Fiqh Prioritas (Fiqh Al-Awlawiyyat)

“fiqh prioritas” atau (fiqh al-awlawiyyat) adalah sebuah kajian ini sebetulnya dimaksudkan untuk menyoroti sejumlah prioritas yang terkandung di dalam ajaran agama, berikut dalil-dalilnya, agar dapat memainkan peranannya di dalam meluruskan pemikiran, membetulkan metodologinya, dan meletakkan landasan yang kuat bagi fiqh ini. Sehingga orang-orang yang memperjuangkan Islam dan membuat perbandingan mengenainya, dapat memperoleh petunjuk darinya; kemudian mau membedakan apa yang seharusnya didahulukan oleh agama dan apa pula yang seharusnya diakhirkan; apa yang dianggap berat dan apa pula yang dianggap ringan; dan apa yang dihormati oleh agama dan apa pula yang disepelekan olehnya. Dengan demikian, tidak akan ada lagi orang-orang yang melakukan tindakan diluar batas kewajaran, atau sebaliknya, sama sekali kurang memenuhi syarat. Pada akhirnya, fiqh ini mampu mendekatkan pelbagai pandangan antara orang-orang yang memperjuangkan Islam dengan penuh keikhlasan.

Yang dimaksud Dr. Yusuf Al Qardhawy ialah meletakkan segala sesuatu pada peringkatnya dengan adil, dari segi hukum, nilai, dan pelaksanaannya. Pekerjaan yang mula-mula dikerjakan harus didahulukan, berdasarkan penilaian syari’ah yang shahih, yang diberi petunjuk oleh cahaya wahyu, dan diterangi oleh akal. “… Cahaya di atas cahaya…” (an-Nuur: 35). Sehingga sesuatu yang tidak penting, tidak didahulukan atas sesuatu yang penting. Sesuatu yang penting tidak didahulukan atas sesuatu yang lebih penting. Sesuatu yang tidak kuat (marjuh) tidak didahulukan atas sesuatu yang kuat (rajih). Dan sesuatu “yang biasa-biasa” saja tidak didahulukan atas sesuatu yang utama, atau yang paling utama. Sesuatu yang semestinya didahulukan harus didahulukan, dan

yang semestinya diakhirkan harus diakhirkan. Sesuatu yang kecil tidak perlu dibesarkan, dan sesuatu yang penting tidak boleh diabaikan. Setiap perkara mesti diletakkan di tempatnya dengan seimbang dan lurus, tidak lebih dan tidak kurang. Sebagaimana difirmankan oleh Allah SWT: “Dan Allah SWT telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan). Supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu. Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu.” (ar-Rahman:7-9).

Dasarnya ialah bahwa sesungguhnya nilai, hukum, pelaksanaan, dan pemberian beban kewajiban menurut pandangan agama ialah berbeda-beda satu dengan lainnya. Semuanya tidak berada pada satu tingkat. Ada yang besar dan ada pula yang kecil; ada yang pokok dan ada pula yang cabang; ada yang berbentuk rukun dan ada pula yang hanya sekadar pelengkap; ada persoalan yang menduduki tempat utama (esensi) tetapi ada pula yang hanya merupakan persoalan pinggiran; ada yang tinggi dan ada yang rendah; serta ada yang utama dan ada pula yang tidak utama. Persoalan seperti itu telah dijelaskan di dalam nas al-Qur’an, sebagaimana difirmankan Allah SWT: “Apakah orang-orang yang memberi minuman kepada orang-orang yang mengerjakan ibadah haji dan mengurus Masjid al-Haram, kamu samakan dengan orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian serta berjihad di jalan Allah? Mereka tidak sama di sisi Allah; dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada kaum Muslim yang zalim. Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan.” (at-Taubah, 19-20)

Di samping itu Rasulullah saw juga bersabda, “Iman itu ada tujuh puluh cabang lebih; yang paling tinggi di antaranya ialah ‘la ilaha illa Allah,’ dan yang paling rendah ialah ‘menyingkirkan gangguan dari jalan.'”1

Para sahabat Nabi saw memiliki antusiasme untuk mengetahui amalan yang paling utama (atau yang diprioritaskan), untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Oleh karena itu banyak sekali pertanyaan yang mereka ajukan kepada baginda Nabi saw mengenai amalan yang paling mulia, amalan yang paling dicintai Allah SWT; sebagaimana pertanyaan yang pernah dikemukakan oleh Ibn Mas’ud, Abu Dzarr, dan lain-lain. Jawaban yang diberikan Nabi saw atas pertanyaan itupun banyak sekali, sehingga tidak sedikit hadits yang dimulai dengan ungkapan ‘Amalan yang paling mulia…”; dan ungkapan ‘Amalan yang paling dicintai Allah’. Dia akan melihat bahwa sejumlah parameter yang berkaitan dengan penjelasan amalan, nilai, dan kewajiban yang paling utama, paling baik, dan paling dicintai Allah SWT telah diletakkan di depan kita. Misalnya: “Shalat berjamaah itu lebih utama daripada shalat sendirian; dengan kelebihan sebanyak dua puluh tujuh tingkatan.”4

“Satu dirham dapat menandingi seratus dirham.”5

“Berjaga dalam jihad selama sehari semalam adalah lebih baik daripada berpuasa dan qiyamul-lail selama sebulan.”6

“Sesungguhnya keikutsertaan salah seorang dari kamu dalam jihad di jalan Allah adalah lebih baik daripada shalat yang dilakukan olehnya di rumahnya selama tujuh puluh tahun.”7

Sebaliknya, ada juga parameter yang berkaitan dengan penjelasan mengenai pelbagai perbuatan buruk, dengan berbagai tingkat perbedaannya di sisi Allah SWT; berupa dosa-dosa besar dan dosa-dosa kecil; perkara yang syubhat dan perkara makruh. Kadang-kadang sebagian perbuatan ini dikaitkan satu dengan lainya; Kita juga diperingatkan untuk tidak melakukan perbuatan yang dikategorikan sebagai perbuatan jahat daripada yang lainnya, atau yang lebih buruk daripada perbuatan lainnya. Al-Qur’an juga telah menjelaskan bahwa derajat manusia itu tidak sama meskipun kemanusiaan mereka sama, karena mereka sama-sama diciptakan sebagai manusia. Akan tetapi, sesungguhnya ilmu dan amal perbuatan mereka sama sekali berbeda satu dengan lainnya.

Begitulah kita menemukan bahwa manusia berbeda satu dengan lainnya, dan mereka memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh orang lainnya. Amal perbuatan mereka berbeda; dan yang membedakan kedudukan mereka satu sama lainnya ialah ilmu, amal, ketaqwaan, dan perjuangannya. Apabila kita memperhatikan kehidupan kita dari berbagai sisinya –baik dari segi material maupun spiritual, dari segi pemikiran, sosial, ekonomi, politik ataupun yang lainnya– maka kita akan menemukan bahwa timbangan prioritas pada umat sudah tidak seimbang lagi. Kita dapat menemukan di setiap negara Arab dan Islam berbagai perbedaan yang sangat dahsyat, yaitu perkara-perkara yang berkenaan dengan dunia seni dan hiburan senantiasa diprioritaskan dan didahulukan atas persoalan yang menyangkut ilmu pengetahuan dan pendidikan. Dalam aktivitas pemudanya kita menemukan bahwa perhatian terhadap olahraga lebih diutamakan atas olah akal pikiran, sehingga makna pembinaan remaja itu lebih berat kepada pembinaan sisi jasmaniah mereka dan bukan pada sisi yang lainnya. Lalu, apakah manusia itu hanya badan saja, akal pikiran saja, ataukah jiwa saja? Akan tetapi kita sekarang ini menyaksikan bahwa manusia dianggap sebagai manusia dengan badan dan otot-ototnya, sebelum menimbang segala sesuatunya.

Pada musim panas tahun lalu (1993), tiada perbincangan yang terjadi di Mesir kecuali perbincangan di seputar bintang sepak bola yang dipamerkan untuk dijual. Harga pemain ini semakin meninggi bila ada tawar-menawar antara beberapa klub sepak bola, sehingga mencapai 750.000 Junaih (satuan mata uang Mesir). Jarang sekali mereka yang mengikuti perkembangan dunia olahraga, khususnya olahraga yang bermanfaat bagi manusia dalam kehidupan mereka sehari-hari. Mereka hanya menumpukan perhatian terhadap pertandingan olahraga, khususnya sepak bola yang hanya dimainkan beberapa orang saja, sedangkan yang lainnya hanya menjadi penonton mereka. Sesungguhnya bintang masyarakat, dan nama mereka yang paling cemerlang bukanlah ulama atau ilmuwan, bukan pemikir atau juru da’wah; akan tetapi mereka adalah apa yang kita sebut sekarang dengan para aktor dan aktris, pemain sepak bola, dan sebagainya.

Surat kabar dan majalah, televisi dan radio, hanya memperbincangkan kehidupan, tingkah laku, “kejayaan,” petualangan, dan berita di sekitar mereka, walaupun tidak berharga. Sedangkan orang-orang selain mereka tidak pernah diliput, dan bahkan hampir dikesampingkan atau dilupakan. Apabila ada seorang seniman yang meninggal dunia, seluruh dunia gempar karena kematiannya, dan semna surat kabar berbicara tentang kematiannya. Namun apabila ada seorang ulama, ilmuwan, atau seorang profesor yang meninggal dunia, seakan-akan tidak ada seorangpun yang membicarakannya. Kalau dilihat dari segi material, perhatian mereka kepada dunia olahraga dan seni memakan biaya sangat tinggi; yaitu untuk membiayai publikasi, dan keamanan penguasa, yang mereka sebut sebagai biaya “keamanan negara”; dimana tidak ada seorang pun dapat menolak atau mengawasinya. Mengapa semua itu bisa terjadi? Pada saat yang sama, lapangan dunia pendidikan, kesehatan, agama, dan perkhidmatan umum, sangat sedikit mendapat dukungan dana; dengan alasan tidak mampu atau untuk melakukan penghematan, terutama apabila ada sebagian orang yang meminta kepada mereka sumbangan untuk melakukan peningkatan sumber daya manusia dalam rangka menghadapi perkembangan zaman.

Persoalannya adalah seperti yang dikatakan orang: “Penghematan di satu sisi, tetapi di sisi lain terjadi pemborosan”; sebagaimana yang pernah dikatakan Ibn al-Muqaffa,: “Aku tidak melihat suatu pemborosan terjadi kecuali di sampingnya ada hak yang dirampas oleh orang yang melakukan pemborosan itu.”

Judul FIQH PRIORITAS : Sebuah kajian baru berdasarkan Al-Quran dan As-Sunnah
No. ISBN
Penulis Dr. Yusuf Qardhawi
Penerbit Robbani Press 
Tanggal terbit 2008
Jumlah Halaman 336
Iklan

Palestine, emang Gue Pikirin?

Judul : Palestine, Emang Gue Pikirin?
Penulis : Shofwan Al-Banna
Penerbit : Proumedia – Yogyakarta.
Cetakan ke : II
Tahun Terbit : September 2006
Tebal Buku : xii + 308 halaman

Cover buku “Palestine, Emang Gue Pikirin?”

dakwatuna.com – Konflik Palestina-Israel, hingga kini belum berujung. Konflik yang bermula sejak berdirinya Negara (tidak sah) bernama Israel di tanah Palestina pada 14 Mei 1948 itu sampai kini belum berakhir. Bahkan, Sidang Umum tahunan PBB September lalu, seakan tak bermakna apa-apa bagi Palestina. Israel berhasil melobi Amerika sehingga Negeri Paman Sam itu menggunakan hak vetonya. Dan hingga kini, Palestina yang kita cintai tetap berada dalam cengkeraman Zionis Israel yang tidak tahu diri.

Berbagai makar dilakukan oleh kaum Zionis ini. Mereka menghalalkan bermacam cara demi ambisi mereka : menduduki Palestina dan mengubahnya menjadi Israel. Mereka berdalih beraneka rupa, mulai dalih agama sampai dalih sejarah. Mereka mengklaim bahwa Palestina adalah tanah yang dijanjikan oleh dewa-dewa mereka. Dalam segi sejarah, mereka mengatakan bahwa di Palestina terdapat peninggalan-peninggalan sejarah milik nenek moyang mereka yang berarti bahwa dahulu Zionis Israel pernah tinggal dan menetap di bumi Palestina.

Secara fakta, semuanya bohong. Kedua dalih tersebut hanyalah isapan jempol yang tidak terbukti. Ya. Israel kehabisan cara karena hampir semua negara pernah menolak keberadaan warga zionis untuk tinggal di dalamnya. Mulai dari Italia, Spanyol, Jerman, Rusia, bahkan Amerika, pada zaman dahulu pernah mengusir bangsa kera ini. Hal ini terjadi karena sikap Zionis Israel yang selalu merasa super. Mereka mengklaim bahwa mereka adalah kaum terbaik. Sehingga, mereka merasa layak menghuni bumi ini sendirian. Sedangkan selain mereka, tidaklah layak menghuni bumi ini. Ya. Mereka menghendaki ‘hengkangnya’ kita dari bumi ini. Dalam kamus mereka : Bumi ini hanya milik golongan kami.

Adalah wajar bagi Bangsa Palestina untuk membela diri. Bagaimanapun, penjajahan haruslah dihapuskan. Maka perlawanan demi perlawanan digalakkan oleh warga Palestina untuk mengusir Zionis dari tanah suci mereka. Mulai dari perang dengan bersenjatakan batu  (intifadhah ), dengan bom Molotov, bom mobil, hingga jalur diplomasi tidak luput dilakukan oleh warga Palestina dan pemerintahan Palestina yang mendambakan kemerdekaan. Meskipun, hingga kini belum berhasil. Palestina tetap dalam cengkeraman penjajahan zionis yang keji.

Mereka melakukan berbagai cara pembantaian dan pembunuhan terhadap warga Palestina. Di manapaun dan kapan pun. Mulai dari pembantaian massal, meratakan sebuah perkampungan dengan tanah untuk kemudian dibangun pemukiman yahudi, membunuh warga yang tengah khusyu’ melakukan shalat subuh, sampai para pengungsi pun dibasmi, termasuk di dalamnya bayi  dalam kandungan, anak-anak balita yang tak berdosa, pelajar, kaum ibu-ibu, pun para jompo, semuanya dibasmi oleh Zionis jika label mereka ‘Warga Palestina’.

Dunia Islam pun diam. Mereka tidak bisa berkutik. Hanya mengecam dan mengancam. Belum ada upaya pasti dari pemimpin negeri mayoritas muslim untuk membantu Palestina secara sungguh-sungguh.

Apalagi dunia internasional. PBB dan Amerika sengaja diam. Karena mereka termasuk dalang di balik perang ini. Lihat saja sebuah statistik, Amerika secara rutin mengguyurkan dananya sebesar 620an juta dolar per tahun kepada Israel untuk memerangi warga Palestina. Belum lagi dana terselubung dari penjualan produk-produk Zionis dan Amerika yang bertebaran di seluruh penjuru dunia.

Dukungan Amerika terhadap yahudi adalah keniscayaan. Karena kejayaan (semu) mereka adalah hasil dari sokongan warga-warga Zionis Yahudi di balik layar. Ya, singkatnya : Dunia berada dalam cengkeraman keji Zionis Yahudi. Na’udzubillah.

Meski diteror dengan beraneka rupa pembantaian dan pembunuhan, warga Palestina tidaklah menyerah. Bahkan, mereka merasa bangga ketika bisa syahid saat melawan penjajah zionis. Mereka yakin bahwa kematian mereka adalah sarana untuk menebus surga yang Allah janjikan kepada siapa saja yang berjihad di jalan Allah. Warga Palestina, dengan segala keterbatasannya membuat kita belajar tentang makna pengorbanan yang sesungguhnya. Berkorban atas nama bangsa, berkorban atas nama agama Islam, meski dengan nyawa yang mereka miliki.

Paparan di atas adalah sekilas mengenai konflik Palestina-Israel yang belum juga berujung. Paparan ini, bisa pembaca lihat lebih lanjut dalam buku bertajuk “ Palestina Emang Gue Pikirin.” Buku yang ditulis dua jilid ( side A dan side B ) dalam satu buku ( bolak balik ) terbitan Proumedia- Yogyakarta – merupakan sebuah buku yang sangat disayangkan untuk dilewatkan oleh siapa pun yang merasa peduli dengan saudaranya. Entah saudara sesama muslim, pun saudara sesama umat manusia. Pasalnya, pembantaian Zionis terhadap warga Palestina tidak berhenti pada pembunuhan warga muslim, melainkan juga warga nasrani. Bangunan yang diratakan dengan tanah pun, bukan hanya masjid melainkan juga gereja. Zionis, bukan hanya musuh Islam. Mereka adalah mush kemanusiaan.

Yang membuat menarik dari buku ini adalah kemasan yang ‘ciamik’. Sajian dengan bahasa gaul, bentuknya yang sedang dan covernya yang ‘jihadi’ membuat buku ini tidak kehilangan makna ilmiahnya karena dilengkapi dengan data-data akurat seputar kebengisan Zionis.

Pembaca akan juga mendapatkan sebuah gambaran lengkap terkait sejarah Palestina dari awal. Termasuk jenis-jenis perlawanan rakyat Palestina, hingga sejarah para Penyelamat Palestina seperti Umar bin Khattab dan legendaris Shalahuddin Al Ayyubi. Pembaca juga akan disajikan sebuah suguhan bergelora tentang syahidnya para Pejuang Palestina. Sebut saja  Imaduddin Zanki, Imad Aqil, Syeikh Izzudin Al Qosam, Sang Insinyur Yahya Ayyash, hingga siswi SMA bernama Akhyat Akhras yang mengorbankan nyawanya demi Palestina, sementara calon suaminya sudah menunggunya di hari perkawinan keduanya. Serta pejuang-pejuang lain yang bangga ketika peluru Zionis berhasil bersarang dan melukai tubuh-tubuh mereka.

Buku ini juga menyajikan bermacam pembantaian yang dilakukan oleh Zionis, hingga produk-produk Amerika yang terbiasa dikonsumsi  oleh umat Islam Indonesia yang muaranya adalah dana perang untuk Israel melawan Palestina. Buku ini benar-benar membuka cakrawala berpikir kita sehingga kita tidak mudah mengekori opini publik yang cenderung ‘kontra’ Palestina dan Islam.

Dalam buku ini, diterangkan pula perbedaan antara Zionis sebagai Ideologi, Israel sebagai sebuah negara ( tidak syah ) dan Yahudi sebagai induk dari keduanya. Karena kebanyakan kita tidak tahu dan menyamakan ketiganya. Padahal, ketiganya serupa, tapi tidaklah sama.

Bagian akhir dari buku ini merupakan sebuah langkah pasti  yang tidak hanya bicara. Penulis – Shofwan Al Banna – benar- benar mengajak kita untuk tidak hanya berpangku tangan. Agar kita tidak hanya diam, apalagi sekedar bertepuk tangan ketika melihat saudara-saudara kita dihujani peluru dan bom. Lebih jauh, penulis benar-benar menyajikan langkah-langkah pasti bagi kita untuk memberikan apa yang kita punya demi tegaknya Palestina Merdeka. Ada langkah-langkah praktis seperti Persiapan diri, Penyebaran informasi, Mendukung ormas Pro Palestina, hingga sumbangan dan darah demi tegaknya Al Aqsha dan Palestina dalam naungan keadilan Islam.

Akhirnya, buku ini sangatlah disayangkan jika tidak di baca oleh siapa saja yang merasa peduli Al Aqsha, Palestina, Islam dan Dunia. Karena Dunia ini, nampak lebih indah tanpa adanya Zionis yang keji.

Sebagi sebuah karya tulis, tentunya buku ini tidaklah luput dari kekurangan. Kekurangan pertama adalah kurang tebalnya buku ini, sehingga pembaca merasa kurang puas untuk menelusuri lebih jauh tentang kelanjutan konflik yang tak kunjung usai ini. Jika saja ditulis buku kedua, bisa jadi akan lebih seru dan komprehensif. Kekurangan kedua, pada buku ini ada beberapa cetakan yang perekatnya kurang lekat, sehingga halamannya berguguran ketika dibalik menuju halaman berikutnya. Jika yang berguguran adalah tentara Zionis, tentunya itu yang kita harapkan.

Akhir kata, saya sangat menikmati buku ini karena paduan antara keilmiahan dan kekocakan Penulisnya. Salah satu contohnya adalah sebuah pertanyaan retoris dalam buku ini. Ketika penulis bertanya, “ Mengapa Israel Berdiri?” tentunya, kita akan mengkreasi beraneka jawab untuk menjawab pertanyaan tersebut. Tapi dengan kecerdasan penulis, ia menjawab santai, “ Israel berdiri bukan karena bisulan atau karena tidak kebagian tempat duduk ….  Hehehehe.”

Selamat membaca, semoga berkah.

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2011/10/15628/palestine-emang-gue-pikirin/#ixzz1bbBtAvZz

Saya Menginginkan Seluruh Dunia Plus 5%

Bab I dari Buku : Masa Lalu Uang & Masa Depan Dunia
Penerbit : Pustaka Pohon Bodhi (Oktober 2007)

Terjemahan dari artikel : Larry Hannigan

sebuah dongeng sebelum memulai…

Saya Menginginkan Seluruh Dunia Plus 5%

Fabian sangat bahagia karena dia akan menyampaikan sebuah pidato ke masyarakat besok. Dia selalu menginginkan kekayaan dan kekuasaan dan sekarang impiannya akan segera menjadi kenyataan. Dia adalah seorang tukang emas, mengukir emas dan perak menjadi perhiasan, tetapi semakin lama semakin tidak puas karena harus bekerja keras dalam hidupnya. Fabian menginginkan kesenangan, dan juga tantangan, dan sekarang rencana barunya siap untuk dimulai.Selama puluhan generasi, masyarakat terbiasa dengan sistem perdagangan barter. Seseorang akan menghidupi keluarganya dengan memproduksi semua yang mereka butuhkan ataupun mengkhususkan diri dalam perdagangan produk tertentu. Kelebihan dari yang dia produksi, akan dia tukarkan dengan kelebihan barang lain yang diproduksi orang lain.

Pasar setiap hari ramai dan bersemangat, orang-orang berteriak dan melambaikan dagangannya. Sebelumnya pasar adalah tempat yang menyenangkan, tetapi sekarang jumlah orang terlalu banyak, pertengkaran pun semakin banyak. Tidak ada lagi waktu untuk ngobrol dan bercanda, sebuah sistem yang lebih baik mulai diperlukan.


Secara umum, orang-orang relatif bahagia, dan mereka menikmati buah dari hasil kerja keras mereka.

Di setiap komunitas dibentuk sebuah pemerintahan yang sederhana yang tugasnya menjaga agar kebebasan dan hak setiap anggota masyarakat dilindungi dan untuk memastikan bahwa tak seorang pun akan dipaksa untuk melakukan hal yang tidak dia inginkan oleh siapapun juga.


INI ADALAH TUJUAN SATU-SATUNYA DARI PEMERINTAH (GOVERNMENT) DAN SETIAP ANGGOTA PEMERINTAH DIPILIH SECARA SUKARELA OLEH ANGGOTA KOMUNITAS YANG ADA.

Namun, ada masalah yang tidak bisa mereka selesaikan di perdagangan pasar sehari-hari… Apakah sebelah pisau senilai dengan dua keranjang jagung? Apakah seekor kerbau lebih berharga dari seekor ayam…? Orang-orang menginginkan sistem yang lebih baik.

Fabian mengiklankan diri kepada masyarakat, “Saya punya solusi atas masalah barter yang kita alami, dan saya mengundang kalian semua untuk sebuah pertemuan publik besok harinya.”

Besok harinya orang-orang pun berkumpul di tengah kota dan Fabian menjelaskan kepada mereka konsep tentang “uang”. Masyarakat yang mendengarkan pidatonya terkesan dan ingin mendengar lebih banyak.

“Emas yang saya produksi menjadi perhiasan adalah logam yang luar biasa. Dia tidak akan berkarat, dan bisa bertahan sangat lama. Saya akan membuat emas dalam bentuk koin dan kita akan menyebut setiap koin dengan nama dolar”

Fabian menjelaskan konsep tentang nilai, dan bahwa “uang” akan menjadi medium pertukaran barang, sebuah sistem yang lebih baik daripada barter.

Salah satu dari anggota pemerintah bertanya “Tetapi orang tertentu bisa menambang emas sendiri dan membuat koin untuk diri mereka sendiri”

“Ini tidak boleh diterima” kata Fabian. “Hanya koin-koin yang disetujui pemerintah yang boleh digunakan, dan kita akan membuat stempel khusus di koin-koin tersebut.” Ini kedengarannya masuk akal dan orang-orang pun mulai menyarankan agar setiap orang mendapatkan sama banyak. “Tetapi saya yang paling pantas mendapatkan lebih” kata si pembuat lilin. “Tidak, saya lah yang berhak mendapatkan lebih,” kata si petani. Dan pertengkaran pun dimulai.

Fabian membiarkan mereka bertengkar selama beberapa saat, kemudian berkata, “Karena tidak ada kesepakatan di antara kalian semua, biarlah saya yang menentukan angkanya buat Anda. Tidak ada batasan berapa koin yang akan Anda dapatkan dari saya, semua tergantung kemampuan Anda untuk membayar. Semakin banyak yang Anda dapatkan, semakin banyak yang harus Anda kembalikan tahun depan.”

“Lalu apa yang akan kamu dapatkan?” kata salah satu pendengar.

“Karena saya yang menyediakan jasa ini, yaitu suplai uang, maka saya berhak mendapatkan bayaran dari kerja kerasku. Untuk setiap 100 koin yang Anda dapatkan dari saya, Anda akan membayarkan kembali kepadaku sebanyak 105 koin tahun depannya. 5 koin ini adalah bayaranku, dan saya akan menyebutnya bunga.”

Kedengarannya tidak terlalu buruk, lagipula 5% sepertinya tidak banyak. Maka orang-orang pun setuju. Mereka sepakat untuk bertemu seminggu kemudian dan memulai sistem baru ini.

Fabian tidak membuang waktu. Dia membuat koin emas siang dan malam, dan seminggu kemudian dia pun siap dengan koinnya. Orang-orang antri panjang di depan tokonya. Setelah dicek dan disetujui oleh pemerintah, koin emas Fabian resmi diedarkan. Sebagian orang hanya meminjam sedikit koin, setelah itu mereka segera pergi ke pasar mencoba sistem baru ini.

Masyarakat segera menyadari sisi baik dari sistem ini, dan mereka pun mulai menilai harga setiap barang dengan koin emas atau dolar. Orang-orang memberikan harga pada dagangannya sesuai dengan usaha untuk memproduksi barang tersebut. Barang yang mudah diproduksi harganya lebih rendah, dan barang yang sulit diproduksi harganya lebih mahal.

Alan adalah seorang tukang jam. Satu-satunya di kotanya. Jam yang dia buat sangatlah mahal, tetapi orang-orang bersedia membayar untuk mendapatkan jam yang dia buat. Dan kemudian ada seorang lain yang juga mulai membuat jam dan menjualnya dengan harga yang lebih murah. Alan pun terpaksa menurunkan harga jamnya. Kedua orang ini bersaing memproduksi jam dengan kualitas terbaik dengan harga yang lebih murah. Ini adalah asal muasal dari apa yang kita sebut kompetisi.

Hal yang sama terjadi juga kepada para kontraktor, operator transportasi, akuntan, petani, dan lainnya. Para pembeli selalu memilih transaksi yang menurut mereka paling menguntungkan, mereka memiliki kebebasan untuk memilih. Tidak ada perlindungan buatan semacam lisensi ataupun cukai tarif untuk menghambat orang-orang memulai perdagangan. Standar hidup masyarakat mulai meningkat, dan tak lama kemudian orang-orang pun tidak bisa membayangkan sebuah sistem perdangan tanpa uang.

Setahun kemudian, Fabian pun mulai mendatangi orang-orang yang berhutang kepadanya. Orang-orang tertentu memiliki koin emas lebih dari yang mereka pinjam, tetapi ini berarti ada orang lainnya yang memiliki lebih sedikit dari yang mereka pinjam, sebab jumlah koin yang dibuat pada awalnya memang terbatas jumlahnya. Orang-orang yang memiliki koin lebih membayar kepada Fabian dan juga 5% bunganya, tetapi mereka kemudian meminjam lagi kepadanya untuk melanjutkan sistem perdagangan di tahun mendatang.

Sebagian orang mulai menyadari untuk pertama kalinya seperti apa rasanya hutang. Sebelum mereka bisa meminjam kembali kepada Fabian, kali ini mereka harus menjaminkan aset-aset kepadanya, dan mereka pun melanjutkan perdagangan selama setahun mendatang, mencoba mendapatkan 5 koin lebih untuk setiap 100 koin yang mereka pinjam dari Fabian.

Saat itu, belum ada seorang pun yang menyadari bahwa seluruh masyarakat, sekalipun mengembalikan semua hutang koin mereka, tetap tidak bisa melunasi hutang mereka kepada Fabian, karena kelebihan 5% koin emas yang merupakan kewajiban mereka tidak pernah diedarkan oleh Fabian. Tak seorang pun selain Fabian yang mengetahui bahwa adalah hal yang mustahil bagi masyaratkat ini untuk bisa melunasi hutang mereka bila ditambahkan dengan bunga, uang yang tidak pernah dia edarkan.

Memang benar Fabian sendiri juga membuat koin untuk dirinya sendiri dan koin ini akan beredar di masyarakat, namun tidak mungkin dia sanggup mengkonsumsi 5% dari semua barang di masyarakat.

Di dalam toko emasnya, Fabian memiliki sebuah ruang penyimpanan yang sangat kuat, dan sebagian masyarakat merasa lebih aman kalau menitipkan koin emas mereka kepada Fabian untuk disimpan. Fabian akan menagih sejumlah uang tertentu sebagai jasa penyimpanan untuk orang-orang tersebut. Sebagai bukti atas deposit emas mereka, Fabian memberikan mereka selembar kertas kwitansi.

Orang-orang yang membawa kwitansi dari Fabian ini bisa menggunakan kertas ini untuk membeli barang sama halnya seperti menggunakan koin emas. Dan lama-kelamaan kertas-kertas ini beredar di masyarakat sebagai uang sama seperti koin emas.

Tak lama kemudian, Fabian menemukan bahwa kebanyakan orang tidak akan menukarkan kembali kwitansi deposit mereka dengan koin emasnya.

Dia pun berpikir, “Saya memiliki semua emas di sini dan saya masih juga bekerja sebagai tukang emas. Ini benar-benar tak masuk akal. Ada ribuan orang di luar sana yang akan membayarkan bunga kepada saya atas koin-koin emas yang mereka titipkan kembali kepada saya yang bahkan tidak mereka tukarkan kembali.”

Memang benar, emas-emas mereka bukan milikku, tetapi emas-emas itu ada di dalam gudangku, dan itulah yang penting. Saya tidak perlu membuat koin sama sekali, saya bisa menggunakan koin-koin yang dititipkan kepadaku.

Mulanya Fabian sangat hati-hati, dia hanya meminjamkan sebagian kecil dari emas yang dititipkan orang kepadanya. Lama-kelamaan, karena terbukti tidak ada masalah, dia pun meminjamkan dalam jumlah yang lebih besar.

Suatu hari, seseorang mengajukan sebuah pinjaman yang nilainya sangat besar. Fabian berkata kepadanya “daripada membawa koin emas dalam jumlah sebesar itu, bagaimana kalau saya menulis beberapa lembar kwitansi emas kepadamu sebagai bukti depositmu kepadaku.” Orang itu pun setuju. Dia mendapatkan hutang yang dia inginkan tetapi emasnya tetap di gudang Fabian! Setelah orang itu pergi, Fabian pun tersenyum, dia bisa meminjamkan emas kepada orang sambil mempertahankan emas di gudangnya sendiri.

Baik teman, orang tak dikenal, maupun musuh, membutuhkan uang untuk melanjutkan perdagangan mereka. Selama orang-orang bisa memberikan jaminan, mereka bisa meminjam sebanyak yang mereka butuhkan. Dengan hanya menuliskan kwitansi, Fabian bisa meminjamkan emas-emasnya senilai beberapa kali lipat dari yang sebenarnya dia miliki. Segalanya akan baik-baik saja selama orang-orang tidak menukarkan kwitansi deposit emas mereka kepada Fabian.

Fabian memiliki sebuah buku yang menunjukkan debit dan kredit dari setiap orang. Bisnis simpan-pinjam ini benar-benar sangat menguntungkan baginya.


Status sosial Fabian di masyarakat meningkat secepat kekayaannya. Dia mulai menjadi orang penting, dia harus dihormati. Di dunia finansial, kata-katanya adalah ibarat sabda suci.

Tukang emas dari kota lain mulai penasaran tentang rahasia Fabian dan suatu hari mereka pun mengunjunginya. Fabian memberitahu apa yang dia lakukan, dan menekankan kepada mereka pentingnya kerahasiaan dari sistem ini.

Seandainya skema ini terekspos, bisnis mereka pasti akan ditutup, jadi mereka sepakat untuk menjaga kerahasiaan bisnis ini.

Masing-masing tukang emas ini kembali ke kota mereka dan menjalankan operasi seperti yang diajarkan oleh Fabian.

Orang-orang menerima kwitansi emas sama seperti emas itu sendiri, dan banyak emas yang masyarakat pinjam yang akan dititipkan kembali kepada Fabian. Ketika seorang pedagang ingin membayar kepada pedagang lainnya, mereka bisa menuliskan sebuah instruksi kepada Fabian untuk memindahkan uang dari rekening mereka kepada rekening lainnya, yang akan dilakukan oleh Fabian dengan mudah dalam beberapa menit. Sistem ini menjadi sangat populer, dan kertas instruksi ini pun mulai dikenal dengan sebutan “cek.”

Pada suatu malam, para tukang emas dari berbagai kota ini mengadakan sebuah pertemuan rahasia dan Fabian mengajukan sebuah rencana baru. Besok harinya mereka rapat dengan pemerintah dan Fabian berkata, “Kertas kwitansi kami telah menjadi sangat populer. Tak perlu diragukan, Anda para wakil rakyat juga menggunakan mereka dan manfaatnya jelas-jelas sangat memuaskan. Namun, sebagian kwitansi ini telah dipalsukan oleh orang-orang. Hal ini harus dihentikan!”

Para anggota pemerintah pun mulai khawatir. “Apa yang bisa kami lakukan? Tanya mereka. Jawaban Fabian “Pertama-tama, adalah tugas dari pemerintah untuk mencetak uang kertas dengan desain dan tinta yang unik, dan masing-masing uang kertas ini harus ditandatangani oleh Gubernur. Kami para tukang emas akan dengan senang hati membayar biaya cetak ini, ini juga akan menghemat banyak waktu kami untuk menulis kwitansi.” Para anggota pemerintah berpikir “Ya, memang kewajiban kami untuk melindungi masyarakat dari pemalsuan uang dan nasehat dari Fabian ini kedengarannya memang masuk akal.” Dan mereka pun setuju untuk mencetak uang kertas ini.


“Yang kedua”, kata Fabian, “sebagian orang juga pergi menambang emas dan membuat koin emas mereka sendiri. Saya menyarankan agar dibuat sebuah hukum agar setiap orang yang menemukan emas harus menyerahkannya. Tentu saja, mereka akan mendapat ganti rugi koin yang saya buat dan uang kertas baru.”

Ide ini pun mulai dijalankan. Pemerintah mencetak uang kertas baru dengan pecahan $1, $2, $5, $10, dan lainnya. Biaya cetak yang rendah ini dibayarkan oleh parang tukang emas.

Uang kertas ini jauh lebih gampang untuk dibawa dan dalam waktu singkat diterima oleh masyarakat. Namun, di luar faktor kenyamanan, ternyata uang kertas dan koin emas yang beredar hanyalah 10% dari nilai transaksi masyarakat. Kenyataan perdagangan menunjukkan bahwa 90% nilai transaksi dilakukan dengan cara pindah buku (cek).

Rencana berikut Fabian mulai berjalan. Sampai saat itu, orang-orang membayar Fabian untuk menitipkan koin emas (uang) mereka. Untuk menarik lebih banyak uang ke gudangnya, Fabian akan membayar para depositor 3% bunga atas emas titipan mereka.


Kebanyakan orang mengira Fabian meminjamkan kembali uang yang dititipkan kepadanya. Karena dia meminjamkan kepada orang lain dengan bunga 5%, dan dia membayar para deposan 3%, maka keuntungan Fabian adalah 2%. Orang-orang pun berpikir jauh lebih baik mendapatkan 3% daripada membayar Fabian untuk menjaga emas (uang) mereka, dan mereka pun tertarik.

Volume tabungan meningkat dengan cepat di gudang Fabian. Dia bisa meminjamkan uang kertas $200, $300, $400, bahkan sampai sampai $900 untuk setiap $100 yang dia dapatkan dari deposan. Dia harus berhati-hati dengan ratio 9:1 ini, sebab menurut pengalamannya, memang ada 1 dari setiap 9 orang yang akan menarik emas mereka. Bila tidak ada cukup uang saat diperlukan, masyarakat akan curiga.

Dengan demikian, untuk $900 dolar pinjaman yang diberikan Fabian, dengan bunga 5% dia akan mendapatkan kembali $45. Ketika pinjaman + bunga ini dilunasi, Fabian akan membatalkan $900 di kolom debit pembukuannya dan sisa $45 ini adalah miliknya. Dia dengan senang hati akan membayar bunga $3 untuk setiap $100 yang dititipkan deposan kepadanya. Artinya, keuntungan riil dari Fabian adalah $42! Bukan $2 yang dibayangkan kebanyakan orang. Para tukang emas di kota-kota lain melakukan hal yang sama. Mereka menciptkaan kredit (pinjaman) tanpa modal (emas) dan menagih bunga atas pinjaman mereka.

Para tukang emas ini tidak lagi membuat koin emas, pemerintahlah yang mencetak uang kertas dan koin dan memberikannya kepada para tukang emas ini untuk didistribusikan. Satu-satunya biaya Fabian adalah ongkos cetak uang yang sangat murah. Di samping itu, dia juga menciptakan kredit tanpa modal dan menagih bunga atas pinjaman barunya ini. Kebanyakan orang mengira suplai uang adalah operasi dari pemerintah. Mereka juga percaya bahwa Fabian meminjamkan uang dari para deposan kepada peminjam baru, tetapi rasanya agak heran mengapa orang lain bisa mendapatkan uang padahal uang para deposan masih tetap tak berkurang. Seandainya semua orang mencoba mengambil uang mereka pada saat yang bersamaan, skema penipuan ini akan terekspos.

Tak masalah bila sebuah pinjaman diajukan dalam bentuk uang kertas atau koin. Fabian tinggal mengatakan kepada pemerintah bahwa penduduk bertambah dan produksi baru memerlukan uang baru, yang akan dia dapatkan dengan biaya cetak yang sangat kecil.

Suatu hari seseorang pergi menemui Fabian. “Bunga yang Anda tagih ini salah,” katanya. “Untuk setiap $100 yang Anda pinjamkan, Anda meminta $105 sebagai kembalinya. $5 extra ini tidak mungkin bisa dibayarkan karena mereka bahkan tidak eksis.

”Petani memproduksi makanan, industri memproduksi barang, tetapi hanya Andalah yang memproduksi uang. Katakanlah hanya ada dua pedagang di negara ini, dan semua orang bekerja untuk salah satunya. Mereka masing-masing meminjam $100. Setahun kemudian, mereka harus mengembalikan masing-masing $105 kepada Anda (total $210). Bila salah satu orang berhasil menjual habis dagangannya dan mendapatkan $105, orang yang tersisa hanya akan memiliki $95, dia masih berhutang $10 kepadamu, dan tidak ada uang yang beredar untuk melunasi $10 ini kecuali dia mengajukan pinjaman baru kepadamu. Sistem ini bermasalah!”


“Untuk setiap $100 yang kamu pinjamkan, kamu seharusnya mengedarkan $100 kepada sang peminjam dan $5 untuk kamu belanjakan, jadi total uang yang beredar memungkinan si peminjam untuk membayar”

Fabian mendengarkan dengan tenang dan menjawab, “Dunia finansial adalah subjek yang rumit, anak muda, butuh waktu bertahun-tahun untuk memahaminya. Biarkan saya saja yang memikirkan masalah ini, dan kamu mengurus urusanmu saja. Kamu harus belajar untuk menjadi lebih efisien, meningkatkan produksimu, memotong ongkos pabrikmu dan menjadi pengusaha yang lebih cerdas. Saya siap membantu untuk urusan itu.”

Orang ini pun pergi meninggalkan Fabian, tetapi hatinya masih juga bimbang. Sepertinya ada yang tidak beres dengan sistem kerja Fabian, dan pertanyaan yang dia ajukan masih belum dijawab.

Orang-orang menghormati Fabian dan kata-katanya. Dia adalah pakar, orang yang tidak setuju dengannya pastilah orang bodoh. Lihatlah betapa negara ini bertambah maju, produksi kita juga terus bertumbuh, kehidupan kita sudah jauh lebih baik.

Untuk menutup bunga dari uang yang mereka pinjam, para pedagang dan pengusaha meninggikan harga dagangan mereka. Karyawan senantiasa memprotes mereka dibayar terlalu rendah dan pemilik perusahaan senantiasa menolak membayar lebih. Petani tidak bisa mendapatkan harga jual yang adil dari produk pertanian mereka. Para Ibu rumah tangga terus merasa tidak puas karena harga barang di pasar dinilai terlalu tinggi.


Pada suatu ketika, orang-orang akhirnya mulai berdemonstrasi, hal yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sebagian orang tidak sanggup melunasi hutang mereka dan menjadi miskin. Teman dan saudara mereka pun tidak sanggup untuk menolong. Mereka lupa kekayaan yang sebenarnya masih berlimpah di sekeliling mereka : tanah yang subur, hutan yang kaya, mineral yang berlimpah dan juga ternak-ternak yang sehat. Yang mereka pikirkan sepanjang hari adalah uang yang rasanya selalu kurang. Mereka tidak pernah bertanya tentang sistem. Mereka percaya pemerintahlah yang sedang menjalankan sistem ini.

Sebagian kecil orang di masyarakat yang kelebihan uang mulai membentuk perusahaan mereka sendiri untuk meminjamkan uang mereka. Mereka menagih bunga 6% atas uang mereka, lebih baik dari 3% yang ditawarkan oleh Fabian. Namun orang-orang ini meminjamkan uang mereka sendiri, tidak seperti Fabian yang bisa meminjamkan uang / menciptakan kredit tanpa modal.

Perusahaan-perusahaan pembiayaan ini tetap membuat khawatir Fabian dan kawan-kawannya, jadi mereka pun membentuk perusahaan pembiayaan mereka sendiri. Dalam kebanyakan kasus, mereka membeli perusahaan-perusahaan pembiayaan saingan mereka tersebut. Pada akhirnya, semua perusahaan pembiayaan dimiliki ataupun dalam kendali mereka.

Situasi ekonomi terus memburuk. Para pegawai mulai yakin bos mereka mendapatkan terlalu banyak keuntungan. Pemilik perusahaan pun menilai pegawainya terlalu malas dan tidak cukup bekerja keras. Semua orang mulai menyalahkan orang lain. Pemerintah bingung bagaimana menyelesaikan masalah ini. Masalah paling mendesak tentunya adalah bagaimana menolong orang yang paling miskin.

Pemerintah pun memulai sebuah program sosial dan memaksa anggota masyarakat untuk membayar sistem ini. Hal ini membuat marah sebagian orang, mereka percaya kepada gagasan lama bahwa membantu orang seharusnya adalah usaha suka rela, bukan paksaan.


“Peraturan ini adalah perampokan yang dilegalkan. Mengambil sesuatu dari seseorang, dengan menentang keinginan dari orang yang bersangkutan, apapun tujuannya, tidaklah berbeda dengan mencuri darinya.”

Namun orang-orang tak berdaya karena bila tidak membayar mereka akan dimasukkan ke dalam penjara. Program sosial ini selama beberapa waktu memang membantu keadaan, tetapi tak lama kemudian masalah kemiskinan muncul kembali dan uang yang diperlukan untuk menjalankan sistem ini pun terus bertambah. Ongkos sosial terus meningkat, demikian juga dengan skala pemerintahan.

Kebanyakan wakil rakyat adalah orang-orang yang tulus melakukan pekerjaan mereka dengan benar. Mereka pun tidak menyukai gagasan terus-menerus meminta uang dari masyarakat. Akhirnya, mereka mencari pinjaman dari Fabian dan kawan-kawannya. Mereka bahkan tidak mengetahui bagaimana mereka bisa membayar. Orang tua mulai tidak sanggup membayar biaya sekolah anak-anaknya. Sebagian orang tidak sanggup membayar biaya dokter dan obat-obatan. Operator transportasi pun mulai gulung tikar.

Satu demi satu usaha diambil alih pemerintah. Guru, dokter, dan banyak pekerjaan lainnya mulai menjadi tanggung jawab pemerintah.

Tidak banyak orang yang mendapatkan kepuasan di pekerjaannya. Mereka dibayar gaji yang wajar, tetapi kehilangan jati diri. Mereka menjadi budak dari sebuah sistem.

Tidak banyak ruang untuk inisiatif, sedikit penghargaan atas usaha pribadi, pendapatan mereka relatif tetap dan naik pangkat terjadi hanya kalau atasan mereka pensiun ataupun mati.

Di tengah keputusasaan, pemerintah akhirnya meminta nasehat dari Fabian. Mereka menganggapnya sebagai orang bijak dan selalu memiliki solusi atas permasalahan uang. Fabian mendengar keluhan dari pemerintah dan akhirnya menjawab, “Banyak orang yang tidak bisa menyelesaikan persoalan mereka, mereka membutuhkan orang lain untuk melakukannya. Tentu Anda setuju bahwa semua orang berhak atas kebahagiaan dan berhak atas semua kebutuhan pokok mereka bukan? Satu-satunya cara untuk menyeimbangkan situasi adalah mengambil dari yang kaya dan memberikan kepada yang miskin. Kenalkan sebuah sistem baru yaitu pajak. Semakin banyak kekayaan seseorang, semakin banyak dia harus membayar pajak. Sekolah dan rumah sakit seharusnya gratis bagi mereka yang tidak sanggup membayar…”

Selesai memberikan nasehat, Fabian pun tidak lupa mengingatkan pemerintah, “Hm, jangan lupa Anda masih berhutang kepada saya. Tetapi baiklah, saya akan membantu Anda. Sekarang Anda hanya perlu membayar bunga kepada saya, Anda bisa menunda pembayaran hutang pokok kepada saya.”

Pemerintah mempercayai Fabian, dan mereka pun segera memperkenalkan pajak penghasilan, semakin banyak yang Anda dapatkan, semakin tinggi pajak yang Anda bayarkan. Tak seorang pun anggota masyarakat yang setuju. Namun, sama seperti sebelumnya, mereka harus membayar atau masuk penjara.

Pedagang lagi-lagi harus menaikkan harga jual barangnya. Para pegawai kembali menuntut kenaikan gaji, bisnis-bisnis mulai gulung tikar, ataupun mulai mengganti tenaga manusia dengan mesin. Siklus ini berulang-ulang dan memaksa pemerintah memperkenalkan berbagai skema-skema sosial lainnya.



Pengaturan tarif dan perlindungan mulai diterapkan untuk menyelamatkan industri-industri tertentu dari kebangkrutan dan menyediakan lapangan kerja. Sebagian orang mulai bertanya-tanya apakah tujuan dari kegiatan produksi ekonomi adalah untuk memproduksi barang atau hanya untuk menyediakan lapangan kerja.

Seiring memburuknya keadaan, orang-orang mulai mengendalikan upah pegawai, kontrol biaya, dan segala macam kontrol-kontrol lainnya. Pemerintah pun berupaya mendapatkan lebih banyak uang lewat pajak penjualan, pajak penghasilan, dan pajak-pajak yang lain. Sebagian orang mulai memperhatikan bahwa sejak petani menaman padi sampai beras sampai ke tangan Ibu rumah tangga, ada lebih dari 50 jenis pajak yang sudah dibayarkan.

“Pakar” mulai muncul dan sebagian mulai terpilih untuk bekerja di pemerintahan, namun tahun demi tahun berlalu dan mereka tidak berhasil menyelesaikan permasalahan apapun, kecuali bahwa pajak perlu “disesuaikan” yang mana dalam kebanyakan kasus artinya harus dinaikkan.

Fabian mulai menuntut pembayaran atas bunga pinjamannya, dan semakin lama semakin banyak porsi pajak yang digunakan untuk membayar kepadanya.

Kemudian mulai muncul apa yang disebut dengan partai politik, orang-orang di masyarakat mulai berargumentasi partai mana yang orang-orangnya bisa menyelesaikan permasalahan mereka. Mereka mulai bertengkar mengenai personalitas, idealisme, lambang partai dan berbagai hal lainnya kecuali asal muasal permasalahan mereka.


Di kota tertentu, bunga pinjaman yang harus dibayar sudah melebihi total penerimaan pajak tahunan yang bisa dikumpulkan. Bunga-bunga baru pun mulai diperhitungkan atas bunga yang belum dibayarkan.

Secara perlahan-lahan kekayaan riil dari negara mulai berpindah tangan ke Fabian dan kawan-kawannya dan mereka memiliki kendali yang semakin lama semakin besar atas kehidupan masyarakat. Namun, pengendalian mereka belum selesai. Mereka menyadari bahwa situasi tidak akan benar-benar aman sebelum semua orang berhasil dikendalikan.

Kebanyakan orang yang menentang sistem ini bisa dibuat diam dengan tekanan finansial, ataupun dengan ejekan publik. Untuk melakukan ini Fabian dan kawan-kawan membeli kepemilikan dari semua koran, TV, dan radio dan menyeleksi orang-orang apa yang boleh bekerja di dalamnya. Kebanyakan dari orang-orang ini sebenarnya benar-benar ingin memperbaiki keadaan, tetapi mereka tidak menyadari bagaimana mereka sedang diperalat. Solusi mereka selalu terarah kepada akibat dari masalah, bukan penyebab dari masalah.


Ada bermacam-macam surat kabar, satu untuk sayap kanan, satu untuk sayap kiri, satu untuk kelas pekerja, satu untuk kaum pengusaha, dan seterusnya. Tidak masalah koran yang mana yang Anda percayai, selama Anda tidak memikirkan penyebab awal dari permasalahan.

Rencana Fabian sudah hampir selesai, seluruh negara saat ini berhutang kepadanya. Melalui pendidikan dan media, dia mengendalikan pikiran masyarakat. Orang-orang hanya akan berpikir sejauh yang dia inginkan.

Setelah seseorang memiliki jauh lebih banyak uang dari yang sanggup dia gunakan, apa lagi yang akan menyenangkan hatinya? Bagi mereka yang memiliki mentalitas menguasai, jawabannya adalah kekuasaan, kekuasaan mutlak atas kemanusiaan.

Kebanyakan tukang emas akhirnya mengarah ke sana. Mereka mengetahui rasanya kaya raya, dan perasaan itu tidak lagi cukup untuk memuaskan mereka. Mereka membutuhkan tantangan dan kesenangan baru, dan kekuasaan atas massa adalah permainan berikut.

Mereka percaya mereka adalah kelompok superior atas lainnya. “Adalah hak dan kewajiban kami untuk mengatur. Masyarakat tidak tahu apa yang baik untuk mereka. Mereka perlu dikendalikan dan diatur. Mengatur adalah takdir dari kami.”

Di seluruh penjuru negeri, Fabian dan kawan-kawan memiliki banyak perusahaan pembiayaan. Memang, masing-masing perusahaan dimiliki secara pribadi. Secara teori mereka adalah saingan masing-masing. Namun, kenyataan yang sebenarnya adalah mereka semua saling bekerja sama dengan seksama. Setelah berhasil membujuk pemerintah, mereka mendirikan sebuah institusi yang mereka sebut dengan Bank Sentral. Mereka bahkan tidak perlu mengeluarkan modal untuk mendirikannya, mereka menciptakan kredit dengan menggunakan uang deposit masyarakat.

Institusi ini tampak sebagai badan yang meregulasikan suplai uang dan merupakan bagian dari pemerintah. Tetapi anehnya, tidak ada wakil pemerintah yang diizinkan untuk duduk di badan Direktur di dalamnya.

Pemerintah tidak lagi meminjam secara langsung dari Fabian, pemerintah sekarang meminjam dengan cara menerbitkan surat hutang kepada Bank Sentral. Jaminan dari surat hutang ini adalah penerimaan pajak tahun berikut. Ini adalah bagian dari rencana Fabian, menyingkirkan kecurigaan orang kepadanya dengan membuat kesan seolah-olah suplai uang dikendalikan oleh pemerintah. Kenyataannya, di balik layar, dialah yang memegang kendali.

Secara tidak langsung, dialah yang mengendalikan pemerintah. Tidak penting siapa yang terpilih sebagai wakil rakyat di pemerintahan. Fabianlah yang memegang kendali atas uang, darah dan nyawa dari perdagangan sebuah bangsa.

Pemerintah selalu mendapatkan uang yang mereka inginkan, tetapi bunga selalu dikenakan pada setiap pinjaman. Semakin lama semakin banyak orang yang memerlukan bantuan sosial pemerintah, dan tak lama kemudian pemerintah sadar bahwa mereka kesulitan bahkan hanya untuk membayar bunga saja, apalagi hutang pokok.

Sebagian orang mulai bertanya, “Uang adalah sistem yang diciptakan manusia. Bukankah seharusnya sistem ini bisa diubah agar uang menjadi pelayan, bukan sebaliknya?” Namun semakin lama jumlah orang-orang ini semakin sedikit dan suara mereka hilang di tengah sebuah masyarakat yang tidak lagi peduli.

Pemerintahan berubah, partai yang berkuasa juga bisa berubah, namun kebijakan utama tidak. Tidak masalah siapa yang menjadi pemerintah, rencana besar Fabian semakin lama semakin mendekati kenyataan dari tahun ke tahun. Kebijakan pemerintah tidak lagi ada artinya. Rakyat mulai dikenai pajak mendekati ambang batas mereka, mereka tidak lagi sanggup membayar. Waktunya sudah hampir matang bagi Fabian untuk aksi finalnya.

10% dari suplai uang masih dalam bentuk uang kertas dan koin. Ini harus dimusnahkan sama sekali tetapi tidak boleh menimbulkan kecurigaan publik. Selama masyarakat masih memiliki uang (kertas maupun koin), mereka bebas untuk membeli dan menjual sesuka hati mereka, mereka masih memiliki sedikit kontrol atas kehidupan mereka.

Tidaklah selalu nyaman untuk membawa uang tunai dan koin. Cek juga tidak bisa diterima bila sudah keluar dari sebuah komunitas tertentu. Oleh karena itu, sebuah sistem yang lebih baru perlu dipikirkan. Sekali lagi Fabian memiliki jawabannya. Organisasinya akan menerbitkan sebuah kartu plastik yang memiliki data pemegangnya: nama, foto, dan nomor penduduk.


Saat kartu ini akan digunakan, pedagang akan menyambungkan komputernya untuk mengecek kredit dari kartu tersebut. Seandainya tidak ada masalah, pemegang kartu ini boleh membeli barang seharga limit tertentu.

Awalnya orang akan diizinkan untuk berhutang sedikit. Seandainya uang ini dibayarkan dalam sebulan, maka tidak ada bunga yang perlu dibayarkan. Ini tidak masalah untuk kelas pegawai, tetapi bagaimana ini bisa berlaku juga untuk para pedagang dan pengusaha? Mereka harus mempersiapkan mesin-mesin, kemudian menjalankan proses manufaktur dari barang yang akan mereka produksi, membayar gaji pegawai, menjual barang dagangannya dan membayar kembali hutang mereka. Bila melewati satu bulan, mereka akan dikenai bunga 1.5% per bulan dari nilai hutang mereka. Total 18% setahun.

Pengusaha tidak memiliki jalan lain selain menambahkan 18% ke dalam nilai jual dagangan mereka. Namun kelebihan uang / kredit (18%) ini tidak pernah dipinjamkan kepada siapapun. Di seluruh negeri, para pengusaha disuruh menjalani misi mustahil untuk membayar kembali $118 untuk setiap $100 yang mereka pinjam, tetapi kelebihan $18 ini tidak pernah diedarkan oleh Bank sejak awal.

Namun Fabian dan kawan-kawan menikmati status yang semakin penting di masyarakat. Mereka menjadi orang-orang penting yang terhormat. Pengumuman dan pendapat mereka tentang finansial dan ekonomi bahkan bisa disetarakan dengan sabda suci spiritual.

Di bawah beban bunga yang terus bertambah, banyak perusahaan kecil menengah yang mulai bangkrut. Lisensi-lisensi khusus diperlukan untuk menjalankan operasi-operasi tertentu, jadi perusahaan-perusahaan yang tersisa memiliki semakin banyak hambatan dalam berusaha. Fabian memiliki dan mengendalikan semua perusahaan besar beserta ratusan anak perusahaan mereka. Perusahaan-perusahaan itu tampak seperti saingan satu sama lain, tetapi dialah yang ada di balik semua perusahaan itu. Para kompetitor perlahan-lahan dipaksa gulung tikar. Tukang kayu, konstruksi, listrik dan industri-industri kecil menengah menjalani takdir yang sama, dibeli oleh perusahaan raksasa milik Fabian yang memiliki proteksi dan perlakuan khusus dari pemerintah.

Fabian menginkan kartu plastik ini untuk menggantikan semua uang kertas dan koin. Rencananya adalah saat semua uang kertas dan koin ditarik, hanya bisnis yang menggunakan kartu komputerlah yang akan beroperasi.

Dia mengetahui bahwa suatu ketika orang-orang akan kehilangan kartu mereka dan tidak bisa membeli ataupun menjual sebelum identitas mereka bisa dibuktikan. Dia ingin agar dibuatkan sebuah hukum : sebuah hukum yang mengharuskan semua orang untuk memiliki sebuah nomor identifikasi yang ditato di dalam tangan mereka. Nomor ini cuma akan terlihat dengan sinar tertentu, yang dihubungkan dengan komputer. Setiap komputer akan dihubungkan dengan sebuah komputer pusat yang memungkinan Fabian mengetahui segala transaksi mengenai semua orang…

* * *

Terminologi yang digunakan saat ini untuk melukiskan sistem finansial di atas adalah “Fractional Reserve Banking.” (Cadangan Terbatas Perbankan).

Cerita yang Anda baca di atas, tentu saja, adalah fiksi.

Namun, bila Anda merasa terganggu karena cerita ini sangat mirip dengan kenyataan hidup kita, dan Anda ingin mengetahui siapa Fabian ini sebenarnya dalam kehidupan nyata, titik mulai yang baik untuk Anda pelajari adalah para tukang emas di Inggris pada abad 16 dan 17 Masehi.

Sebagai contoh, Bank of England didirikan pada tahun 1694. Raja William saat itu berada dalam kesulitan finansial yang besar karena perang melawan Perancis. Para tukang emas kemudian “meminjamkan” 1,2 juta pound (nilai yang amat besar pada zaman itu) dengan syarat tertentu.

Bunga yang dikenakan adalah 8%. Jangan lupa bahwa di Magna Carta sebenarnya dikatakan bahwa mengenakan dan mengumpulkan bunga (riba) atas pinjaman akan dikenakan hukuman mati. Raja William dipaksa memberikan izin kartel resmi kepada para tukang emas, sebuah hak untuk menciptakan kredit.

Sebelum itu, operasi untuk menerbitkan lebih banyak kwitansi emas daripada emas yang sebenarnya dimiliki adalah tindakan ilegal. Namun sejak izin kartel itu keluar, tindakan itu menjadi legal.

Di tahun 1694, W.Petterson mendapatkan hak kartel atas Bank of England.

Kesamaan Yesus dengan Elisa (Ilyas) : Bisa menyembuhkan orang buta dan Bisa menyembuhkan Penyakit

B : Tetapi Yesus bisa menyembuhkan orang buta sehingga bisa melihat.

A : Kalau begitu periksa ” Kitab Raja-Raja yang kedua ” pasal 6 ayat 17 dan 30.

B : Ya, dipasal ini menyebutkan yang maksudnya bahwa Elisa dapat menyembuhkan orang buta sehingga dapat melihat.

A : Kalau begitu Elisa pun harusnya dianggab Tuhan juga, karena menyamai Yesus dan menyamai sifat Tuhan.

B : Sekali lagi Yesus dapat menyembuhkan penyakit Lepra ( Penyakit Kusta ).

A : Silakan saudara periksa ” Kitab Raja-Raja yang kedua ” pasal 5 ayat 10 dan 11.

B : Baik, dipasal dan ayat ini menyebutkan yang maksudnya bahwa Elisa dapat menyembuhkan orang sakit kusta bernama Naaman.

A : Jadi Elisa pun dapat menyembuhkan orang buta dan penyakit kusta malah dapat menghidupkan orang mati. Mengapa tidak diangkat juga menjadi Tuhan.

B : Akan tetapi pasal kejadian Yesus tanpa pencampuran laki-laki dengan istrinya. inilah kelebihan Rohnya Yesus daripada Rohnya Elisa.

A : Asal kejadian Nabi Adam tanpa bapak dan ibu, mengapa Adam tidak dianggab Tuhan juga, Hawa asal kejadiannya tanpa ibu, iapun bisa dianggab juga Tuhan Wanita.

B : Tetapi Adam dan Hawa kedua-duanya berdosa.

A : Kalau begitu Yesus pun berdosa, karena Yesus keturunan Maria, sedangkan Maria keturunan Adam dan Hawa. Yesus sendiri pernah dibawa Iblis ke puncak Gunung. Pantaskan Tuhan dibawa iblis….??

B : Dimana kisah itu disebutkan.

A : Silakan saudara buka di Bible: ” Lukas ” pasal 4 ayat 5

B : Baik disini menyebutkan: ” Maka Iblis pun membawa dia ke puncak gunung. ”

A : Nah, suatu kejadian aneh, TUhan dibawa iblis yang berarti ia tunduk kepada kemauan iblis.

B : Walaupun demikian Yesus tetap suci daripada dosa.

A : Para nabi lainnya pun suci daripada dosa. Akan tetapi mereka tidak menganggab dirinya selaku Tuhan, malah Yesus sendiri pun tidak juga mengaku Tuhan, sedangkan pengikut-pengikutnya yang mempertuhankan dia.

B : Tidak demikian, nabi-nabi berbuat dosa, tetapi Yesus tidak.

A : Nabi-nabi yang berbuat dosa atau kesalahan itu telah bertobat, lalu diberi ampun oleh Tuhan, sebagaimana juga Yesus pernah minta ampun dan diberi ampun oleh Tuhan. Mereka para Nabi diberi ampun, artinya dosanya telah habis karenanya lalu merka disebut bersih dari dosa dan kesalahan-kesalahan.

Yesus pun Berdosa….

B : Dimanakah menyebutkan bahwa Yesus merasa ia minta ampun kepada Tuhan…?

A : Silakan saudara periksa sendiri ” Matius ” pasal 6 ayat 12.

B : Baik, di pasal dan ayat ini menyebutkan: ” Dan ampunilah kiranya kami segala kesalahan kami, seperti kami ini sudah mengampuni orang yang bersalah kepada kami. ”

A : jelas Yesus sendiri meminta ampun akan kesalahannya. Jadi dia pernah berbuat salah.

B : Tetapi di ayat ini juga ada menyebutkan Yesus suka memberi ampun semua kesalahan orang kepadanya.

A : Kalau hanya begitu, kitapun bisa. Kitapun bersedia memberi ampun kepada orang-orang yang berbuat kesalahan kepada kita.

Apa maksud Roh Kudus dalam Bible

A : Kalau begitu silakan buka ” Kitab Rasul ) pasal 6 ayat 5.

B : Baik, ayat ini menyebutkan: ” Maka perkataan ini diperkenankan oleh sekalian orang banyak itu, lalu memilih Stephanus, yaitu seorang yg penuh dengan iman, dan Roh Kudus, dan lagi Philippus, dan Prokhorus dan Nikanor dan Simion dan Parmenas dan Nikolas yaitu mualaf asalnya dari negari Antiochia.

A : Jadi berdasarkan ayat Bible sendiri menunjukan bahwa Roh Kudus itu bukan pada Yesus saja. Ini menunjukan bahwa Roh Kudus itu Roh Suci, atau Roh Kesucian yang maksudnya roh yang bersih dari roh-roh kotor, bukan seperti roh setan atau hantu. Sebagaimana halnya para Nabi laninnya dengan roh sucinya. Menurut Al Quran, Roh Kudus (roh suci) itu berarti Jibril. Di Bible sendiri menyebutkan bahwa nabi yang terdahulu adalah kudus.

B : Di Bible pasal berapa menyebutkan demikian.

A : silakan periksa surat Petrus yang kedua pasal 3 ayat 2.

B : Baik, pasal ini menyebutkan: ” Supaya kamu ingat perkataan yang sudah disabdakan dahulu oleh nabi yang kudus dan akan hukum Tuhan lagi juru selamat, dengan jalan rasul-rasul yang disuruhkan kepadamu. ”

A : Jelas di Bible sendiri menyebutkan bahwa Roh Kudus itu bukan Tuhan dengan kata lain bahwa Yesus dalam kandungan Maria itu bukan Tuhan atau Roh Tuhan, melainkan adalah roh bersih, suci, dengan izin perintah Allah yang dikaruniakan kepada hamba yang dikehendakinya, lebih jelas harap saudara periksa dalam ” Kisah Rasul ” pasal 5 ayat 32.

B : Ayat tersebut menyebutkan: ” Dan kami inilah saksi atas segala perkataan itu, ” demikian juga Roh Kudus yang dikaruniakan Allah kepada sekalian orang yang menurut Dia. ”

A : Silakan periksa kembali ” Lukas ” pasal 1 ayat 41.

B : Pasal ini menyebutkan bahwa: ” Maka berlakulah takkalah Elisabet mendengar salam Maria itu, meloncatlah kanak-kanak yang didalam rahimya itu dan Elisabet penuh Roh Kudus. ”

A : Sudah jelas skali bahwa Roh Kudus artinya Roh Suci yang dikaruniakan oleh Allah kepada siapapun yang dikehendakinya. Kalau sekiranya Roh Kudus itu diartikan dengan Allah atau Roh Allah maka bukan Yesus saja menjadi Tuhan atau anak Tuhan, melainkan segala orang yang taat kepada Tuhan, para Nabi dan Elisabet (istri Zakaria) pun mestinya Tuhan juga.

Kesamaan Yesus dan Elisa ( Nabi Ilyas ) : Bisa menghidupkan orang mati ( Atas Kehendak Allah )

B : Yesus di anggab Tuhan oleh karena ia mempunyai Roh Ketuhanan, terbukti dengan pangkat Ketuhanannya sehingga ia dapat menghidupkan orang mati. inilah kesamaan Allah dengan Yesus.

A : Kalau begitu silakan saudara periksa ” Kitab Raja-Raja yang ke dua ” pasal 13 ayat 21.

B : Baik disini menyebutkan: ” Maka sekali peristiwa apabila dikuburkannya seorang Anu tiba-tiba terlihat mereka itu suatu pasukan lalu dicampakkannya orang mati itu kedalam kubur Elisa, maka baru orang mati itu dimasukkan kedalamnya dan kena mayat Elisa, maka hiduplah orang itu pula, lalu bangun berdiri. ”

A : Disini menyebutkan malah tulang-tulang Elisa dapat menghidupkan orang mati. Jadi bukan Yesus saja yang dapat menghidupkan orang mati bahkan tulang-tulang Elisa dapat menghidupkan orang mati. Yang berarti tulang-tulang Elisa adalah tulang-tulang ketuhanan. Kalau Yesus diwaktu hidupnya dapat menghidupkan orang mati, akan tetapi Elisa di waktu tak bernyawa, malah hanya tulang-tulangnya yang didalam kubur dapat menghidupkan orang mati. Kalau perbuatan Yesus dikatakan ajaib maka Elisa lebih ajaib lagi daripada Yesus. Jadi seharusnya Elisa pun dianggab Tuhan juga. Silakan periksa ” Kitab Raja-Raja yang pertama ” pasal 17 ayat 22.

B : Ya, disini menyebutkan: ” Maka didengar akan Do’a Elisa itu, lalu kembali nyata kanak-kanak itu ke dalamnya sehingga hiduplah ia pula. ”

A : Kalau secara adil, seharusnya Elisa itu dianggap Tuhan juga.

Bersambung……

Kesamaan Yesus dan Elisa (Ilyas) : Bisa Menyembuhkan Orang Buta

Yesus Tidak Mengetahui Yang Gaib

A : Akan tetapi kenyataannya tidak demikian. Tuhan tidak tidur tetapi Yesus tidur, Tuhan tidak makan tetapi Yesusu makan, Tuhan tidak sakit tapi Yesus sakit, Tuhan tidak menyembah kepada siapapun tetapi Yesus menyembah Tuhan. Tuhan tidak mati tetapi Yesus mati, walaupun menurut i’tikat Kristen hidup kembali tetapi kenyataannya Yesus mati.

B : Menurut anggapan orang Kristen salah satu yang menyebabkan Yesus bersatu dengan Tuhan karena ia mengetahui yang gaib.

A : Kalau begitu silakan saudara buka ” MARKUS ” pasal 13 ayat 31, 32

B : Baik diayat ini menyebutkan ” Sesungguhnya langit dan bumi akan lenyab tetapi perkataan-KU kekal. Tetapi akan harinya atau ketikanya itu tidak diketahui oleh seorang jua pun, baik segala malaikat yang di sorga pun tidak, Anak itu pun tidak, hanya Bapa saja “.

A : Jelas di Bible sendiri tertulis Yesusu mengaku tidak ada yang tahu kapan hari kiamat melaikan hanya Tuhan sendiri. Jadi tegas Yesus sendiri tidak mengetahui waktunya hari kiamat yang termasuk suatu yang gaib. Yang tidak tahu itu pasti bukan Tuhan.

Siapakah Anak Sulung Allah….?

B : Tetapi Yesus menyebut dirinya diayat ini dengan kata: “ANAK”, yang berarti ia anak Tuhan.

A : Silakan saudara buka ” Matius ” pasal 1 ayat 16

B : Baik disitu disebutkan: ” dan Yakub memperanakan Yusuf, yaitu suami Maria, ialah yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus “.

A : Jelas bahwa yang diperanakan itu pasti bukan Tuhan sebagaimana tersebut dalam ayat tersebut. silakan periksa lagi ” Keluaran ” pasal 4 ayat 22.

B :Baik di sini disebutkan : ” Maka pada masa itu hendaklah katamu kepada Fir’aun demikian : ” Inilah Firman Tuhan: Bahwa Israil itulah anak-KU laki-laki, yaitu anak-Ku yang sulung “.

A : Di ayat ini disebutkan bahwa Israil adalah anak Tuhan yang sulung, sedangkan Yesus tidak disebutkan anak yang keberapa. Silakan saudara buka lagi ” Yeremia ” pasal 31 ayat 9.

B : Ayat ini menyebutkan, ” Akulah Bapak bagi Israil, dan Afraim irulah anak yang sulung. ”

A : Jelas sekali bahwa berdasarkan Bible sendiri anak Tuhan itu banyak, bukan Yesus saja padahal sebenarnya yang dimaksudkan dengan “Anak” dalam ayat itu ialah mereka yang dikasihi oleh Tuhan, termasuk Yesus jadi bukan anak yang sebenarnya.

B : Tetapi dalam “Matius” pasal 1 ayat 18, menyebutkan: ” Adapin kelahiran Yesus Kristus demikian adanya: Takkala Maria yaitu ibunya bertunangan dengan Yusuf sebelum keduanya bersetubuh, maka nyatalah Maria itu hamil daripada Roh Kudus. Roh Kusus artinya Roh Tuhan. Oleh karenanya maka Yesus itu adalah Anak Tuhan, sebagaimana juga di “Matius” pasal 1 ayat 20 menyebutkan: ” Yusuf bermimpi seorang malaikat, Tuhan berkata: ” Hai Yusuf, anak Daud, janganlah engkau kuatir menerima Maria itu menjadi istrimu karena kandungan itu terbitnya daripada Roh Kudus. ”

Bersambung……

Apakah Maksud Roh Kudus dalam Bible…..?

Apakah Manusia yang Menyalib Yesus itu Dilaknat atau Mendapat Pahala…

A : Dari sebab itulah merngapa saudara menyembah Yesus selaku Tuhan yang tidak berkuasa menyelamatkan dirinya sendiri, mala minta tolong. Pantaskan ada Tuhan demikian ?. Dan saya lanjutkan pertanyaan saya, apakah manusia-manusia yang menyalib Yesus dilaknat…?

B : Pastinya di laknat bapak.

A : Mestinya tidak dilaknat, malah Yesus harus berterima kasih kepada mereka yang menyalib dia, bahkan mereka itu seharusnya mendapat ganjaran, karena menurut keterangan saudara kehidupan Yesus itu harus disalib untuk menebus dosa-dosa. JIka tidak ada manusia yang bersedia menyalib Yesus, maka dosa-dosa manusia tentunya tidak ada yang menebusnya. Jadi manusia yang menyalib Yesus itu berjasa kepada Yesus dan penganut-penganutnya. Mestinya mereka itu masuk surga dan dipuji-puji atas jasanya.

B : ini memang tidak masuk akal atau sekurang-kurangnya memang sulit dimengerti, akan tetapi Roh Tuhan bersatu dengan Yesus itu tidak mustahil sebagaimana banyak manusia yang kesurupan hantu, jin, malaikat atau mahkluk2 halus lainnya sehingga tindakan2 dan perbuatannya menurut kehendak mahkluk halus tersebut. Demikian juga ada yang kemasukan Ros Suci seperti Roh Malaikat sehingga tindakan dn perbuatannya adalah suci.

A : Kalau demikian baiklah saya buat pertanyaan ” Manusia yang bersatu (kesurupan) jin itu apakah dia disebut jin..?

B : Tidak.

A : Yesus yang bersatu (menerima) Roh TUhan apakah disebut Tuhan ?

B : Mestinya tidak juga.

A : Seharusnya begitu, jelas bahwa Yesus yang menerima Roh Ketuhanan tentunya bukan Tuhan. Manusia yang menerima wahyu Tuhan itu bukan Tuhan melainkan Utusan (pesuruh) Tuhan. Sesuai dengan pengakuan Yesus di dalam ” YOHANES ” pasal 17 ayat 3 yang berbunyi ” Supaya mereka itu mengenal Engkau. ALLAH Yang Maha Esa dan Benar, dan Yesus Kristus yang telah Engkau suruhkan itu “.

B : Saya lantas tambah tidak mengerti tentang Ketuhanan Yesus itu.

A : Menurut keterangan saudara tadi, bahwa manusia yang bersatu dengan (kesurupan) makhluk halus seperti roh-roh, jin dan malaikat, maka tindakan dan perbuatannya pasti menurut kehendak atau menyerupai perbuatan mahkluk halus tersebut.

B : Benar begitu.

A : Kalau demikian maka Yesus yang saudara akui bersatu dengan Tuhan mestinya tindakan-tindakan dan perbuatannya menyerupai perbuatan Tuhan.

A : Mestinya begitu.

“Allah itu Esa” (Tunggal)

Sambungan Diskusi malam ke 2….

B : Tunggu dulu bapak ini agak membingungkan saya.

A : Tentu akan membingungkan saudara kalau saya tunjukan ayat yang lain, silakan saudara periksa ” Yohanes ” pasal 17 ayat 3.

B : Baik disini menyebutkan ” inilah hidup yang kekal, yaitu supaya mereka mengenal Engkau, Allah yang Esa dan Yesus Kristus yang telah Engkau suruhkan itu “.

A : diayat ini menyebutkan Tuhan adalah Esa, dalam kamus bhs Indonesia Esa itu artinya Satu atau Tunggal dan siayat itu juga disebutkan bahwa Yesus Kristus adalah Pesuruh Allah (utusan/rasul). Kalau demikian manakah yg benar ? disatu ayat menyebutkan Tuhan dengan Yesus menjadi satu, dilain ayat 15 menjadi satu dan yang lain lagi Tuhan itu adalah Tunggal, sedangkan diayat itupula menyebutkan bahwa Yesus itu pesuruh Allah, bukan Tuhan. Menurut pewngakuan saudara suatu kitab suci yang kandungan ayat2nya bertentangan antara yg satu dengan yg lain tentu sulit skali dipercaya kesuciannya, karena yg disebut suci itu bersih dari kekeliruan dan perselisihan.

B : Masih adakah ayat yang menyebutkan demikian.

A : Ayat yang bagaimana yang saudara maksud.

B : Ayat yg menyebutkan bahwa Tuhan itu Esa (tunggal), bukan tiga menjadi satu.

A : Silakan Saudara buka di ” ULANGAN ” pasal 4 ayat 35

B ; Baik, dipasal dan ayat ini menyebutkan ” Maka kepadamulah ia ditunjuk, supaya diketahui olehmu bahwa Tuhan itulah Allah, dan kecuali Tuhan yang Esa tiadalah yang lain lagi “.

A : Jelas di dalam Bibel sediri menerangkan bahwa Tuhan itu Esa, Tunggal.

B : Tetapi itu didalam Kitab Perjanjian Lama, apakah terdapat juga di Perjanjian Baru.

A : Saudara minta di Perjanjian baru baiklah, silakan saudara buka ” Markus ” pasal 12 ayat 29.

B : Baik, dipasal dan ayat ini menyebutkan ” Maka jawab Yesus kepadanya, hukum yang terutama ialah Dengarkan olehmu hai Israel, adapun Allah Tuhan kita ialah Tuhan yang Esa ”

A : Coba saudara periksa lagi di Perjanjian Lama di ” Ulangan ” pasal 6 ayat 4.

B : baik disini menyebutkan ” Dengarlah olehmu hai Israel, sesungguhnya Hua Allah kita, Hua itu Esa adanya.

A : apakah belum jelas bahwa Bibel sendiri yg menjadi kitab sucinya orang kristen menyebutkan seterang-terangnya bahwa Tuhan itu tunggal, bukan tiga menjadi satu atau satu menjadi tiga. Taruh kata di Bibel ada ayat yang menyebutkan Tuhan itu tiga menjadi satu, saya ingin bertanya yang manakah diantara kedua ayat itu yg benar, yang tunggalkah atau yang tiga menjadi tunggal, jadi salah satu dari ayat tersebut pasti ada yg benar, karena sdh jelas dua ayat itu tidak sama. Kalau salah satu atau dua-duanya salah, maka kandungan kitab suci itu ada yang salah, jadi bukan kitab suci namanya.

B : Betul, salah satu pasti salah atau kedua-duanya salah.

A : kalau demikian apakah dapat diyakini kebenarannya sebagai kitab suci, kalau kitab suci itu mengandung kesalahan atau tidak benar.

B : Ya, yang disebut kitab suci itu harus bersih dari kesalahan-kesalahan kalau demikian batallah kesucian kitab suci itu.

Apakah Yesus Bersatu dengan Allah…..

A : Menurut kepercayaan saudara apakah Yesus bersatu dengan Allah.

B : Ya demikan.

A : Kalau demikian tentu Yesus adalah selalu bersama ALLAH dan Allah selalu bersama Yesus.

B : Betul demikian sebagaimana disebutkan dalam ” Yohanes ” pasal 10 ayat 30 yg berbunyi ” Aku dan Bapa itu satu adanya “. Demikian juga Ros Suci, sebab Roh Suci itu menjadi satu dengan Yesus, sebagaimana tersebut dalam injil, ialah setelah Yesus berumur 30 tahun turun Roh suci kepadanya dan dibaptiskan oleh pembaptis yaitu Yohanes. Jadi jelas bahwa Yesus Roh Suci, Tuhan adalah Tunggal.

Eli, Eli, lama Sabakhtani…( Ya Tuhan, Ya Tuhan, Mengapa Engkau Meninggalkan aku…? )
A : Kalau begitu silakan buka ” Matius ” pasal 27 ayat 46.

B : Baik dipasal dan ayat ini menyebutkan ” Maka sekira-kira pukul tiga itu berserulah Yesus dengan suara yang nyaring ” Eli, Eli Lama Sabakhtani ” artinya ” Ya Tuhan apakah sebabnya Engkau meninggalkan Aku ”

A : Berdasarkan seruan Yesus di ayat itu, jelas bahwa Yesus tidak bersatu dengan Tuhan, yakni Tuhan meninggalkan Yesus waktu akan disalib. Mestinya kalau Tuhan menjadi satu dengan Yesus, disaat itulah saat tepat untuk menolong Yesus, tetapi kenyataannya Tuhan tidak bersatu dengan Yesus sehingga Yesus sendiri minta tolong.

B : Tetapi Yesus itu hidupnya memang untuk disalib guna menebus dosa manusia.

A : Kalau hidup Yesus memang untuk disalib, mengapa Yesus tidak bersedia dan menolak untuk disalib, buktinya ia berseru dengan suara nyaring minta tolong pada Tuhan agar ia terlepas dari disalib. Dengan kata lain Yesus tidak bersedia selaku penebus dosa.

B : Betul, saya lantas tidak mengerti mengapa ayat-ayat Bibel ada yang simpang siur.

Bersambung lagi ya….
Saudara2ku yg dirahmati Allah……Semoga kita smua slalu dalam berkah dan hidayahnya serta lindungan-NYa slalu…..Amin….

Siapa sajakah “ANAK ALLAH” itu..

Kelanjutan Diskusi pada Malam ke 2…..

A : Sekarang saya ingin bertanya apakah alasan Saudara bahwa Yesus menjadi anak Tuhan.

B : Dalam “Matius” pasal 3 ayat 17 menyebutkan : ” Maka suatu suara dari langit mengatakan inilah Anak-Ku yang Kukasihi. KepadaNya aku berkenan “. Juga di Lukas ayat 41 bahwa ” Yesus itu Anak Allah “.

A : Kalau begitu silakan buka ” Matius ” pasal 5 ayat 9

B : Baik, dalam pasat dan ayat tersebut menyatakan ” Berbahagialah segala orang yang mendamaikan orang, karena mereka itu akan disebut anak-anak Allah “.

A : berdasarkan ayat tersebut tg simaksud ” Anak Allah” itu ialah orang yang dihormati seperti Nabi. Kalau Yesus dianggab Anak Allah, maka orang yang mendamaikan manusia pun menjadi anak-anak Allah juga. Jadi bukan Yesus saja Anak Allah tetapi ada terlalu banyak.

B : Dalam ” Yohanes ” pasal 14 ayat 9 disebutkan ” Siapa yang sudah nampak aku, ia sdh nampak Bapa, dan diayat 10 menyebutkan ” Tiadakah engkau percaya bahwa Aku ini didalam Bapa, dan Bapa pun di dalam Aku, segala perkataan yang aku ini katakan padamu, bukanlah Aku katakan dengan kehendak sendiri, melainkan Bapa itu yang tinggal di dalam Aku. Ia mengadakan segala perubahan ”

Tritunggal atau 15 Tunggal….

A : Baiklah silakan Saudara periksa ” Yohanes ” pasal 17 ayat 23.

B : Baik di pasal ini disebutkan bahwa ” Aku didalam mereka itu dan Engkau di dalam Aku supaya mereka itu sempurna di dalam persekutuan ”

A : Perhatikan ayat ini ada tersusun kata “AKU didalam mereka” kata “Mereka” diayat ini ialah sahabat Yesus. sedang yang dimaksud dengan “AKU ” ialah Yesus. jadi kata “AKU” beserta mereka artinya Yesus beserta sahabat2nya. Jadi Tuhan itu beserta Yesus dan para sahabatnya. Kalau saudara percaya hal kesatuan Yesus dengan Bapa maka saudara pun harus percaya tentang kesatuan Bapa itu dengan semua sahabat Yesus yang berjumlah 12 orang itu. Jadi bukan Yesus dan Ros Suci saja yang menjadi satu dengan Tuhan, melainkan harus ditambah 12 orang lagi. ini namanya persatuan Tuhan atau Tuhan persatuan bukan hanya tritunggal tetapi 15 tunggal. jadi berdasarkan perselisihjan ayat ini, yg manakah yang benar. tiga menjadi tunggal atau 15 menjadi tunggal..Ayat manakah yang akan saudara yakini. yang tiga menjadi tunggal ataukah yang 15 itu….

“Ketuhanan Yesus”

Malam ke 2….

A: Sejak kapan Saudara beragama Islam dan apa benar Saudara sdh mempelajari bahwa Agama Kristen itu adalah agama yg paling benar.

B: Ya sejak saya dilahirkan dan saya sadar bahwa Agama saya adalah yg paling benar.

A : Apa Saudara berkeyakinan bahwa Kitab Injil itu Suci dan dari mana Saudara yakin kalau Bibel itu dari Tuhan Yang Maha Suci.

B : Ya saya yakin skali dan Guru saya menerangkan bahwa Bibel adalah Kitab Suci berisi pengajaran Than Yesus yg dicatat oleh Rasul-rasul Matius, Lukas, Yohanes dan Markus.

A : Apakah Sdr yakin bahwa Bibel bersih dari pada kesalahan-kesalahan.

B : Betul demikian tapi kesalahan bagaimana yg bapak maksud.

A : Apabila suatu saat ada org yang mengabarkan bahwa Si A Sakit, sedangkan orang lainmmengatakan Si A tidak sakit, apakah menurut Saudara kedua berita itu salah semua atau benar semua.

B : Antara keduanya tentu ada salah atu yang benar atau keduanya salah, mustahil kedua2nya benar.

A : Kalau saya mengatakan benar semua bagaimana pendapat Saudara.

B : itu mustahil karena ternyata ada perselisihan diantara keduanya.

A : Andaikata ada KItab Suci akan tetapi ayat2 didalamnya ada satu dengan yg lain terdapat perselisihan apakah kitab tersebut dinyatakan suci dan berarti kitab tersebut tidak suci lagi.

B : Tentu bukan kitab suci karena yg dinamakan kitab suci itu adalah ilham/wahyu dari Tuhan yg mustahil terdpat kesalahan atau perselisihan dan sudah pasti kitab tersebut batal kesuciannya.

A : Kalau demikian tentu isinya tidak dpt dipercaya kesuciannya atau kebenarannya karena diantara ayat2nya terdapat perselisihan.

B : Yang jelas diantara ayat2nya pasti bukan Tuhan atau sdh dicampuradukkan dengan karangan manusia sehingga kesucian kitab suci tersebut ternoda.

A : kalau misalnya Bibel terdapat selisih antara satu ayat dengan ayat lain apakah Saudara msh berkeyakinan Bibel itu Kitab Suci.

B : Saya tidak yakin kalau Bibel tidak suci. terkecuali kalau ada bukti-bukti nyata yang menunjukan ayat2nya berselisih antara satu dengan yg lain, yg dapat menimbulkan keraguan saya tentang kesuciannya.

A : Ya banyak yang berselisih.

B : Di Perjanjian Lama atau Perjanjian Baru.

A : Kedua duanya terdapat beberapa perselisihan antara satu ayat dengan ayat yang lain.

B : Di bab apa dan pasal serta ayat berapa.

A : Supaya berurutan saya atur dalam beberapa pasal, pertama soal Ketuhanan Yesus karena soal Ketuhanan adalah termasuk kepercayaan pokok pada tiap- agama, jadi sola ini perlu sekali didahulukan setelah itu kita berpindah kepada soal yang lain yang berhubungan dengan soal agama Kristen yg termaktub dalam Kitab Bibel, bagaimana pendapat Saudara.

B : Baik, saya menyetujui pendapat bapak.