…INDONESIA BERDUKA…

Seorang Gembong Homo, pegiat, pelindung dan pahlawan para bencong dan lesbong di Indonesia dengan percaya diri mendaftarkan diri jadi Komisioner HAM.
Mendaftarkan diri, 

dan semoga tidak lolos, ditengah heningnya kematian nurani..

Dan kebisingan politik yg sibuk sendiri..
#

Seorang gubernur mengusung ide lokalisasi dan pelegalan Kompleks Pelacuran dan Penjualan Minuman Keras.

“Orang Suci dilarang masuk “. Ujar sang gubernur nyinyir, soal idenya pada lokalisasi tempat maksiat itu.

Seolah yang menolak idenya, adalah orang sok suci dan munafik.
#

Pesta Bikini campur baur Anak SMA, siswa dan siswi dalam Kolam renang, sambil menegak coctail dan musik menghentak…
Pesta Seks bareng belasan remaja SMP dalam kamar sempit Hotel melati.
Kedua ‘event’ diwaktu yg sama, tempat yg berbeda, 

Namun dengan alasan yang sama..

Menghilangkan kesumpekan pasca ujian sekolah.
#

Profesi Artis dan selebriti yg jadi idola kebanyakan remaja, dan cita-cita kebanyakan anak-anak negeri, terbongkar, ternyata ratusan dari mereka juga nyambi jadi pelacur kelas kakap, bertarif puluhan hingga ratusan juta. 

Demi baju dan tas branded, Mobil mewah, liburan ke eropa, dan gaya hidup hedonis lainnya.
#

Pelacuran Online yg pelakunya adalah remaja belasan tahun yg sukarela dan bergerak mandiri, bukan dimucikari, juga terbongkar, 

dan ternyata mudah sekali menemukan ribuan pelacur-pelacur bonsai ini dengan tarif murah meriah, seliweran beriklan ala pedagang baju di sosial media:

Bisa PO, 

ada DP, 

ada testomoni, 
Bisnis menggiurkan yg cuma bermodal Gadget.. 

Foto..

Upload..

Klik..

DP..

Ketemuan..

Lunas..
**

InnaaliLLaaHii..
Beberapa hari ini, demikianlah berita yang menghiasi media..
Menetes air mataku..
**

“Akan datang suatu zaman di mana orang yang berpegang teguh pada agamanya seperti orang yang menggenggam bara api. ”

(HR. Tirmidzi)
Yah, 

Terbayang beratnya anak-anak kita kelak, memegang “Bara Api”..
Membuatku makin merasa malu..

Menjadi ibu makin jelas, 

bukan lagi pekerjaan sederhana..

Bukan lagi pekerjaan sambilan..

Bukan lagi pekerjaan sisa waktu..
Membanyakkan waktu lapang..

Menatap mata mereka

Menggenggam jari-jari dan 

tangan mereka

Mendengar langsung celotehan mereka..

Menanyakan perasaan mereka..

Menjadi kawan..
Setidaknya agar mereka tahu,

Kita akan kuat jika kita bersama memegang bara api itu.. 

Sepanas apapun..
Agar mereka..

Gak malu disebut aneh, 

karena gak ikut-ikutan pacaran..
Gak malu disebut kuper,

Karena ga ikut pake baju sobek2 seperti orang gila
Gak malu dibilang cemen,

Karena ga ikut nonton film porno bareng
Gak malu..

Menjadi sendirian.. Dalam kebenaran
*

Duhai ALLAH..

Sungguh hanya kepadamu segala doa kami panjatkan..

Ketika yg kami harapkan di negeri ini tak bergeming..
Hukum makin buta,

Penegak hukum pincang

Politikus sibuk sendiri,

Pemimpin cari aman
Jadi,

Biarlah kami para ibu akan berteriak di dunia maya..

Berceloteh di sosial media..
Meski kelak pekikan kami akan di sambut dengan tuduhan :

Sok pintar.. Sok suci.. Sok alim.. Sok Hebat..
Biarlah..

Toh itu jauh lebih baik,

Ketimbang ‘sekedar’ diam,
Karena diam adalah SELEMAH-LEMAHnya Iman..
Dan kami yakin..

Iman kami belum selemah itu…

Kami masih bisa teriak kencang!
Anak kami..

Amanah kami..

Peraturan kami..

Iklan

BSD

Alhamdulillah hari yang cukup melelahkan bagiku untuk bekerja hari ini. Pulang ke rumah langsung selonjoran kaki. Anakku sudah tidur terlelap di kamar. Begitulah dilema ibu bekerja. Semoga Allah selalu me- rahmati kita. Karena dalam hadist Rasul:

Mencari rezeki yang halal adalah wajib sesudah menunaikan yang fardhu (seperti shalat, puasa, dll). (HR. Ath-Thabrani dan Al-Baihaqi)

Meeting seharian di Telkomsel BSD yang jaraknya Subhanallah jauh nya dari kehidupan. Hehe.. Lebay sih.. 😉

Jadi para suami yang istrinya bekerja setidaknya harus memberi kelonggaran waktu ya. ^_^

Kadang terpikir dalam benakku kalau jadi Ibu rumah tangga itu enak ya. Bisa dekat dengan anak kapan saja dan 24 jam. Hati ini juga pasti tidak bisa dipungkiri karena fitrah wanita sebenarnya adalah Di rumah. Tapi menurutku Ibu yang bekerja di luar pun (baca: wanita karir) dan Insya Allah niatnya baik untuk mencari rezeki yang halalan toyyiban akan mendapatkan pahala juga dari Allah. Insya Allah

Sesungguhnya Allah suka kepada hamba yang berkarya dan terampil (professional atau ahli).  Barangsiapa bersusah-payah mencari nafkah untuk keluarganya maka dia serupa dengan seorang  mujahid di jalan Allah Azza wajalla. (HR. Ahmad)


Jadi jangan sedih ya untuk para istri yang membantu suaminya bekerja di luar rumah. Doakan selalu suami dan anak kita agar selalu mendapatkan keberkahan dari Allah SWT. Dan untuk para istri yang di rumah juga pasti mendapatkan pahala. Kita tidak tahu yang mana yang terbaik, karena pastinya semua Allah yang menilai.

Barangsiapa pada malam hari merasakan kelelahan dari upaya ketrampilan kedua tangannya pada siang hari maka pada malam itu ia diampuni oleh Allah. (HR. Ahmad)


Sesungguhnya di antara dosa-dosa ada yang tidak bisa dihapus (ditebus) dengan pahala shalat, sedekah atau haji namun hanya dapat ditebus dengan kesusah- payahan dalam mencari nafkah. (HR. Ath-Thabrani)


Sesungguhnya Allah Ta’ala senang melihat hambaNya bersusah payah (lelah) dalam mencari rezeki yang  halal. (HR. Ad-Dailami)



  

7 BACAAN PEMBUKA PINTU REZEKI

1. Memperbanyak Membaca”Lahawla Wala Quwwata Illa billah” Barang siapa yang lambat datang rezekinya hendaklah banyak mengucapkan “La hawla Wala Quwwata Illa billah.” (HR. At-Tabrani)
2. Membaca “La Ilaha Illallahul Malikul Haqqul Mubin” Barang siapa setiap hari membaca La ilaha illallahul malikul haqqul mubin maka bacaan itu akan menjadi keamanan dari kefakiran dan menjadi penenteram dari rasa takut dalam kubur. (HR. Abu Nu’aim dan Ad Dailami)
3. Melanggengkan Ber-Istighfar”Barang siapa melanggengkan beristighfar niscaya Allah SWT akan mengeluarkan dia dari segala kesusahan dan memberikan rezki dari arah yang tidak diduga².” (HR. Ahmad, Abu Dawud dan Ibnu Majjah)
4. Membaca Surat Al-Ikhlas”Barangsiapa mmbaca Surat Al-Ikhlas ketika masuk rumah maka berkah bacaan menghilangkan kefakiran dari penghuni rumah dan tetangganya.” (HR. At-Tabrani)
5. Membaca Surat Al-Waqiah”Barangsiapa membaca surat Al-Waqiah setiap malam, maka tidak akan ditimpa kesempitan hidup.” (HR. Al-Baihaqi dalam Syu’ab Al Iman)
6. Memperbanyak Shalawat Atas Nabi “Ubay Bin Ka’ab meriwayatkan, bila telah berlalu sepertiga malam, Rasulullah Salallahu’alaih ¬ iwassalam berdiri seraya bersabda: “Wahai Manusia Berdzikirlah Mengingat Allah, berdzikirlah mengingat Allah. Akan datang tiupan (sangkakala kiamat) pertama, kemudian diiringi tiupan kedua. Akan datang kematian dan segala kesulitan didalamnya.”
7. “Membaca Subhanallah wabihamdihi Subhanallahil adziim. Dari setiap kalimat itu seorang malaikat yang bertasbih kepada Allah Ta’ala sampai hari kiamat yang pahala tasbihnya itu diberikan untukmu.” (HR. Al-Mustagfiri dalam Ad-Da’awat) Semoga yang membagikan akan mendapat rezki dari arah yang tanpa di sangka-sangka. aamiin

👉 Kita Mengetahui, Tapi Sayang, Kita Tidak Mengamalkan 👈

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah pernah mengisahkan: “Seorang anak perempuan meninggal karena Thoun, kemudian ayahnya melihatnya di dalam mimpi, maka ayahnya berkata kepadanya: “Wahai anakku kabarkan kepadaku tentang akhirat!”

Anak perempuan itu menjawab: “Kami telah melewati perkara yang sangat besar, dan sesungguhnya kita telah mengetahui, tapi kita tidak mengamalkannya. Demi Allah, sesungguhnya satu ucapan tasbih atau satu rakaat sholat yang tertulis dalam lembaran amalku lebih aku sukai daripada dunia dan seluruh isinya”..

Berkata Ibnul Qayyim: “Anak perempuan itu telah mengatakan perkataan yang dalam maknanya (sesungguhnya kami mengetahui, tapi kita tidak mengamalkan), akan tetapi banyak diantara kita yang tidak memahami maknanya..”

Kita mengetahui, bahwa ucapan سبحان الله وبحمده Subhanallahi wa bihamdihi sebanyak 100 kali  akan  menghapuskan dosa-dosa kita, walaupun dosa kita sebanyak buih di lautan. Akan tetapi sayang.. Berapa banyak hari kita yang berlalu tanpa kita mengucapkannya sedikitpun..

Kita mengetahui, bahwa pahala  dua rakaat Dhuha setara  dengan pahala 360 shodaqah, akan tetapi sayang.. Hari berganti hari tanpa kita melakukan sholat Dhuha…

Kita mengetahui, bahwa orang yang berpuasa sunnah karena Allah satu hari saja, akan dijauhkan wajahnya dari api  neraka sejauh 70 musim atau 70 tahun perjalanan. Tapi sayang, kita tidak mau menahan lapar..

Kita mengetahui, bahwa siapa yang menjenguk orang sakit akan diikuti oleh 70ribu malaikat yang memintakan ampun untuknya.. Tapi sayang, kita belum juga menjenguk satu orang sakit pun pekan ini..

Kita mengetahui, bahwa siapa yang membangun masjid karena Allah walaupun hanya sebesar sarang burung, akan dibangunkan sebuah rumah di surga. Tapi sayang, kita tidak tergerak untuk membantu pembangunan masjid walaupun hanya dengan beberapa puluh ribu..

Kita mengetahui, bahwa siapa yang membantu janda dan anak yatimnya, pahalanya seperti berjihad di jalan Allah, atau seperti orang yang berpuasa sepanjang hari tanpa berbuka, atau orang yang sholat sepanjang malam tanpa tidur.  Tapi sayang, sampai saat ini kita tidak berniat membantu seorang janda pun..

Kita mengetahui, bahwa orang yang membaca satu huruf dari Al Qur’an, baginya sepuluh kebaikan dan satu kebaikan akan dilipatgandakan sepuluh kali. Tapi sayang, kita tidak pernah meluangkan waktu membaca Al Qur’an dalam jadwal harian kita…

Kita mengetahui, bahwa haji yang mabrur, tidak ada pahala baginya kecuali surga, dan akan diampuni dosa-dosanya sehingga kembali suci seperti saat dilahirkan oleh ibunya. Tapi sayang,  kita tidak bersemangat untuk melaksanakannya, padahal kita mampu melaksanakannya..

Kita mengetahui, bahwa orang mukmin yang paling mulia adalah yang yang paling banyak sholat malam, dan bahwasanya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dan para shahabatnya tidak pernah meremehkan sholat malam di tengah segala kesibukan dan jihad mereka. Tapi sayang kita terlalu meremehkan sholat malam..

Kita mengetahui, bahwa hari kiamat pasti terjadi, tanpa ada keraguan, dan pada hari itu Allah akan membangkitkan semua yang ada di dalam kubur. Tetapi sayang, kita tidak pernah mempersiapkan diri untuk hari itu..

Kita sering menyaksikan orang-orang yang meninggal mendahului kita, tetapi sayang, kita selalu larut dengan senda gurau  dan permainan dunia seakan kita mendapat jaminan hidup selamanya dan tidak akan akan menyusul mereka..

Wahai Saudaraku yang dirahmati Allah.. Semoga kita segera merubah keadaan kita mulai detik ini, dan mempersiapkan datangnya hari perhitungan yang pasti akan kita hadapi..

Hari dimana kita mempertanggung jawabkan setiap perbuatan kita di dunia..

Hari ketika lisan kita dikunci, sedangkan mata, kaki, dan tangan kita yang menjadi saksi..

Dan pada  hari itu, setiap orang akan lari dari saudaranya, ibu dan bapaknya, teman-teman dan anaknya, karena  pada hari itu setiap orang akan disibukkan dengan urusannya masing-masing..

📝 Diterjemahkan oleh Ummu Sholih
Di kota Madinah

  

By moslemsmiles Posted in HikMah

Wasiat Rasulullah kepada Fatimah

“coba ingat kembali Wasiat Rosulullah SAW kepada Fatimah putri Beliau, yang dipersunting Ali Bin Abi Thalib yang sangat miskin, yang ketika itu juga sedang mengeluh kepada Ayahnya Rosulullah SAW karena tangannya yang dulunya halus kini berubah menjadi kasar dan lecet-lecet karena setiap hari harus menumbuk gandum sendiri, mengolah dan memasaknya. Ada 10 WASIAT Beliau kepada Putrinya :

1. Wahai Fatimah ! Sesungguhnya wanita yang membuat tepung untuk suami dan anak-anaknya, kelak Allah akan tetapkan baginya kebaikan dari setiap biji gandum yang diadonnya, dan juga Allah akan melebur kejelekan serta meningkatkan derajatnya.

2. Wahai Fatimah ! Sesungguhnya wanita yang berkeringat ketika menumbuk tepung untuk suami dan anak-anaknya, niscaya Allah akan menjadikan antara neraka dan dirinya tujuh tabir pemisah.

3. Wahai Fatimah ! Sesungguhnya wanita yang meminyaki rambut anak-anaknya lalu menyisirnya dan kemudian mencuci pakaiannya, maka Allah akan tetapkan pahala baginya seperti pahala memberi makan seribu orang yang kelaparan dan memberi pakaian seribu orang yang telanjang.

4. Wahai Fatimah ! Sesungguhnya wanita yang membantu kebutuhan tetangga-tetangganya, maka Allah akan membantunya untuk dapat meminum Telaga Kautsar pada hari kiamat nanti.

5. Wahai Fatimah ! Yang lebih utama dari seluruh keutamaan di atas adalah keridhaan suami terhadap istri. Andaikata suamimu tidak ridha kepadamu,maka aku tidak akan mendoakanmu. Ketahuilah Fatimah, Kemarahan suami adalah kemurkaan Allah.

6. Wahai Fatimah ! Disaat seorang wanita hamil, maka malaikat memohonkan ampunan baginya, danAllah tetapkan baginya setiap hari seribu kebaikan, serta melebur seribu kejelakan. Ketika seorang wanita merasa sakit akan melahirkan, maka Allah tetapkan pahala baginya sama dengan pahala para Pejuang Allah. Disaat seorang wanita melahirkan kandungannya, makabersihlah dosa-dosanya seperti ketika dia dilahirkan dari kandungan ibunya. Disaat seorang wanita meninggal karena melahirkan, maka dia tidak akan membawa dosa sedikit pun, didalam kubur akan mendapat taman yang indah yang merupakan bagian dari taman surga. Allah memberikan padanya pahala yang sama dengan pahala seribu orang yang melaksanakan ibadah haji dan umrah, dan seribu malaikat memohonkan ampunan baginya hingga hari kiamat.

7. Wahai Fatimah! Disaat seorang istri melayani suaminya selama sehari semalam, dengan rasa senang dan ikhlas, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya serta memakaikan pakaian padanya dihari kiamat berupa pakaian yang serba hijau, dan menetapkan baginya setiap rambut pada tubuhnya seribu kebaikan. Allahpun akan memberikan kepadanya pahala seratus kali ibadah haji dan umrah.

8. Wahai Fatimah! Disaat seorang istri tersenyum dihadapan suaminya, maka Allah akan memandangnya dengan pandangan penuh kasih.

9. Wahai Fatimah! Disaat seorang istri membentangkan alas tidur untuk suaminya dengan rasa senang hati, maka para malaikat yang memanggil dari langit menyeru wanita itu agar menyaksikan pahala amalnya, dan Allah mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang.

10. Wahai Fatimah! Disaat seorang wanita meminyaki kepala suami dan menyisirnya, meminyaki jenggotnya dan memotong kumisnya serta kuku-kukunya, maka Allah akan memberi minuman yang dikemas indah kepadanya, yang didatangkan dari sungai-sungai surga. Allah pun akan mempermudah sakaratul maut baginya, serta menjadikan kuburnya bagian dari taman surga. Allah pun menetapkan baginya bebas dari siksa neraka serta dapat melintasi shirathal mustaqim dengan selamat.

By moslemsmiles Posted in HikMah

KEMBALIKAN ANAK LELAKIKU

Ketika lahir, anak lelakiku gelap benar kulitnya, Lalu kubilang pada ayahnya:“Subhanallah, dia benar-benar mirip denganmu ya!”
Suamiku menjawab:“Bukankah sesuai keinginanmu? Kau yang bilang kalau anak lelaki ingin seperti aku.”
Aku mengangguk. Suamiku kembali bekerja seperti biasa.

Ketika bayi kecilku berulang tahun pertama, aku mengusulkan perayaannya dengan mengkhatamkan Al Quran di rumah Lalu kubilang pada suamiku:

“Supaya ia menjadi penghafal Kitabullah ya,Yah.”
Suamiku menatap padaku seraya pelan berkata: “Oh ya. Ide bagus itu.”
Bayi kami itu, kami beri nama Ahmad, mengikuti panggilan Rasulnya. Tidak berapa lama, ia sudah pandai memanggil-manggil kami berdua: Ammaa. Apppaa. Lalu ia menunjuk pada dirinya seraya berkata: Ammat! Maksudnya ia Ahmad. Kami berdua sangat bahagia dengan kehadirannya.
Ahmad tumbuh jadi anak cerdas, persis seperti papanya. Pelajaran matematika sederhana sangat mudah dikuasainya. Ah, papanya memang jago matematika. Ia kebanggaan keluarganya. Sekarang pun sedang S3 di bidang Matematika.

Ketika Ahmad ulang tahun kelima, kami mengundang keluarga. Berdandan rapi kami semua. Tibalah saat Ahmad menjadi bosan dan agak mengesalkan. Tiba-tiba ia minta naik ke punggung papanya. Entah apa yang menyebabkan papanya begitu berang, mungkin menganggap Ahmad sudah sekolah, sudah terlalu besar untuk main kuda-kudaan, atau lantaran banyak tamu dan ia kelelahan. Badan Ahmad terhempas ditolak papanya, wajahnya merah, tangisnya pecah, Muhammad terluka hatinya di hari ulang tahunnya kelima.
Sejak hari itu, Ahamad jadi pendiam. Murung ke sekolah, menyendiri di rumah. Ia tak lagi suka bertanya, dan ia menjadi amat mudah marah. Aku coba mendekati suamiku, dan menyampaikan alasanku. Ia sedang menyelesaikan papernya dan tak mau diganggu oleh urusan seremeh itu, katanya.
Tahun demi tahun berlalu. Tak terasa Ahmad telah selesai S1. Pemuda gagah, pandai dan pendiam telah membawakan aku seorang mantu dan seorang cucu. Ketika lahir, cucuku itu, istrinya berseru sambil tertawa-tawa lucu:

“Subhanallah! Kulitnya gelap, Mas, persis seperti kulitmu!” Ahmad menoleh dengan kaku, tampak ia tersinggung dan merasa malu. “Salahmu. Kamu yang ingin sendiri, kan. Kalau lelaki ingin seperti aku!”
Di tanganku, terajut ruang dan waktu. Terasa ada yang pedih di hatiku. Ada yang mencemaskan aku. Cucuku pulang ke rumah, bulan berlalu. Kami, nenek dan kakeknya, datang bertamu.
Ahmad kecil sedang digendong ayahnya. Menangis ia. Tiba-tiba Ahmad anakku menyergah sambil berteriak menghentak, “Ah, gimana sih, kok nggak dikasih pampers anak ini!” Dengan kasar disorongkannya bayi mungil itu.
Suamiku membaca korannya, tak tergerak oleh suasana. Ahmad, papa bayi ini, segera membersihkan dirinya di kamar mandi. Aku, wanita tua, ruang dan waktu kurajut dalam pedih duka seorang istri dan seorang ibu. Aku tak sanggup lagi menahan gelora di dada ini.
Pecahlah tangisku serasa sudah berabad aku menyimpannya. Aku rebut koran di tangan suamiku dan kukatakan padanya: “Dulu kau hempaskan Ahmad di lantai itu! Ulang tahun ke lima, kau ingat? Kau tolak ia merangkak di punggungmu! Dan ketika aku minta kau perbaiki, kau bilang kau sibuk sekali. Kau dengar? Kau dengar anakmu tadi? Dia tidak suka dipipisi. Dia asing dengan anaknya sendiri!”
Allahumma Shalii ala Muhammad. Allahumma Shalli alaihi wassalaam. Aku ingin anakku menirumu, wahai Nabi. Engkau membopong cucu-cucumu di punggungmu, engkau bermain berkejaran dengan mereka Engkau bahkan menengok seorang anak yang burung peliharaannya mati. Dan engkau pula yang berkata ketika seorang ibu merenggut bayinya dari gendonganmu, “Bekas najis ini bisa kuseka, tetapi apakah kau bisa menggantikan saraf halus yang putus di kepalanya?”
Aku memandang suamiku yang terpaku.
Aku memandang anakku yang tegak diam bagai karang tajam. Kupandangi keduanya, berlinangan air mata. Aku tak boleh berputus asa dari Rahmat-Mu, ya Allah, bukankah begitu? Lalu kuambil tangan suamiku, meski kaku, kubimbing ia mendekat kepada Ahmad. Kubawa tangannya menyisir kepala anaknya, yang berpuluh tahun tak merasakan sentuhan tangan seorang ayah yang didamba.

Dada Ahmad berguncang menerima belaian. Kukatakan di hadapan mereka berdua, “Lakukanlah ini, permintaan seorang yang akan dijemput ajal yang tak mampu mewariskan apa-apa: kecuali Cinta.
Lakukanlah, demi setiap anak lelaki yang akan lahir dan menurunkan keturunan demi keturunan. Lakukanlah, untuk sebuah perubahan besar di rumah tangga kita! Juga di permukaan dunia. Tak akan pernah ada perdamaian selama anak laki-laki tak diajarkan rasa kasih dan sayang, ucapan kemesraan, sentuhan dan belaian, bukan hanya pelajaran untuk menjadi jantan seperti yang kalian pahami. Kegagahan tanpa perasaan. Dua laki-laki dewasa mengambang air di mata mereka. Dua laki-laki dewasa dan seorang wanita tua terpaku di tempatnya.
Memang tak mudah untuk berubah. Tapi harus dimulai. Aku serahkan bayi Ahmad ke pelukan suamiku. Aku bilang: “Tak ada kata terlambat untuk mulai, Sayang.”
Dua laki-laki dewasa itu kini belajar kembali. Menggendong bersama, bergantian menggantikan popoknya, pura-pura merancang hari depan si bayi sambil tertawa-tawa berdua, membuka kisah-kisah lama mereka yang penuh kabut rahasia, dan menemukan betapa sesungguhnya di antara keduanya Allah menitipkan perasaan saling membutuhkan yang tak pernah terungkapkan dengan kata, atau sentuhan. Kini tawa mereka memenuhi rongga dadaku yang sesak oleh bahagia, syukur pada-Mu
Ya Allah! Engkaulah penolong satu-satunya ketika semua jalan tampak buntu.

Engkaulah cahaya di ujung keputusasaanku.

Tiga laki-laki dalam hidupku aku titipkan mereka di tangan-Mu.
Kelak, jika aku boleh bertemu dengannya, Nabiku, aku ingin sekali berkata: Ya, Nabi. aku telah mencoba sepenuh daya tenaga untuk mengajak mereka semua menirumu! Amin, Alhamdulillah.
👆Itu Sepenggal Kisah Nyata Kehidupan Bunda Neno Warisman utk para Ayah Indonesia dalam buku “Izinkan Aku Bertutur”

Marketing Plan Bisnis Moment

Marketing Plan Bisnis Moment sangat mudah dan simpel, bisa dijalankan oleh siapapun mulai dari kalangan ibu rumah tangga, karyawan-karyawati, mahasiswi, pelajar, pegawai bank bahkan oleh mereka yang sama sekali belum pernah bermain di bisnis jaringan pun bisa menjalankan bisnis ini dengan mudah.

Ok.. ! akan saya jelaskan tentang cara menjalankan bisnis ini dan hasil yang anda dapatkan dengan mengikuti marketing plan yang sudah ditetapkan oleh PT. Moment Global Internasional.

Untuk langkah yang pertama silahkan anda menentukan paket pendaftaran, paket pendaftaran ada 3 pilihan yaitu :

  1. Paket Silver
  2. Paket Gold
  3. Paket Platinum

Untuk lebih jelasnya silahkan ikuti ilustrasi bisnis mament yang ada dibawah ini :

Marketing Plan Bisnis Moment

Marketing Plan Bisnis Moment 1
Dalam setiap masing-masing paket plus biaya registrasi Rp 100.000,- akan mendapatkan ID Member plus starterkit (berlaku sekali untuk selamanya)

Marketing Plan Bisnis Moment 2
Bonus dan Penghargaan yang akan anda dapatkan dalam menjalankan bisnis Moment diantaranya adalah :

  1. Bonus Penjualan Langsung sebesar 20 %
  2. Bonus Sponsor (dibayarkan harian)
  3. Bonus Pasangan / Pairing (dibayarkan harian)
  4. Bonus Unilevel (dibayarkan bulanan)
  5. Bonus kejutan

Penghargaan akan diberikan oleh Perusahaan kepada anda yang memenuhi syarat, penghargaan itu berupa :

  1. Program kepemilikan mobil dan rumah
  2. Liburan bersama Moment

Marketing Plan Bisnis Moment 3

Anda akan mendapatkan keuntungan penjualan langsung sebesar 20 % jika menjual produk moment kepada konsumen atau non member, anda bisa menjualnya secara eceran dan tidak diperbolehkan menjual dibawah harga dasar yang sudah ditetapkan oleh perusahaan.

Bonus Sponsor Moment
Bonus sponsor adalah bonus yang diberikan oleh perusahaan ketika anda bisa menjual produk moment (Glucogen / Slimmer / Teragen / Biocell / Coffee Maca / Propolis kepada orang lain sebesar Rp 125.000,- perpaket yang akan masuk kerekening anda pada hari berikutnya.

Bonus Pairing Moment
Bonus Pairing atau bonus Pasangan adalah bonus sebesar Rp 125.000,- yang diberikan kepada anda apabila dibawah jaringan anda (dalam hal ini seimbang antara kanan dan kiri masing-masing 1 paket) ada penjualan produk moment.

Jumlah bonus pairing jika anda mengambil Bisnis Paket Silver adalah maximal 10 pairing perhari, sehingga potensi bonus pairing anda perbulan adalah maksimal Rp 37.500.000,-

Bonus Pairing Gold
Bonus Pairing jika anda mengambil paket Bisnis GOLD (3 BA) adalah 12 pairing perhari, jadi dalam 1 bulan total penghasilan anda (dalam hal ini bons pairing) adalah Rp 135.000.000,-

Bonus Pairing Platinum
Bonus Pairing Paket Bisnis Platinum (dengan jumlah 7 BA) maksimal adalah 15 pasang perhari, jadi bonus yang akan anda dapatkan jika memilih jenis paket ini adalah Rp 393.750.000,- perbulan.

Sms/telp/WA:085624635165
Moment ID:8046209
Line:andalusia_store
BB:7D0FE0A7
Instagram:andalusia_store
Twitter:@vinpun
Fb:mix shop

Fiqh Prioritas (Fiqh Al-Awlawiyyat)

“fiqh prioritas” atau (fiqh al-awlawiyyat) adalah sebuah kajian ini sebetulnya dimaksudkan untuk menyoroti sejumlah prioritas yang terkandung di dalam ajaran agama, berikut dalil-dalilnya, agar dapat memainkan peranannya di dalam meluruskan pemikiran, membetulkan metodologinya, dan meletakkan landasan yang kuat bagi fiqh ini. Sehingga orang-orang yang memperjuangkan Islam dan membuat perbandingan mengenainya, dapat memperoleh petunjuk darinya; kemudian mau membedakan apa yang seharusnya didahulukan oleh agama dan apa pula yang seharusnya diakhirkan; apa yang dianggap berat dan apa pula yang dianggap ringan; dan apa yang dihormati oleh agama dan apa pula yang disepelekan olehnya. Dengan demikian, tidak akan ada lagi orang-orang yang melakukan tindakan diluar batas kewajaran, atau sebaliknya, sama sekali kurang memenuhi syarat. Pada akhirnya, fiqh ini mampu mendekatkan pelbagai pandangan antara orang-orang yang memperjuangkan Islam dengan penuh keikhlasan.

Yang dimaksud Dr. Yusuf Al Qardhawy ialah meletakkan segala sesuatu pada peringkatnya dengan adil, dari segi hukum, nilai, dan pelaksanaannya. Pekerjaan yang mula-mula dikerjakan harus didahulukan, berdasarkan penilaian syari’ah yang shahih, yang diberi petunjuk oleh cahaya wahyu, dan diterangi oleh akal. “… Cahaya di atas cahaya…” (an-Nuur: 35). Sehingga sesuatu yang tidak penting, tidak didahulukan atas sesuatu yang penting. Sesuatu yang penting tidak didahulukan atas sesuatu yang lebih penting. Sesuatu yang tidak kuat (marjuh) tidak didahulukan atas sesuatu yang kuat (rajih). Dan sesuatu “yang biasa-biasa” saja tidak didahulukan atas sesuatu yang utama, atau yang paling utama. Sesuatu yang semestinya didahulukan harus didahulukan, dan

yang semestinya diakhirkan harus diakhirkan. Sesuatu yang kecil tidak perlu dibesarkan, dan sesuatu yang penting tidak boleh diabaikan. Setiap perkara mesti diletakkan di tempatnya dengan seimbang dan lurus, tidak lebih dan tidak kurang. Sebagaimana difirmankan oleh Allah SWT: “Dan Allah SWT telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan). Supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu. Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu.” (ar-Rahman:7-9).

Dasarnya ialah bahwa sesungguhnya nilai, hukum, pelaksanaan, dan pemberian beban kewajiban menurut pandangan agama ialah berbeda-beda satu dengan lainnya. Semuanya tidak berada pada satu tingkat. Ada yang besar dan ada pula yang kecil; ada yang pokok dan ada pula yang cabang; ada yang berbentuk rukun dan ada pula yang hanya sekadar pelengkap; ada persoalan yang menduduki tempat utama (esensi) tetapi ada pula yang hanya merupakan persoalan pinggiran; ada yang tinggi dan ada yang rendah; serta ada yang utama dan ada pula yang tidak utama. Persoalan seperti itu telah dijelaskan di dalam nas al-Qur’an, sebagaimana difirmankan Allah SWT: “Apakah orang-orang yang memberi minuman kepada orang-orang yang mengerjakan ibadah haji dan mengurus Masjid al-Haram, kamu samakan dengan orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian serta berjihad di jalan Allah? Mereka tidak sama di sisi Allah; dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada kaum Muslim yang zalim. Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan.” (at-Taubah, 19-20)

Di samping itu Rasulullah saw juga bersabda, “Iman itu ada tujuh puluh cabang lebih; yang paling tinggi di antaranya ialah ‘la ilaha illa Allah,’ dan yang paling rendah ialah ‘menyingkirkan gangguan dari jalan.'”1

Para sahabat Nabi saw memiliki antusiasme untuk mengetahui amalan yang paling utama (atau yang diprioritaskan), untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Oleh karena itu banyak sekali pertanyaan yang mereka ajukan kepada baginda Nabi saw mengenai amalan yang paling mulia, amalan yang paling dicintai Allah SWT; sebagaimana pertanyaan yang pernah dikemukakan oleh Ibn Mas’ud, Abu Dzarr, dan lain-lain. Jawaban yang diberikan Nabi saw atas pertanyaan itupun banyak sekali, sehingga tidak sedikit hadits yang dimulai dengan ungkapan ‘Amalan yang paling mulia…”; dan ungkapan ‘Amalan yang paling dicintai Allah’. Dia akan melihat bahwa sejumlah parameter yang berkaitan dengan penjelasan amalan, nilai, dan kewajiban yang paling utama, paling baik, dan paling dicintai Allah SWT telah diletakkan di depan kita. Misalnya: “Shalat berjamaah itu lebih utama daripada shalat sendirian; dengan kelebihan sebanyak dua puluh tujuh tingkatan.”4

“Satu dirham dapat menandingi seratus dirham.”5

“Berjaga dalam jihad selama sehari semalam adalah lebih baik daripada berpuasa dan qiyamul-lail selama sebulan.”6

“Sesungguhnya keikutsertaan salah seorang dari kamu dalam jihad di jalan Allah adalah lebih baik daripada shalat yang dilakukan olehnya di rumahnya selama tujuh puluh tahun.”7

Sebaliknya, ada juga parameter yang berkaitan dengan penjelasan mengenai pelbagai perbuatan buruk, dengan berbagai tingkat perbedaannya di sisi Allah SWT; berupa dosa-dosa besar dan dosa-dosa kecil; perkara yang syubhat dan perkara makruh. Kadang-kadang sebagian perbuatan ini dikaitkan satu dengan lainya; Kita juga diperingatkan untuk tidak melakukan perbuatan yang dikategorikan sebagai perbuatan jahat daripada yang lainnya, atau yang lebih buruk daripada perbuatan lainnya. Al-Qur’an juga telah menjelaskan bahwa derajat manusia itu tidak sama meskipun kemanusiaan mereka sama, karena mereka sama-sama diciptakan sebagai manusia. Akan tetapi, sesungguhnya ilmu dan amal perbuatan mereka sama sekali berbeda satu dengan lainnya.

Begitulah kita menemukan bahwa manusia berbeda satu dengan lainnya, dan mereka memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh orang lainnya. Amal perbuatan mereka berbeda; dan yang membedakan kedudukan mereka satu sama lainnya ialah ilmu, amal, ketaqwaan, dan perjuangannya. Apabila kita memperhatikan kehidupan kita dari berbagai sisinya –baik dari segi material maupun spiritual, dari segi pemikiran, sosial, ekonomi, politik ataupun yang lainnya– maka kita akan menemukan bahwa timbangan prioritas pada umat sudah tidak seimbang lagi. Kita dapat menemukan di setiap negara Arab dan Islam berbagai perbedaan yang sangat dahsyat, yaitu perkara-perkara yang berkenaan dengan dunia seni dan hiburan senantiasa diprioritaskan dan didahulukan atas persoalan yang menyangkut ilmu pengetahuan dan pendidikan. Dalam aktivitas pemudanya kita menemukan bahwa perhatian terhadap olahraga lebih diutamakan atas olah akal pikiran, sehingga makna pembinaan remaja itu lebih berat kepada pembinaan sisi jasmaniah mereka dan bukan pada sisi yang lainnya. Lalu, apakah manusia itu hanya badan saja, akal pikiran saja, ataukah jiwa saja? Akan tetapi kita sekarang ini menyaksikan bahwa manusia dianggap sebagai manusia dengan badan dan otot-ototnya, sebelum menimbang segala sesuatunya.

Pada musim panas tahun lalu (1993), tiada perbincangan yang terjadi di Mesir kecuali perbincangan di seputar bintang sepak bola yang dipamerkan untuk dijual. Harga pemain ini semakin meninggi bila ada tawar-menawar antara beberapa klub sepak bola, sehingga mencapai 750.000 Junaih (satuan mata uang Mesir). Jarang sekali mereka yang mengikuti perkembangan dunia olahraga, khususnya olahraga yang bermanfaat bagi manusia dalam kehidupan mereka sehari-hari. Mereka hanya menumpukan perhatian terhadap pertandingan olahraga, khususnya sepak bola yang hanya dimainkan beberapa orang saja, sedangkan yang lainnya hanya menjadi penonton mereka. Sesungguhnya bintang masyarakat, dan nama mereka yang paling cemerlang bukanlah ulama atau ilmuwan, bukan pemikir atau juru da’wah; akan tetapi mereka adalah apa yang kita sebut sekarang dengan para aktor dan aktris, pemain sepak bola, dan sebagainya.

Surat kabar dan majalah, televisi dan radio, hanya memperbincangkan kehidupan, tingkah laku, “kejayaan,” petualangan, dan berita di sekitar mereka, walaupun tidak berharga. Sedangkan orang-orang selain mereka tidak pernah diliput, dan bahkan hampir dikesampingkan atau dilupakan. Apabila ada seorang seniman yang meninggal dunia, seluruh dunia gempar karena kematiannya, dan semna surat kabar berbicara tentang kematiannya. Namun apabila ada seorang ulama, ilmuwan, atau seorang profesor yang meninggal dunia, seakan-akan tidak ada seorangpun yang membicarakannya. Kalau dilihat dari segi material, perhatian mereka kepada dunia olahraga dan seni memakan biaya sangat tinggi; yaitu untuk membiayai publikasi, dan keamanan penguasa, yang mereka sebut sebagai biaya “keamanan negara”; dimana tidak ada seorang pun dapat menolak atau mengawasinya. Mengapa semua itu bisa terjadi? Pada saat yang sama, lapangan dunia pendidikan, kesehatan, agama, dan perkhidmatan umum, sangat sedikit mendapat dukungan dana; dengan alasan tidak mampu atau untuk melakukan penghematan, terutama apabila ada sebagian orang yang meminta kepada mereka sumbangan untuk melakukan peningkatan sumber daya manusia dalam rangka menghadapi perkembangan zaman.

Persoalannya adalah seperti yang dikatakan orang: “Penghematan di satu sisi, tetapi di sisi lain terjadi pemborosan”; sebagaimana yang pernah dikatakan Ibn al-Muqaffa,: “Aku tidak melihat suatu pemborosan terjadi kecuali di sampingnya ada hak yang dirampas oleh orang yang melakukan pemborosan itu.”

Judul FIQH PRIORITAS : Sebuah kajian baru berdasarkan Al-Quran dan As-Sunnah
No. ISBN
Penulis Dr. Yusuf Qardhawi
Penerbit Robbani Press 
Tanggal terbit 2008
Jumlah Halaman 336

Menikah

Dua hati berbeda,

Dua sifat berbeda,

Dua adat berbeda,

Dua keluarga berbeda,

Dua kejelekan berbeda,

Dua kebaikan berbeda,

Dua kemauan berbeda,

Dua pikiran berbeda,

Dua tujuan berbeda,

  1. “Dari Jabir r.a., Sesungguhnya Nabi SAW. Telah bersabda : Sesungguhnya perempuan itu dinikahi orang karena agamanya, kedudukan, hartanya, dan kecantikannya ; maka pilihlah yang beragama”(HR. Muslim dan Tirmidzi).
  2. Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bila mendoakan seseorang yang nikah, beliau bersabda: “Semoga Allah memberkahimu dan menetapkan berkah atasmu, serta mengumpulkan engkau berdua dalam kebaikan.” Riwayat Ahmad dan Imam Empat. Hadits shahih menurut Tirmidzi, Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban.
  3. Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telahmenciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allahmenciptakan isterinya; dan daripada keduanya Allahmemperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Danbertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nyakamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungansilaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasikamu. [QS. An-Nisaa’ : 1]
  4. “Apabila seorang di antara kamu menggauli isterinya, janganlah menghinggapinya seperti burung yang bertengger sebentar lalu pergi. “(HR. Aththusi)
  5. “Seburuk-buruk kedudukan seseorang di sisi Allah pada hari kiamat ialah orang yang menggauli isterinya dan isterinya menggaulinya dengan cara terbuka lalu suaminya mengungkapkan rahasia isterinya kepada orang lain. “(HR. Muslim)
  6. “Sesungguhnya wanita seumpama tulang rusuk yang bengkok. Bila kamu membiarkannya (bengkok) kamu memperoleh manfaatnya dan bila kamu berusaha meluruskannya maka kamu mematahkannya. “(HR. Ath-Thahawi)
  7. “Talak (perceraian) adalah suatu yang halal yang paling dibenci Allah. “(HR. Abu Dawud dan Ahmad)
  8. “Ada tiga perkara yang kesungguhannya adalah kesungguhan (serius) dan guraunya (main-main) adalah kesungguhan (serius), yaitu perceraian, nikah dan rujuk. “(HR. Abu Hanifah)
  9. Dari Ibnu Abbas bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Seorang janda lebih berhak menentukan (pilihan) dirinya daripada walinya dan seorang gadis diajak berembuk, dan tanda izinnya adalah diamnya.” Riwayat Imam Muslim. Dalam lafaz lain disebutkan, “Tidak ada perintah bagi wali terhadap janda, dan anak yatim harus diajak berembuk.” Riwayat Abu Dawud dan Nasa’i. Hadits shahih menurut Ibnu Hibban.
  10. Dari Ibnu Abbas Radliyallaahu ‘anhu bahwa ada seorang gadis menemui Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam lalu bercerita bahwa ayahnya menikahkannya dengan orang yang tidak ia sukai. Maka Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam memberi hak kepadanya untuk memilih. Riwayat Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majah. Ada yang menilainya hadits mursal.
  11. Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Tidak boleh dimadu antara seorang perempuan dengan saudara perempuan ayahnya dan antara seorang perempuan dengan saudara perempuan ibunya.” Muttafaq Alaihi.
  12. Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Tidak boleh dimadu antara seorang perempuan dengan saudara perempuan ayahnya dan antara seorang perempuan dengan saudara perempuan ibunya.” Muttafaq Alaihi.
  13. Dari Rabi’ Ibnu Saburah, dari ayahnya Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Aku dahulu telah mengizinkan kalian menikahi perempuan dengan mut’ah dan sesungguhnya Allah telah mengharamkan cara itu hingga hari kiamat. maka barangsiapa yang masih mempunyai istri dari hasil nikah mut’ah, hendaknya ia membebaskannya dan jangan mengambil apapun yang telah kamu berikan padanya.” Riwayat Muslim, Abu Dawud, Nasa’i, Ibnu Majah, Ahmad, dan Ibnu Hibban.
  14. Ibnu Mas’ud berkata: Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam melaknat muhallil (laki-laki yang menikahi seorang perempuan dengan tujuan agar perempuan itu dibolehkan menikah kembali dengan suaminya) dan muhallal lah (laki-laki yang menyuruh muhallil untuk menikahi bekas istrinya agar istri tersebut dibolehkan untuk dinikahinya lagi).” Riwayat Ahmad, Nasa’i, Dan Tirmidzi. Hadits shahih menurut Tirmidzi.
  15. Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Orang berzina yang telah dicambuk tidak boleh menikahi kecuali dengan wanita yang seperti dia.” Riwayat Ahmad dan Abu Dawud dengan para perawi yang dapat dipercaya.
  16. ‘Aisyah .ra berkata: ada seseorang mentalak istrinya tiga kali, lalu wanita itu dinikahi seorang laki-laki. Lelaki itu kemudian menceraikannya sebelum menggaulinya. Ternyata suaminya yang pertama ingin menikahinya kembali. Maka masalah tersebut ditanyakan kepada Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam, lalu beliau bersabda: “Tidak boleh, sampai suami yang terakhir merasakan manisnya perempuan itu sebagaimana yang dirasakan oleh suami pertama.” Muttafaq Alaihi dan lafadznya menurut Muslim.

Cara Membedakan Produk Moment Asli dan Palsu

Cara untuk membedakan antara produk moment2u yang asli dengan yang palsu sangat mudah sekali, hal seperti ini banyak sekali ditanyakan kepada kami karena calon pembeli merasa khawatir dengan produk yang akan mereka beli nantinya jika ternyata palsu.

Yah.. dengan harapan ingin mendapatkan badan yang sehat serta kulit yang putih bersih eh.. ternyata produknya palsu..! nah lho.. jadi apa nantinya kulit anda. jadi lebih baik berhati-hati ya…?

Berikut ini saya informasikan tentang bagaimana sich caranya membedakan moment2u yang asli dan yang palsu :

  1. Pastikan produk yang anda beli adalah produk yang dijual oleh member / stockist / master stockist rsmi Moment dengan menanyakan ID atau nomor penjual
  2. Setiap pembelian 1 paket produk Moment2u (Glucogen, Slimmer, Teragen, Biocell, Coffee maca, Propolis) anda akan mendapatkan pin barcodenya yang digunakan untuk registrasi atau input data di website resmi perusahaan (www.moment2u.com)
  3. Cek harga member dan harga non member (Harga member Rp 1.200.000,- perpaket sedangkan harga non member Rp 1.500.000,- perpaket atau 1.400.000)
  4. Jika anda diberi oleh si penjual perpaketnya dengan harga di bawah Rp 1.200.000,- maka sudah pasti barang itu PALSU karena tidak mungkin berbisnis hanya untuk mengalami kerugian semata.

Apabila anda menemukan ketidakberesan tentang produk dan harga resmi kami mohon untuk segera menginformasikan kepada perusahaan.

Terimakasih dan semoga bermanfaat.

cutting price

Sms/telp/WA:085624635165
Moment ID:8046209
Line:andalusia_store
BB:7D0FE0A7
Instagram:andalusia_store
Twitter:@vinpun
Fb:mix shop