Mars ESQ

Banyak yang tlah kucari
Tiada satu memberi
Kudapat kini yang pasti
ESQ pengingat diri

ESQ Cerdas nurani
Menuntun kenali diri
ESQ dekatkan hati
pada Dia Yang Maha Tinggi

ESQ berjuang kini
Membangun Bangsa dan Negeri
ESQ membentuk diri
Patriot, cinta Illahi....

(replay 2x)

Masih ingatkah kalian makna syair Lir-ilir…??

Ketika masih kecil dulu, aku ingat ibu dan ayahku selalu menyanyikan lagu ini. Mungkin karena orang tuaku berasal dari tanah jawa asli. Dan, ketika aku mengikuti training MCB (Mission Statement and Character BUilding) –> sebuah training ESQ 165 tingkat ke 2, sekitar bulan desember 2009 lalu..

Lagu ini juga diputar beserta maknanya..

 

Subhanallah.. kenangan yang mungkin 10 tahun yang lalu ketika ayah dan ibuku menyanyikan lagu ini untukku terulang lagi. Tak henti-hentinya air mata ini bercucuran, udah training mengeluarkan tak sedikit air mata, ditambah ingat orang tua. Kira-kira beginilah liriknya..

 

Lir-ilir, lir-ilir

tandure wis sumilir

Tak ijo royo-royo

tak senggo temanten anyar

Cah angon-cah angon penekno blimbing kuwi

Lunyu-lunyu penekno kanggo mbasuh dodotiro

Dodotiro-dodotiro kumitir bedhah ing pinggir

Dondomono jlumatono kanggo sebo mengko sore

Mumpung padhang rembulane mumpung jembar kalangane

Yo surako… surak hiyo…

 

Sayup-sayup bangun (dari tidur)Pohon sudah mulai bersemi,

Demikian menghijau bagaikan gairah pengantin baru

Anak penggembala, tolong panjatkan pohon blimbing itu,?walaupun licin(susah) tetap panjatlah untuk mencuci pakaian

Pakaian-pakaian yang koyak(buruk) disisihkanJahitlah, benahilah untuk menghadap nanti sore

Mumpung terang rembulannya

Mumpung banyak waktu luang

Mari bersorak-sorak ayo…

 

 

Lir ilir, judul dari tembang di atas. Bukan sekedar tembang dolanan biasa, tapi tembang di atas mengandung makna yang sangat mendalam. Tembang karya Kanjeng Sunan ini memberikan hakikat kehidupan dalam bentuk syair yang indah. Carrol McLaughlin, seorang profesor harpa dari Arizona University  terkagum kagum dengan tembang ini, beliau sering memainkannya. Maya Hasan, seorang pemain Harpa dari Indonesia pernah mengatakan bahwa dia ingin mengerti filosofi dari lagu ini. Para pemain Harpa seperti Maya Hasan (Indonesia), Carrol McLaughlin (Kanada), Hiroko Saito (Jepang), Kellie Marie Cousineau (Amerika Serikat), dan Lizary Rodrigues (Puerto Rico) pernah menterjemahkan lagu ini dalam musik Jazz pada konser musik “Harp to Heart“.

 

Apakah makna mendalam dari tembang ini? Mari kita coba mengupas maknanya,

 

Lir-ilir, lir-ilir tembang ini diawalii dengan ilir-ilir yang artinya bangun-bangun atau bisa diartikan hiduplah (karena sejatinya tidur itu mati) bisa juga diartikan sebagai sadarlah..

Tetapi yang perlu dikaji lagi, apa yang perlu untuk dibangunkan?Apa yang perlu dihidupkan? hidupnya Apa ? Ruh? kesadaran ? Pikiran? terserah kita yang penting ada sesuatu yang dihidupkan, dan jangan lupa disini ada unsur angin, berarti cara menghidupkannya ada gerak..(kita fikirkan ini)..gerak menghasilkan udara. ini adalah ajakan untuk berdzikir. Dengan berdzikir, maka ada sesuatu yang dihidupkan.

 

tandure wus sumilir, Tak ijo royo-royo tak senggo temanten anyar. Bait ini mengandung makna kalau sudah berdzikir maka disitu akan didapatkan manfaat yang dapat menghidupkan pohon yang hijau dan indah. Pohon di sini artinya adalah sesuatu yang memiliki banyak manfaat bagi kita. Pengantin baru ada yang mengartikan sebagai Raja-Raja Jawa yang baru memeluk agama Islam. Sedemikian maraknya perkembangan masyarakat untuk masuk ke agama Islam, namun taraf penyerapan dan implementasinya masih level pemula, layaknya penganten baru dalam jenjang kehidupan pernikahannya.

 

Cah angon cah angon penekno blimbing kuwi. Mengapa kok “Cah angon” ? Bukan “Pak Jendral” , “Pak Presiden” atau yang lain? Mengapa dipilih “Cah angon” ? Cah angon maksudnya adalah seorang yang mampu membawa makmumnya, seorang yang mampu “menggembalakan” makmumnya dalam jalan yang benar. Lalu,kenapa “Blimbing” ? Ingat sekali lagi, bahwa blimbing berwarna hijau (ciri khas Islam) dan memiliki 5 sisi.

 

Jadi blimbing itu adalah isyarat dari agama Islam, yang dicerminkan dari 5 sisi buah blimbing yang menggambarkan rukun Islam yang merupakan Dasar dari agama Islam. Kenapa “Penekno” ? ini adalah ajakan para wali kepada Raja-Raja tanah Jawa untuk mengambil Islam dan dan mengajak masyarakat untuk mengikuti jejak para Raja itu dalam melaksanakan Islam.

 

Lunyu lunyu penekno kanggo mbasuh dodotiro. Walaupun dengan bersusah payah, walupun penuh rintangan, tetaplah ambil untuk membersihkan pakaian kita. Yang dimaksud pakaian adalah taqwa. Pakaian taqwa ini yang harus dibersihkan.

 

Dodotiro dodotiro, kumitir bedah ing pinggir. Pakaian taqwa harus kita bersihkan, yang jelek jelek kita singkirkan, kita tinggalkan, perbaiki, rajutlah hingga menjadi pakain yang indah ”sebaik-baik pakaian adalah pakaian taqwa“.

 

dondomono jlumatono kanggo sebo mengko sore. Pesan dari para Wali bahwa suatu ketika kamu akan mati dan akan menemui Sang Maha Pencipta untuk mempertanggungjawabkan segala perbuatanmu. Maka benahilah dan sempurnakanlah ke-Islamanmu agar kamu selamat pada hari pertanggungjawaban kelak.

 

Mumpung padhang rembulane, mumpung jembar kalangane. Para wali mengingatkan agar para penganut Islam melaksanakan hal tersebut ketika pintu hidayah masih terbuka lebar, ketika kesempatan itu masih ada di depan mata, ketika usia masih menempel pada hayat kita.

 

Yo surako surak hiyo. Sambutlah seruan ini dengan sorak sorai “mari kita terapkan syariat Islam” sebagai tanda kebahagiaan. Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu (Al-Anfal :25)

 

* Diambil dari berbagai sumber. Mohon dikoreksi jika ada kesalahan, karena saya juga manusia yang tak pernah lepas dari salah dan dosa.

 

NB : Untuk teman-temanku yang belum mengikuti training MCB (Mission Statement and Character BUilding) –> sebuah training ESQ 165 tingkat ke 2, silahkan ikut..

SUBHANALLAH..

—————aku hanya setitik manusia kecil————

Mungkin kini saatnya aku bicara pada dunia. Tentang sedikit perjalananku mencari. Mencari kepastian dan ketenangan bagi nafasku. Aku bukanlah seorang yang bijak ataupun jiwa yang sempurna. Bahkan aku hanya setitik manusia kecil yang sedang bergelut dengan waktu. Aku hanya debu yang tidak ada artinya disisi Allah. Jika Allah mau pun aku menjadi orang yang tidak berguna disisiNya.
Sekarang, aku hanya ingin setiap detik, setiap hembusan nafasku, aku menjadi sesuatu yang terus lebih baik. Aku menaruh harap pada setiap kata-kata, setiap huruf yang aku goreskan menjadi buah manis yang bisa ku bagi untuk dunia. Insya Allah..

Ya, bisa dibilang mereka sangat paham semua tentang Islam, tafsir, hadist, bahkan semua isi Al-Qur’an. Subhanallah.. Dengan agenda dakwah yang begitu padat, dengan organisasi dimana-mana yang begitu sibuk, dengan kegiatan “mingguan” yang dapat meningkatkan kapasitas ruhiyah dan tsaqofah, dengan kepanitiaan dimana-mana, dengan binaan yang tersusun rapih, dengan akademik yang begitu bagus dan memuaskan, dan dengan yang lain.. Agenda demi agenda yang Subhanallah tidak bisa dihitung dengan jari,,

Tapi hanya 1 saja yang ku pinta dari Mu ya Allah, yang maha lembut,, lembutkan hati mereka ya Lathiif,, ketika ada sedikit ilmu pada mereka yang masuk ke dalam hati mereka. Berilah ruang kosong untuk lebih mencintaiMu dan RasulMu. Menerima ilmu yang Kau beri untukku di 165. Aku hanya setitik manusia kecil yang menyebarkan sedikit ilmu dari Surat CintaMu Ya Allah,,Sehingga mereka dapat mendengarkan apa yang dibicarakan orang lain kepada mereka dengan sepenuh hati. Belajar untuk tidak sombong itu sangat berat, ya,, sangaaat berat.
Sombong karena sudah tahu ayat ini dan itu..?
Sombong karena sudah tahu hadist ini dan itu..?
Sombong karena sudah tahu tafsir ini dan itu..?
Sombong karena memegang binaan ini dan itu..?
Sombong karena sudah hafal ayat ini dan itu..?
Astaghfirullahalazim.. apakah kita tahu atau sok tahu..?
Aku ingin selalu meraba sensasi baru untuk mengetahui apa itu dunia. Apa itu alam semesta. Bagian hitam dan putihnya. Aku ingin punya hidup warna-warni. Merencanakannya dari sejak aku belum tahu, mencari rasa ingin tahu, dan akhirnya aku tahu. Alhamdulillah..

Ternyata selama ini bangku yang mengajarkan aku bagaimana melafazkan surat cinta Illahi, mengajarkan aku gerakan-gerakan untuk menghamba pada-Nya belum cukup membangun benteng ruhaniku. Dan saat aku berdiri pada tubuh yang tak bertuan, saat aku merusak catur hidupku. Ada yang datang mengetuk. Memberi aku peta emas menuju perkenalan pada Penciptaku sebenarnya. Membuka tabir cahaya yang selama ini tertutup hijab di depan mataku.

Dia menolongku, menarikku dari kebahagiaan semu di balik kesengsaraan dunia. Karena Dia begitu menyayangiku, memberiku kesempatan untuk menjalin hubungan yang mesra bersama-Nya. Kebisingan perlahan mengecil. Kecantikan ini membentuk rupa kebahagiaan total.
Dia yang terus membuatku tersenyum meskipun mereka terus menghina 165 Nya.

“Ya Allah, jauhkanlah kami dari sifat-sifat yang menganggap diri paling benar dan yang lain salah, atau lebih rendah dari diri kami.”

“Tidakkah mereka melakukan perjalanan di muka bumi, sehingga mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka mengerti, dan mempunyai telinga yang dengan itu mereka mendengar? Sungguh, bukanlah matanya yang buta, tapi yang buta ialah hatinya yang ada dalam (rongga) dadanya” (QS. Al-Hajj 22:46)

By moslemsmiles Posted in Tak Berkategori Dengan kaitkata