosialisasi dengan saudara dan tetangga. Karena kata Rasul, “Barangsiapa yang rajin silaturahim, akan dipanjangkan umurnya. Aaamiiin.. 😊



  • Biasakan ucapkan MAAF pada siapapun baik itu keluarga dekat apalagi keluarga jauh, teman, orang yg tidak kita kenal sekalipun.

    PASTINYA dong semua manusia tidak luput dari yang namanya salah. Sengaja ataupun tidak disengaja. Bercanda ataupun serius. Itu bisa menyebabkan yang namanya sakit hati. 

     “Tidak halal seorang muslim menjauhi kawannya lebih dari tiga hari. Jika telah lewat waktu tiga hari itu, maka berbicaralah dengan dia dan berilah salam, jika dia telah menjawab salam, maka keduanya bersama-sama mendapat pahala, dan jika dia tidak membalasnya, maka sungguh dia kembali dengan membawa dosa, sedang orang yang memberi salam telah keluar dari dosa karena menjauhi itu.” (Riwayat Abu Daud).

     Jadi kita tidak usah takut resiko meminta maaf, sebab jika kita sudah meminta maaf maka kita justru terbebas dari dosa karena kita tidak minta maaf. Dimaafkan atau tidak, kita telah mengaku bersalah dan meminta maaf.

    Minta maaf adalah hal terpenting yang harus diajarkan setiap orang tua kepada anaknya. Kakak salah harus minta maaf kepada adik. Orang tua salah harus minta maaf kepada anak. Suami salah harus minta maaf kepada istri. Presiden salah harus minta maaf kepada rakyat. Guru salah harus minta maaf kepada murid.

    Orang tua yang mengaku salah pada anak adalah orang tua yang baik. Orang tua bukan Tuhan yang tidak ada salah. Kita semua akan menjadi orang tua dan jika kita salah, minta maaf Lah pada anak-anak kita.

    Apa sih susahnya minta maaf? Mungkin terdengar kalau kita minta maaf duluan, berarti kita yang salah begitu. Belum tentu, orang yang minta maaf duluan akan dimuliakan Allah. Waktu kecil setiap melakukan kesalahan fatal aku hampir dikurung dikamar mandi kalau belum minta maaf sama orang. ^_^

    Rasulullah bersabda:

    “Maukah aku ceritakan kepadamu tentang sesuatu yang menyebabkan Allah memuliakan bangunan dan meninggikan derajatmu? Para sahabat menjawab, tentu. Rasul bersabda, ‘Kamu bersikap sabar (hilm) kepada orang yang membencimu, memaafkan orang yang berbuat zhalim kepadamu, memberi kepada orang yang memusuhimu, dan menghubungi orang yang telah memutuskan silaturrahim denganmu.’” (HR Thabrani)


    Membangun sikap mental pemaaf bukanlah perkara yang mudah. Munculnya kualitas pribadi pemaaf membutuhkan proses panjang dan pembinaan diri terus menerus. Maaf dan memaafkan biasannya terkait dengan telah tersakitinya harga diri dan fisik kita oleh orang lain. Merupakan watak khas manusia dan mungkin sebagian besar makhluk hidup lainnya, bahwa mereka cenderung tidak suka disakiti. Orang – orang yang matang dan sehat jiwanya akan memiliki perilaku yang dikendalikan oleh pertimbangan akalnya yang sehat.

    Sebaliknya banyak pula orang yang gagal atau belum mampu menggunakan sumber daya akalnya secara maksimal, sehingga seluruh hidupnya di kendalikan oleh hawa nafsu dan instingnya saja. Kecenderungan nafsu yang gemar dengan hal – hal yang mengenakkan dan memuaskan diri, kalau tidak diimbangi dengan kemampuan akal untuk menghasilkan pertimbangan yang sehat akan menjerumuskan manusia pada perilaku rendah yang tidak sesuai dengan martabat kemanusiaan.

    Sangat disayangkan orang tua yang tidak mengajarkan 3 hal diatas kepada anaknya waktu kecil. Yang membuat anak tersebut ketika dewasa bersikap apatis, egois, dan keras kepala. Nauzubillahimindzalik, semoga kita dan anak cucu kita dijauhkan dari hal-hal buruk.

    By: Arvina Irkantini

    Jakarta, 070715

    Menikah

    Dua hati berbeda,

    Dua sifat berbeda,

    Dua adat berbeda,

    Dua keluarga berbeda,

    Dua kejelekan berbeda,

    Dua kebaikan berbeda,

    Dua kemauan berbeda,

    Dua pikiran berbeda,

    Dua tujuan berbeda,

    1. “Dari Jabir r.a., Sesungguhnya Nabi SAW. Telah bersabda : Sesungguhnya perempuan itu dinikahi orang karena agamanya, kedudukan, hartanya, dan kecantikannya ; maka pilihlah yang beragama”(HR. Muslim dan Tirmidzi).
    2. Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bila mendoakan seseorang yang nikah, beliau bersabda: “Semoga Allah memberkahimu dan menetapkan berkah atasmu, serta mengumpulkan engkau berdua dalam kebaikan.” Riwayat Ahmad dan Imam Empat. Hadits shahih menurut Tirmidzi, Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban.
    3. Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telahmenciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allahmenciptakan isterinya; dan daripada keduanya Allahmemperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Danbertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nyakamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungansilaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasikamu. [QS. An-Nisaa’ : 1]
    4. “Apabila seorang di antara kamu menggauli isterinya, janganlah menghinggapinya seperti burung yang bertengger sebentar lalu pergi. “(HR. Aththusi)
    5. “Seburuk-buruk kedudukan seseorang di sisi Allah pada hari kiamat ialah orang yang menggauli isterinya dan isterinya menggaulinya dengan cara terbuka lalu suaminya mengungkapkan rahasia isterinya kepada orang lain. “(HR. Muslim)
    6. “Sesungguhnya wanita seumpama tulang rusuk yang bengkok. Bila kamu membiarkannya (bengkok) kamu memperoleh manfaatnya dan bila kamu berusaha meluruskannya maka kamu mematahkannya. “(HR. Ath-Thahawi)
    7. “Talak (perceraian) adalah suatu yang halal yang paling dibenci Allah. “(HR. Abu Dawud dan Ahmad)
    8. “Ada tiga perkara yang kesungguhannya adalah kesungguhan (serius) dan guraunya (main-main) adalah kesungguhan (serius), yaitu perceraian, nikah dan rujuk. “(HR. Abu Hanifah)
    9. Dari Ibnu Abbas bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Seorang janda lebih berhak menentukan (pilihan) dirinya daripada walinya dan seorang gadis diajak berembuk, dan tanda izinnya adalah diamnya.” Riwayat Imam Muslim. Dalam lafaz lain disebutkan, “Tidak ada perintah bagi wali terhadap janda, dan anak yatim harus diajak berembuk.” Riwayat Abu Dawud dan Nasa’i. Hadits shahih menurut Ibnu Hibban.
    10. Dari Ibnu Abbas Radliyallaahu ‘anhu bahwa ada seorang gadis menemui Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam lalu bercerita bahwa ayahnya menikahkannya dengan orang yang tidak ia sukai. Maka Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam memberi hak kepadanya untuk memilih. Riwayat Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majah. Ada yang menilainya hadits mursal.
    11. Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Tidak boleh dimadu antara seorang perempuan dengan saudara perempuan ayahnya dan antara seorang perempuan dengan saudara perempuan ibunya.” Muttafaq Alaihi.
    12. Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Tidak boleh dimadu antara seorang perempuan dengan saudara perempuan ayahnya dan antara seorang perempuan dengan saudara perempuan ibunya.” Muttafaq Alaihi.
    13. Dari Rabi’ Ibnu Saburah, dari ayahnya Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Aku dahulu telah mengizinkan kalian menikahi perempuan dengan mut’ah dan sesungguhnya Allah telah mengharamkan cara itu hingga hari kiamat. maka barangsiapa yang masih mempunyai istri dari hasil nikah mut’ah, hendaknya ia membebaskannya dan jangan mengambil apapun yang telah kamu berikan padanya.” Riwayat Muslim, Abu Dawud, Nasa’i, Ibnu Majah, Ahmad, dan Ibnu Hibban.
    14. Ibnu Mas’ud berkata: Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam melaknat muhallil (laki-laki yang menikahi seorang perempuan dengan tujuan agar perempuan itu dibolehkan menikah kembali dengan suaminya) dan muhallal lah (laki-laki yang menyuruh muhallil untuk menikahi bekas istrinya agar istri tersebut dibolehkan untuk dinikahinya lagi).” Riwayat Ahmad, Nasa’i, Dan Tirmidzi. Hadits shahih menurut Tirmidzi.
    15. Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Orang berzina yang telah dicambuk tidak boleh menikahi kecuali dengan wanita yang seperti dia.” Riwayat Ahmad dan Abu Dawud dengan para perawi yang dapat dipercaya.
    16. ‘Aisyah .ra berkata: ada seseorang mentalak istrinya tiga kali, lalu wanita itu dinikahi seorang laki-laki. Lelaki itu kemudian menceraikannya sebelum menggaulinya. Ternyata suaminya yang pertama ingin menikahinya kembali. Maka masalah tersebut ditanyakan kepada Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam, lalu beliau bersabda: “Tidak boleh, sampai suami yang terakhir merasakan manisnya perempuan itu sebagaimana yang dirasakan oleh suami pertama.” Muttafaq Alaihi dan lafadznya menurut Muslim.

    Jatah Hidupku Semakin Berkurang

     

    Malam tadi menjadi malam istimewaku

    Istimewa? Kenapa?

    Malam tadi adalah malam dimana aku dilahirkan tepat 26 tahun silam

    Masya Allah..

    Tidak terasa pula jatah hidupku semakin berkurang

    Pun ibu yang melahirkanku mengucapkan “selamat” terlebih dahulu

    Disusul dengan suamiku yang memberikan kue

    Sambil melihat si kecil tidur nyenyak

    Alhamdulillah ya Rabb

    Telah banyak yang Engkau berikan padaku

    Tak terhitung pula rezeki yang mengalir pada tubuhku,

    Keluargaku, suamiku, anakku, dan pada semua saudaraku.

    Semuanya..

    Berkali-kali saya menengok ke cermin, namun apa yang
    terpampang di cermin memang bukan mimpi Pantulan
    wajah yang terukir di sana sungguh menarik, bahkan
    dalam pandangan mata saya sendiri.

    Ya Allah, diri ini telah menjadi ibu dari satu anak kecilku

    Maka engkau akan mendapati apa yang ku dapati di cermin pagi ini.

    Dan engkau akan melihat apa yang ku lihat di kaca pagi ini.

    Melihat senyum di bibir ku, pasti engkau akan
    mnyaksikan apa yang saya saksikan di cermin pagi ini.
    Senyum di bibir yang tanpa lipstick akan mengawali indahnya hari ini

    ***
    Tadi pagi aku bangun dengan badan segar, shalat subuh

    kemudian membaca ayat-ayat Mu sambil gerak badan.

    Tak ada acara bergelung kembali pascasubuh

    Mengisi rongga dada dengan udara pagi yang bersih penuh-penuh.

    Hingga kulit pun terasa ikut bernapas lewat segenap pori-porinya.

    Mungkin itu yang membangunkan seluruh pori-pori ku dan memberikan kesegaran pada permukaan kulitnya.
    Seluruh urat syaraf pun menjadi rileks dan santai, hingga menyebabkan pipi ini bersemi, halus, lembut dan jernih, memancarkan gembira dan riang hati.
    Aku dapat mengakhiri aktifitas domestic pagi ini dengan santai sebelum memulai aktifitas publik.

    Tak lagi dikejar-kejar waktu. Menyapa setiap tetangga kamar dan tetangga rumah dengan gembira dan senyum lebar, meluluskan keramahan yang tulus.

    Dan akhirnya, Allah pun telah memberikan hari ini.

    Dimana jatah hidupku berkurang, diri ini yang zhalim mohon ampunan-Mu ya Rabb..

    Segala puji bagi Allah!

    Yang telah memberikan kasih sayang, perhatian dari keluarga, suami, anak.

    Dan tiba-tiba aku ingat. Semua sikap jiwa akan berimbas kepada penampilan fisik.

    Semangat dan optimisme akan memancar dan menjadikan mata berbinar-binar, sebagaimana luka dan kesedihan meredupkan cahaya penglihatan.

    Kedamaian, kebersihan hati dan sikap positif akan terbayang pada senyum yang rekah penuh keramahan, sebagaimana kedengkian dan kemarahan akan mengeruhkan roman muka.

    Kepasrahan dan kepercayaan pada Allah, akan memancarkan aura wajah yang jernih dan segar, sebagaimana keputus asaan akan menyebabkan kelesuan.

    Maha suci Allah, yang telah mengaruniakan usia pada ku pagi ini.

    ***
    Created By :

    VinaPunya

    1 Desember 2014

    Menanti Kering

    Tawa hanya sebagai nestapa

    Tangis menjadi pasti

    Semusim harapan kugenggam

    Setahun asa kunanti

    Yang ternyata hanya …

    Air menetes tanpa henti

    Tak ada yang pasti

    Hanya sia-sia

    Kapan akan kering?

    Atau akan terus mengalir dalam jemariku?

    Saat kaki baru menapak

    Aku pikir: jalan semua lurus

    Tiada berbatu dan berkelok

    Tiada malam gelap, selalu berpurnama

    Saat lidah sudah punya jutaan kosa kata

    Aku pikir: aku bisa meraih piala dunia

    Tanpa terlintas adanya neraka

    Aku pikir: otak pintar serta puncak pergaulan kejayaanku di dunia jahiliyah semua cukup membuatku terbang ke khayangan

    Semua pikirku buyar;

    Saat tenggorok mulai dahaga

    Saat tubuh bertabur risau

    Ada yang mereguki aku dengan segalon air zam-zam

    Ku beri nama malaikat dunia bermahkota sinar matahari

    -Anonim-

    Hari ini, Jatah Hidupku Berkurang

    Kamis, 01 Desember 2011

    Bertepatan dengan hari kelahiranku dulu,
    Kamis 01 Desember 1988. Tak terasa, jasad ini mulai bertambah tua, hati pun bertambah keinginan..
    Allah, kaki ini mulai menapaki jalan penuh duri dan hanya Engkaulah sebagai obatnya..

    Ijinkan aku memohon 1 permohonanku di usia 23 ku hari ini,
    Ku mohon CintaMu yang tak akan pernah habis mencintaiku,
    Membimbingku,
    Menegurku,
    Menyapaku,
    Menemaniku,
    Menyayangiku,

    Dan, tidak akan cukup kata-kata terbaik yang akan keluar dari mulutku untukMu, ya Allah..

    Karena Engkau Maha Segalanya, untukku. Hingga umurku saat ini pun Kau memberikan cerita indah dari detik-detik kehidupanku..
    Tak sanggup aku membendung air mata karena kecintaanku padaMu dan pada RasulMu…
    Allah, Engkau mengetahui apa yang tidak aku ketahui..

    Saat manusia itu datang dalam hidupku, sebagai “pewarna” dalam hidupku.
    Ya, jatah hidupku berkurang hari ini.

    Detik yang berjalan, waktu yang terus berputar mengantarkanku kepada dekatnya kematian.

    Saat tadi malam ku berbincang, aku tatap dengan dalam mata ayah dan ibu.
    Sungguh, aku tak sanggup memikirkan 1000 masalah bahkan lebih banyak lagi yang ada di alam otak ayah dan ibuku.
    Waktu yang terus berputar, pasti tidak akan bisa kembali seperti semula.

    Ya, waktu itu juga tidak dapat memutar umurku kembali dan memori-memori indah.
    Waktu yang semakin berkurang untuk hidup di dunia ini.

    Allah, hanya 1 yang aku minta padaMu di hari ini, CintaMu dan cinta orang-orang mukmin yang mencintaiku karenaMu.

    Allah, ku mohon CintaMu

    Allah, aku Mohon CintaMu

    Atas Nama Cinta dan Kasih Sayangku padaMu
    Allah,

    Jakarta, 01 Desember 2011
    at 08.22 am

    Air Mata

    Air mata yang telah jatuh,
    Membasahi bumi..
    Takkan sanggup menghapus penyesalan,
    Penyesalan yang kini ada,
    Jadi tak berarti..
    Kar’na waktu yang bengis terus pergi..
    Menangislah bila harus menangis..
    Karena kita semua manusia,
    Manusia bisa terluka,
    Manusia pasti menangis..
    Dan manusia pun bisa mengambil hikmah..

    Di balik segala duka,
    Tersimpan hikmah..
    Yang bisa kita petik pelajaran

    Di balik segala suka,
    Tersimpan hikmah..
    Yang kan mungkin bisa jadi cobaan

    Serahkan semua pada Allah

     “Dan permudahlah bagi kami pintu-pintu karunia-Mu.” [H.R. Ibnu Majah dan Tirmidzi]

    Dari Abdullah bin Mas’ud dari Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah memiliki malaikat-malaikat yang berkeliling menyampaikan salam kepadaku dari umatku.” [H.R. Nasa’i dan Hakim]

    Fathimah a.s. bercerita: Rasulullah SAWW pernah bertanya kepada para sahabat mengenai wanita apakah dia?

    “(Wanita adalah) sebuah rahasia (yang harus dijaga)”, jawab mereka pendek.

    “Kapankah ia lebih dekat kepada Tuhannya?”, tanya Rasulullah SAW kembali. Mereka tidak dapat menjawab. Ketika ia (Fathimah a.s.) mendengar hal itu, spontan ia menjawab: “Ketika ia berada di dalam rumahnya”.“Fathimah a.s. adalah penggalan tubuhku”, sabda Rasulullah SAW menimpali.

    Meeting SK Direksi

    Kehidupan dunia yang baru aku masuki di divisi yang menurutku sangat penting, marketing & sales, sejak 20 Januari 2011. aku masih ingat tanggal itu, karena ada sesuatu. hmmm… sebenarnya biasa aja sih,,

    Hari ini mungkin bisa di hitung meeting ke 5 kali nya, bareng orang-orang marketing. Dan kaili ke 2, bareng direktur operasi dan pemasaran. Yang lebih spesial lagi, hari ini berbarengan dengan penyerahan SK (Surat Keputusan) dari Direktur kepada jajaran Account Manager ke bawah (supervisor dan staff).Banyak belajar dari orang-orang marketing, terutama dari direktur. Aku tidak bangga mempunyai pemimpin yang kafir.

    Apa maksudnya?

    Pemimpin yang berbeda agama dengan ku, tapi aku tidak bisa berbuat apapun. Kenapa ga bisa berbuat apapun? Kadang fikiranku tersirat:”Apa sih, jabatan gue? Seberapa bisa gue mendakwahi mereka? ah, susah-sudah mikir “mendakwahi”, wong di dekati saja mereka sudah mulai “menghindar”. Terus, apa gunanya gue di sini? Jadi kacung? Jadi Babu? Bukan, tugas gue disini hanya menjalankan amanah dari Allah.

    Karena Rasul pernah bersabda:

    ”Barangsiapa di antara kalian melihat suatu kemungkaran, maka ubahlah kemungkaran itu dengan tangannya. Jika tidak sanggup (mengubah dengan tangan) maka ubahlah dengan lisannya. Jika (dengan lisan) masih belum sanggup juga maka ubahlah dengan hatinya. Dan ini adalah selemah-lemah iman”(HR Muslim)

    Lanjut, kenapa aku paling tidak suka orang kafir jadi pemimpin ku?

    Banyak alasan-alasanku, bukan karena aku benci orangnya, tapi sikap dan sifatnya akan membawa umat muslim menjadi “babu” di hadapan mereka. Bergaul boleh, temanan boleh, hanya sebatas teman. Tidak lebih, karena kalau kita menyetujui mereka jadi pemimpin atau atasan kita, dengan sangat mudah mereka menyuruh kita mengerjakan perbuatan maksiat atau munkar, dengan alasan “karena tugas, ini semua dilakukan karena kerjaan”. NON SENSE!

    Contoh nyata, pemimpin ku banyak menyuruh “layani customer dengan puas, seperti clubbing, karaoke, minum wine”

    Padahal, sudah jelas dalam Al-Qur’an :

    “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.” [QS. Al-Maidah:90]

    Bahkan dalam injil pun sudah ada larangannya:

    “Anggur adalah pencemooh, minuman keras adalah peribut, tidaklah bijak orang yang terhuyung-huyung karenanya..” [Amsal 20:1]

    “Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, …” [Efesus 5:18]

    Dan Hadist Rasul:

    Dalam HR Ibnu Majah-I-Volume 3, Kitab tentang Alkohol , Bab 30 Hadis No 3392

    “Alkohol dilarang baik dalam jumlah besar maupun kecil.”

    Tidak hanya orang-orang yang minum alkohol yang dilaknat tetapi juga orang-orang yang berurusan dengan mereka secara langsung atau tidak langsung adalah dilaknat oleh Allah.

    Menurut HR Ibnu Majah-I-Volume 3, Kitab tentang Alkohol, Bab 30 Hadis No 3380.

    Dilaporkan oleh Anas (ra), bahwa Nabi Muhammad (SAW) berkata:

    “Kutukan Allah jatuh pada sepuluh kelompok masyarakat yang berurusan dengan alkohol. Orang yang menyulingnya, orang yang menyaringnya , orang yang meminum, yang mengangkut, yang mengantar, yang melayani, orang yang menjual, orang yang mendapatkan untung dari minuman keras, orang yang membeli nya dan juga membelikanya untuk orang lain.”

    Atau terkadang kita sebagai bawahan (baik itu level nya GM, SM, atau Manager), disuruh menemani customer dari pulang kerja sampai pagi menjelang, entahlah itu melewati sholat isya dan mungkin subuh pun kelewat karena ngantuk dan tidur. Apalagi tahajjud? ga pernah dikerjakan.

    Aku membicarakan seperti ini karena ada bukti dan kenyataannya di lingkunganku yang sekarang. Ada 22 Orang di divisiku, 6 orang non islam, 14 orang islam, dan 2 orang tidak teridentifikasi non islam atau islam.

    Dari 14 orang islam, yang melaksanakan sholat setiap hari HANYA ADA 4 ORANG, sisanya TIDAK SHOLAT dan JARANG AMAT SEKALI SHOLAT. Makannya ketika ada 1 orang bertambah yang mengerjakan sholat, menurutku menjadi suatu keajaiban dunia karena Allah sedang membuka pintu hidayahNya untuk orang tersebut. Tapi setelah itu, tidak sholat lagi, atau jarang sholat.

    Ar-Rahman

    Mungkin, suatu saat nanti aku harus keluar dari sini. Kenapa? Karena aku berdakwah “sendiri” (dalam konteks ukhuwah dan habluminannas).

    Alhamdulillah , masih ada Allah yang senantiasa memelukku, mendengarkan keluh kesah ku, menjadi problem solving dari semua masalahku, dan yang paling penting adalah Sang Maha Pencinta, yang mencintaiku dan menyayangiku dimanapun dan kapanpun.

    Karena aku tidak ingin ikut-ikut menanggung dosa mereka, setelah mereka di nasihati, tapi tidak juga bertaubat.

    “Dan apabila Kami menghendaki untuk membinasakan suatu negeri, Kami menyuruh orang-orang yang hidup mewah, supaya taat kepada Allah lalu mereka berbuat kedurhakaan dalam negeri itu, maka benarlah berlaku atasnya ketentuan Allah siksa-Nya, lalu Kami menghancurkan sehancur-hancurnya” (QS-Al-Isra : 16)

    Ar-Rahim

    
    			

    Before Ramadhan the End

    Angin dingin mengkantarkanku ke tanah yang lain diluar sana.
    Setiap Ramadhan akan berakhir, Allah memanggilku untuk ke sana.
    Antara sedih dan senang..
    Sedih karena aku takut, takut, sungguh takut kehilangan Ramadhanku. Begitu banyak doa yang akan dikabulkan di bulan ini. Ya Rabb.. Sempatkanlah hambaMu yang hina ini untuk bertaubat.
    Senang karena bertemu dengan seluruh keluarga besar.

    Bulan yang baru akan segera menyusul seiring dengan permohonanku.
    Tentang permohonanku ya Allah.. Aku yakin, sangat yakin, Engkau akan mengabulkan..
    Karena Kau adalah Maha Penyayang.

    Bulan baru akan muncul..
    Tahukah Engkau, bahwa Rasulullah menangis ketika ingin ditinggal Ramadhan?
    Apakah kita melakukannya juga?
    Kencangkan ibadah kita..
    Kencangkan doa kita..
    Kencangkan ukhuwah kita..
    Kencangkan ikatan hati kita..

    Karena Allah yang Mengatur semuanya..
    Hanya kepada Allah lah aku meminta, dan hanya kepada Allah lah aku berserah diri..

    Ya Allah ampuni segala kesalahan kami, tingkah laku kami, dan sifat-sifat kami..

    Jadikan kami termasuk manusia yang saling mencintai karenaMu, bertemu karenaMu, bekerja karenaMu.
    Vina, 29 Agustus 2011
    @ Surakarta, Jawa Tengah 08:27

    Posted with WordPress for BlackBerry.

    Sukses Perusahaan adalah Kerja Keras dengan Integritas, bukan dengan KARAOKE DAN CLUBBING

    Hari senin (5 September 2011) adalah hari pertama masuk kerja kembali setelah libur seminggu merayakan hari kemenangan setelah beribadah shaum. Taqabalallahu minna wa minkum, semoga Allah menerima shaum kita semua. Hasil shaum sebulan penuh harus mampu men-transformasikan (hijrah spiritual) diri kita menjadi karyawan, manajer, dan pemimpin perusahaan sekalipun yang integritasnya semakin meningkat.

    Memiliki integritas biasanya juga ditunjukkan dengna self confidence, tampil cerdas, mumpuni dan selalu bekerja dengan sikap professional. Sehingga integritas akan tampil sebagai pembeda, yang harus bisa menampilkan bahwa kita lebih mampu untuk mandiri, mempunyai inisiatif dan rasa percaya diri yang rasional. Tujuannya tidak lain adalah untuk mem-posisikan diri kita di jajaran para champion nyata dari beribadah puasa sebulan penuh. Itu juga berarti kita menjadi orang yang beruntung, karena hidup hari ini bisa lebih baik dari hidup kita kemarin.

    Lebih jauh lagi integritas, suatu saat nanti akan menjadi kompas bagi karyawan, manager, dan pemimpin perusahaan melangkah menemukan pandangan hidup serta membentuk sikap hidupnya sebagai “masterpiece” Allah.

    Memiliki integritas memang akan membedakan antara personal yang memilikinya dengan yang tidak memilikinya. Mengapa?? Karena di dalam diri kita, secara pribadi terdapat dimensi kecerdasa manusia. Mulai dari kecerdasan fisik, emosional, mental, social, financial sampai pada kecerdasan spiritual yang menggambarkan kualitas akhlak seseorang dalam bekerja.

    Ya, bisa dibilang kecerdasan spiritual diukur dari sejauh mana hubungan dekat dan intensif kita, pribadi kita dengan Allah. Hubungan ruhiyah yang dibangun atas dasar cinta, cinta kepada Sang Khaliq, Sang Pencipta, Sang Maha Agung, Allah SWT. Dari hati yang bersih, jauh dari kejelekan dan prasangka buruk seseorang, dari hati yang suci, niat yang tulus dan ikhlas, hanya mengharap Ridha dan Rahmat dari Allah, itu yang dapat “Meningkatkan” derajat kita di sisi Allah.

    Bukan hanya mengejar jabatan yang tinggi, uang yang banyak, prestise yang baik dari semua karyawan. Tidak ada artinya, tidak ada gunanya jika hubungan rohani, hubungan spiritual, hubungan ruhiyah kita dengan Allah telah rusak. Sebagai contoh, sebuah perusahaan swasta, dengan banyak karyawan yang sangat muda, semangat yang masih menggebu-gebu untuk bekerja, berpakaian sangat “rapih” (menurut versi mereka), mengerjakan sholat (meskipun sangat sedikit yang mengerjakannya), tapi kenyataan sesungguhnya, di perusahaan tersebut tersimpan sangat banyak sekali “Maksiat” yang “Tertutupi”.

    Sebuah divisi di perusahaan itu bertugas untuk menjual, atau “memasarkan” produknya, dengan naudzubillahimindzalik.. sangat banyak sekali kemaksiatan di dalamnya. Maaf, saya hanya ingin teman-teman yang membaca artikel ini, mengambil hikmahnya. Tahukah teman-teman, apakah dibalik “pemasaran produk” yang telah dilakukan oleh  divisi tersebut?

    Pertama, mereka melakukan entertain kepada “customer” nya disebuah tempat karaoke, meminta sebuah tandatangan perjanjian pembelian produk yang tidak kecil jumlah laba nya. Kedua, mereka melakukan entertain dengan cara (maaf) “Menyewa perempuan” untuk menemani nya. Padahal, jelas-jelas mereka sudah mempunyai istri/suami yang sah. Ketiga, mereka melakukan entertain dengan cara memberikan fasilitas “minum wine”, atau beer, atau sejenisnya, yang kita sudah mengetahui semua itu, bahwa minuman tersebut haram hukumnya kita minum. Keempat, mereka sangat amat jarang sekali melakukan shalat wajib 5 waktu. Pernah shalat, tapi bisa dihitung dengan jari, berapa kali mereka melakukan shalat, padahal jelas-jelas mereka islam. Kelima, mereka melakukan penawaran dengan cara “clubbing” dengan para “customer”. Dan lain-lain.. Naudzubillahimindzalik.. semoga kita tidak termasuk manusia-manusia yang seperti itu.

    Apakah itu yang dinamakan negosiasi yang baik? Apakah itu yang dinamakan cara “memasarkan produk” yang baik dan benar. Lalu, jika sudah menerima pesanan produk dari customer, apakah tidak ada pertanyaan: “uang yang di dapat dari hasil pemasaran produk tadi halal/haram? Dengan cara-cara diatas?”

    Integritas perusahaan telah rusak, karena telah ternodai dari orang-orang yang didalamnya. Hanya karena beberapa manusia yang bermaksiat kepada Allah, rusaklah semuanya. Ingatlah, para karyawan, manager, dan pemimpin perusahaan akan mempunyai integritas yang tinggi, akan mempunyai perusahaan yang sukses jika hubungan mereka dengan Allah juga baik, tidak dengan cara-cara ber-maksiat diatas.

    Kuncinya adalah, “RUHIYAH YANG BAIK, MAKA AKAN MELAHIRKAN KUALITAS AKHLAK SESEORANG DALAM BEKERJA”.

    Para karyawan, manager, dan pemimpin perusahaan yang memiliki integritas dengan memperbaiki hubungannya dengan Allah, inilah yang dijamin akan mempunyai eksistensi yang dapat menghasilkan keunggulan kompetitif dan komparatif. Sebaliknya, bila integritas rendah maka keunggulan pribadinya juga rendah. Lebih rendah daripada hewan sekalipun.

    Bukankah Rasulullah telah men-contohkan dengan 4 sifat yang dimiliki beliau? Empat kriteria yang dapat menentukan apakah seorang karyawan, manager, dan pemimpin perusahaan memiliki integritas yang semakin baik.

    Pertama, AMANAH, artinya dalam bekerja, mereka dapat dipercaya dan tidak pernah berkhianat atas kepercayaan yang diberikan perusahaan kepadanya dalam tingkatan apapun. Mereka mampu menjalani amanah sebaik-baiknya, yang tampak dan tidak tampak dalam cara bekerjanya, baik di kantor ataupun diluar kantor setiap harinya.

    Kedua, SHIDDIQ, yaitu karyawan, manager, dan pemimpin perusahaan yang memegang teguh pendirian menegakkan kebeneran dan berkhidmat kepada kebenaran. Caranya mereka akan berpikir, berkata, dan bertindak yang benar. Tidak melenceng dari Al-Qur’an dan Al-Hadist. Mereka mampu menunjukkan sikap konsisten dan konsekuen terhadap penegakan kebenaran (termasuk hukum dan keadilan). Secara luas mereka tidak akan pernah dipengaruhi kepentingan personal.

    Ketiga, FATHONAH, artinya menjadi karyawan, manager, dan pemimpin perusahaan yang cerdas. Dalam kecerdasan biasanya tersimpan ke-“arif”an. Melalui kecerdasannya, mereka mampu mengatasi berbagai masalah, menemukan solusi atas setiap masalah kolektif yang dihadapinya. Mereka tidak akan pernah menjadi sumber masalah, bagian dari masalah ataupun mencari masalah dalam bekerja.

    Keempat, TABLIGH, artinya karyawan, manager, dan pemimpin perusahaan yang mampu mengomunikasikan gagasan dan pemikiran kreatifnya dengan benar, bahasa yang baik, santun, dan yang paling penting adalah mempunyai etika. Bahasa yang digunakannya akan menunjukkan kualitas dirinya yang sejati. Sehingga dalam berkomunikasi akan selalu mengendalikan diri agar terhindar dari sikap riya dan sombong karena mereka paham bener sikap riya dan sombong akan menyeret integritas ke tingkat yang paling rendah.

    Itulah mengapa Allah menganugerahkan kepada Rasulullah sebagai pemimpin/qiyadah yang paling sempurna di dunia. Rasulullah lah yang pantas diikuti dan menjadi teladan untuk level “Presiden Direktur”. Perusahaan yang sukses, bukan diawali dengan “karaoke dan clubbing”, tapi diawali dengan sebuah ikatan batin yang kuat antara semua karyawan dan Allah. Semoga hasil Ramadhan kali ini lebih memacu kita untuk bekerja dengan integritas yang semakin kokoh, sehingga kerjasama, sinergi, energi positif, dan prestasi selalu terbangun dalam sebelas bulan kedepan.