Tanggung Jawab Ayah terlepas setelah Anak Gadisnya Menikah

By: Udztad Felix Siauw

seorang anak perempuan itu milik ayahnya sampai dia dinikahi | maka datangilah ayahnya bila engkau betul-betul berani

karena ayahnya yang telah mengajarinya, memberinya makan | melindunginya, dan membuatnya mengenal Allah

karenanya ayahnya pula yang paling tahu perihal putrinya | jelas-jelas lebih tahu lelaki mana yang sanggup menggantikannya

karena menikahi seorang perempuan itu berarti menggantikan ayahnya | mengambil semua tanggungan ayahnya atas diri perempuan itu

memberinya makan, pakaian, kediaman, bersama-sama kita | mencintai, menyayangi, melindungi, jadi sandaran baginya

suami itu pemimpin dalam taat, yang harus lebih ibadahnya | pembimbing di jalan surga dan pengawal dari murka Allah

kesemuanya itu, segalanya itu, adalah ayah yang menilainya | Allah berikan kepada ayah, penilaian cocoknya calon suami

bukan berarti tak ada hak pada putrinya, hanya ayahnyalah wali | maka lelaki sejati, mendatangi dan meyakinkan walinya

bahwa dia pantas menjadi wali menggantikan ayahnya | bahwa tugas berat itu hendak dia pikul dengan sama baiknya

maka awalnya suami baik itu dari yang taat pada Allah | yang mendatangi walinya bukan hanya sibuk dengan putrinya

dan calon suami yang baik itu, tak pernah mengajak maksiat | berpacaran dan berkhalwat, atau amal nista sebelum menikah

yang meminang dengan hamdalah pada ayahnya | itulah yang bakal mengajak pada jalan bahagia ๐Ÿ™‚

Iklan

Bukan Hanya Sekedar Kata Maaf

Idul Fitri kali ini berbeda dengan yang dulu. Ya.. Aku sudah kehilangan nenek terbaik ku, yang sangaaaat berarti dan membuatku mengerti arti kehidupan. Aku biasa memanggil mbah putri. Ya Allah bebaskan lah dari siksa kubur dan api neraka. Amiiinn

Sekiranya ada salah dan dosa,

Ampun dipinta dihari mulia.

Taqabballahu minna wa minkum

Taqabballahu ya Kariim

Shiyamanna wa shiyamakum

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1436 H

Minal Aidil walfaizin Mohon maaf lahir dan bathin
ุชู‚ุจู„ ุงู„ู„ู‡ ู…ู†ุงูˆู…ู†ูƒู… ุตูŠู…ู†ุง ูˆุตูŠู…ูƒู… 

ู…ู†ุงู„ุขุนูŠุฏูŠู† ูˆุงู„ูุงุฆุฒูŠู†

Biasanya semua orang mengucap maaf lahir batin. Menurutku bukan hanya sekedar kata maaf. Yang paling terpenting kita bisa memaafkan dan tidak mengulang kesalahan yang sama lagi.

Bisa menJadi pribadi yang lebih baik, lebih bersih, lebih shalih dan shalihah. Idul fitri bisa jadi patokan kadar iman kita apakah lebih baik atau lebih buruk. Nauzubillahimindzalik jika lebih buruk, hayuk fastabiqul Khairat-berlomba-lomba dalam kebaikan.

Minimal standar orang shalih bagi laki-laki adalah seperti Nabi Muhammad SAW. Kenapa aku bilang minimal? Karena kalau punya target lebih kecil dari standar Rasul, pasti yang tercapai adalah dibawahnya. Itu yang biasa terjadi. Kalau dibilang sih, minimal sholat tepat waktu ke Masjid, shaum Senin-Kamis, shaum Ramadhan, sholat Dhuha, tahajjud, Rawatib, dll. Minimal!!

Berat, memang.. Masuk surga itu tidak gampang. Rasul saja yang sudah dijamin masuk surga oleh Allah, tidak pernah meninggalkan sholat tahajjud. Apalagi berleha-leha dan melalaikan ibadah. Nah kita yang belum tentu masuk surga aja kebanyakan gaya, Ibadah ogah-ogahan, enak-enakan di dunia, mencari harta tapi untuk akhirat di lupakan. Ya Allah, jadikan kami orang-orang yang shalih dan shalihah sehingga bisa di Rahmati olehMu.

Bumi Jawa, 17 Juli 2015

22.25

Nafkah, dahulukan Istri & Anak atau Keluarga Suami?

Assalamualaikum wr. Wb.
Ustad/ustdzah saya Iva, wanita dan sudah menikah. Saya bekerja dan memiliki anak 1 masih balita. Saya ingin bertanya, bagaimana islam memandang apabila dalam rumah tangga istri harus memenuhi kebutuhan sendiri & anak, dikarenakan suami harus membyar cicilan pinjaman di bank & memberikan nafkah ke ibunya, sedangkan ibu mertua mampu & msih dapat nafkah dari bapak mertua & dari kakak ipar setiap bulannya.
Suami takut ibunya marah jika tidak dikasih. Jadi suami tidak bisa menafkahi istri dan anak. Apakah dalam islam berdosa ustad/ustdzah ? Apakah islam memandang apabila tidak memberi nafkah ke ibunya, suami saya berdosa ? Apakah tidak bisa memberi nafkah istri dan anak termasuk mendzalimi istri & anak ? Mana yang harus didahulukan istri & anak atau ibunya? Sblm menikah saya seorang yatim & saya juga msih menjadi tulang punggung keluarga untuk menafkahi ibu saya dan adik saya sampai saat ini. Bagaimana islam memandang permasalahan ini, mohon jwabanya ustad/ustadzah. Sukron. Wassalam,

Jawaban
Assalamu alaikum wr.wb Alhamdulillahi Rabbil alamin. Washshalatu wassalamu ala Rasulillahi wa ala alihi wa shahbih ajmain. Amma ba’du:
Dalam Islam jelas bahwa seorang suami bertanggung jawab untuk memberikan nafkah kepada isteri dan anak-anaknya. Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam Alquran surat an-Nisa ayat 34 dan al-Baqarah 233. 

Meskipun kondisi isteri mampu, berkecukupan, bahkan kaya, kewajiban untuk memberikan nafkah keluarga tetap menjadi tanggung jawab suami, kecuali kalau isteri ridha dg keadaan yang ada. Namun jika tidak, dan suami tetap tidak mau memberikan nafkah kepada isteri dan anak, maka sang suami berdosa. 

Rasul saw bersabda, ูƒูŽููŽู‰ ุจูุงู„ู’ู…ูŽุฑู’ุกู ุฅูุซู’ู…ู‹ุง ุฃูŽู†ู’ ูŠูุถูŽูŠูู‘ุนูŽ ู…ูŽู†ู’ ูŠูŽู‚ููˆุชู

โ€œCukuplah seseorang itu dikatakan berdosa karena ia telah menyia-nyiakan orang yang berada di bawah tanggung jawabnya.โ€ (HR. An-Nasaโ€™i dan Al-Hakim. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)
Jika seorang suami tidak pernah memberikan nafkah kepada istri dan anak-anaknya, bisa dilihat berapa banyak dosa yang ia tanggung sampai menjadi pertanggungjawaban di akhirat karena dituntut oleh Allah SWT.

Selanjutnya seorang suami memang dituntut untuk memberikan nafkah kepada isteri dan anak, serta kepada kedua orang tuanya jika mereka berada dalam kondisi membutuhkan dan kekurangan. Kalau suami bisa memenuhi kebutuhan mereka semua, maka wajib baginya untuk memenuhi.  
Namun jika penghasilan atau hartanya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan semua, maka harus ada prioritas. Yaitu yang harus didahulukan adalah isteri dan anak yang memang berada dalam tanggung jawab utamanya sebagai seorang suami.

Hal ini berdasarkan sabda Rasul saw, “Mulailah dari dirimu dengan bersedekah (memberikan nafkah) untuknya. Lalu jika ada yang tersisa maka untuk keluargamu (isteri dan anakmu). Jika masih ada yang tersisa, maka untuk karib kerabatmu (orang tua, saudara dst), dan begitu seterusnya.”

Imam an-Nawawi berkata, “Apabila pada seseorang berhimpun orang-orang membutuhkan dari mereka yang harus ia nafkahi, maka bila hartanya cukup untuk menafkahi semuanya, ia harus menafkahi semuanya, baik yang dekat maupun yang jauh. Namun apabila sesudah ia menafkahi dirinya, yang tersisa hanya nafkah untuk satu orang, maka ia wajib mendahulukan isteri daripada karib kerabatnya yang lain.(Raudhah ath-Thalibin).

Melihat pada kasus Anda, hendaknya suami mendahulukan yang menjadi kewajibannya, yaitu menafkahi isteri dan anak. Jika kondisinya benar-benar tidak mampu menafkahi ibunya, maka suami tidak berdosa karena Allah tidak membebani seseorang di luar kemampuannya. Hanya saja, hal ini harus dibicarakan secara baik-baik disertai dg pemberian pemahaman. Kalau ibu masih tetap bersikeras untuk mendapat nafkah suami, sementara Anda sebagai isteri ridha demi untuk menjaga keutuhan dan kebahagiaan rumah tangga, maka Anda mendapatkan pahala yang besar insya Allah. Namun jika tidak ridha, Anda berhak untuk menuntut suami.  
Semoga Allah memberikan keberkahan dan jalan keluar terbaik bagi Anda sekeluarga.

Wallahu a’lam.
Wassalamu alaikum wr.wb.

Tim syariahonline.com 

Beberapa Sikap

By : Uztad Felix Siaw

1. perkataan yang kasar dari suami tidak menjadikannya jantan | justru itu perlihatkan sikap terlihat kejam tanpa perasaan
2. wanita dicipta dari lekuk rusuk agar disayangi | tentu lebih layak dicintai setelah jadi istri
3. meluruskannya dengan paksa hanya mematahkannya | kesabaran dan kelembutan adalah kuncinya
4. istri diambil dengan amanah serta kalimat yang baik dari walinya | jaga dan berlakulah baik padanya sebagaimana Nabi meminta
5. siapa yang tak luluh hatinya bila memiliki suami | yang santun lisannya dan sabar dalam menasihati?
6. bukan agar istri takut pada suami lalu istri takut berlaku salah | namun agar dia enggan melihat suaminya sedih maka dia berlaku benar
7. maka ancaman apalagi pukulan bukanlah jalan | coba kata-kata lembut sejuk penuh pengertian pelan-pelan
8. sebetulnya bila istri senantiasa berbuat salah | maka sejatinya suaminya itu bermasalah
9. karena tugas suami bukan hanya menafkahi lahir | namun terutama agar dalam kebaikan dia jadi mahir
10. membimbing dan mengajari kebaikan adalah tugasnya suami | memimpinnya dalam kebenaran adalah kewajiban suami
11. jagan tuduh istrimu tidak sempurna melakukan kewajibannya | mungkin suaminya yang tidak penuh tunaikan haknya?
12. atau mungkin kedua-duanya selama ini bermasalah? | tanpa iman dan ilmu lantas nekat untuk menikah?
13. bagaimanapun suami adalah pemimpin atas istrinya | tak layak pemimpin tidak berlaku baik pada yang dipimpinnya
14. pandangilah dia bila memasak bagi anak-anakmu | dengarkan senandungnya saat menidurkan anak-anakmu
15. lisan yang baik itu merubah akal dan pikiran | lisan kasar dan amal kasar tanda cacat pikiran
16. perbanyak memahami kisah Rasulullah memerlakukan istri-istrinya | niscaya kita temukan hikmah pelajaran kaya pekerti
17. “sesungguhnya yang paling baik diantara laki-laki | adalah yang paling baik kepada istri-istrinya” (HR Ahmad)
18. kenyataannya jarang kita temukan suami dzalim pada istrinya | lantas Allah berikan kemudahan hidupnya di dunia
19. sayangi dan muliakan istrimu | bahagia dan berharga hidupmu

Petuah Orang Tua

Pernah ya dapat pesan dari orang tua kita? Pastinya dooong, setiap orang tua pasti akan memberikan pesan-pesan nya ke semua anaknya.

Karena dari mereka lah pengalaman dan perjalanan hidupku dimulai.

Karena dari mereka lah lahir aku.

Karena dari mereka lah aku bisa seperti ini.

Karena dari mereka lah, Allah mengirimkan Ar-Rahman dan Ar-Rahim Nya untukku.

Alhamdulillah sejak aku kecil, aku dilatih mandiri dan dilatih untuk survive di suatu tempat. Beberapa pesan yang tidak akan aku lupakan dari orang tuaku adalah:

  • Ucapkan TERIMA KASIH kepada orang yg telah membantu kita. Baik materi atau sekedar motivasi. Dan hal ini juga disampaikan oleh Rasulullah, dalam hadistnya:

” ู…ู† ู„ู… ูŠุดูƒุฑ ุงู„ู†ุงุณ ู„ู… ูŠุดูƒุฑ ุงู„ู„ู‡ ”
“Barangsiapa yang tidak berterima kasih kepada manusia maka dia tidak bersyukur kepada Allah” (HR. Ahmad)


Dalam hadits yang lain disebutkan :

” ุฃุดูƒุฑ ุงู„ู†ุงุณ ู„ู„ู‡ ุฃุดูƒุฑู‡ู… ู„ู„ู†ุงุณ ”
“Orang yang paling bersyukur kepada Allah adalah mereka yang paling bersyukur kepada manusia” (HR. Al Baihaqi)


Dalam hadits yang lain disebutkan :

ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุตูŽู†ูŽุนูŽ ุฅูู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ู…ูŽุนู’ุฑููˆูู‹ุง ููŽูƒูŽุงููุฆููˆู‡ู
“dan barangsiapa yang berbuat kebaikan kepadamu maka balaslah dia” (HR. Abu Daud no. 1672, An-Nasai: 5/82, dan Ahmad dalam Al-Musnad: 2/68,99)


Kalau ingat dulu waktu kecil, apapun yang dikasih ke kita dari orang/ saudara harus mengucap terima kasih. Mau itu pertolongan, material atau apapun itu. Dan kalo kata ayah & ibu, kita harus bisa membalas jasa orang tersebut. Misal, dulu waktu kecil aku sering dititip Bude karena orang tuaku kerja. Pastinya dong banyak yg dikeluarkan Bude buatku, sekarang Bude udah meninggal. Nah gimana coba membalas kebaikan Bude?

Caranya sebisa mungkin Kita ucapkan terima kasih sama semua anak-anaknya Bude. Bude dan Pakde juga pasti punya cucu kan. Beberapa waktu kalau kita punya rezeki lebih karena hasil gaji kita, balaslah kebaikan-kebaikan Bude dulu kepada anak-anaknya dan cucu-cucunya. Kasih Lah 100ribu atau sekedar makanan buatan kita yang enak. Insya Allah suatu saat nanti Allah akan membalas kebaikan untuk anak-anak dan cucu-cucu kita.

Begitupun sebaliknya, kalau kita pelit, masa bodo sama yang sudah pernah menolong kita, lebih parah lagi tidak peduli. Udah dapat keenakan hidup di dunia, gaji besar, tapi tidak mau membalas kebaikan orang, suatu saat nanti anak-anak dan cucu-cucu kita tidak akan peduli sama kita. Believe or Not, IF you do It, you Will get it.



  • Mencoba untuk CARE dengan orang lain. Apalagi dengan orang dekat. Contoh: istri/suami, saudara (nenek, kakek, adik, kakak, tante, om, pakde, budhe), tetangga, dll. Care disini dalam arti kalau tidak bisa memberikan bentuk materi, coba untuk rasa empati. Menanyakan, bukan berarti ikut campur urusan orang. SMS/Telp/BBM dan sebagainya, karena sekarang banyak media sosial yang bisa dipakai hanya untuk sekedar bertanya.

โ€œAnak yatim bukanlah anak yang ditinggal mati oleh kedua orang tua hingga ia menjadi miskin. Akan tetapi, anak yatim yang sebenarnya ialah seorang anak yang menemukan ibunya yang kurang mendidiknya dan menemukan ayah yang sibuk dengan pekerjaannya.โ€ (baca kitab Tarbiyatu al-Aulaad Fii al-Islaam halaman 103-104)

ูƒูŽููŽู‰ ุจูุงู„ู’ู…ูŽุฑู’ุกู ุฅูุซู’ู…ู‹ุง ุฃูŽู†ู’ ูŠูุถูŽูŠูู‘ุนูŽ ู…ูŽู†ู’ ูŠูŽู‚ููˆุชู

โ€œCukuplah seseorang itu dikatakan berdosa karena ia telah menyia-nyiakan orang yang berada di bawah tanggung jawabnya.โ€ (HR. An-Nasaโ€™i dan Al-Hakim. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)


Apalagi kalau kita di rumah orang, dulu waktu mbah masih ada dan kalau lagi nginep di rumah mbah, ayah & ibu selalu bilang: “bangun pagi, cuci piring, nyapu, ngepel.. Kamu jangan enak-enakan aja, udah jadi gadis Ga boleh males harus rajin. Apalagi nginep di rumah orang. Masih mending kamu nginep di rumah mbah, kalau kami nginep di rumah orang lain, Temen kamu atau siapapun itu kamu harus rajin bantu-bantu. Jangan tidur terus, emang ya kamu raja di sini..”

Mak jleb ya kata2 nya.. Tapi itu yang jadi Ingatanku sampai sekarang bahwa dari kecil diajarkan harus rajin. Kalau perlu Ga boleh tuh berdiam diri di kamar. Harus silaturahim, keluar rumah, sosialisasi dengan saudara dan tetangga. Karena kata Rasul, “Barangsiapa yang rajin silaturahim, akan dipanjangkan umurnya. Aaamiiin.. ๐Ÿ˜Š



  • Biasakan ucapkan MAAF pada siapapun baik itu keluarga dekat apalagi keluarga jauh, teman, orang yg tidak kita kenal sekalipun.

    PASTINYA dong semua manusia tidak luput dari yang namanya salah. Sengaja ataupun tidak disengaja. Bercanda ataupun serius. Itu bisa menyebabkan yang namanya sakit hati. 

     โ€œTidak halal seorang muslim menjauhi kawannya lebih dari tiga hari. Jika telah lewat waktu tiga hari itu, maka berbicaralah dengan dia dan berilah salam, jika dia telah menjawab salam, maka keduanya bersama-sama mendapat pahala, dan jika dia tidak membalasnya, maka sungguh dia kembali dengan membawa dosa, sedang orang yang memberi salam telah keluar dari dosa karena menjauhi itu.โ€ (Riwayat Abu Daud).

     Jadi kita tidak usah takut resiko meminta maaf, sebab jika kita sudah meminta maaf maka kita justru terbebas dari dosa karena kita tidak minta maaf. Dimaafkan atau tidak, kita telah mengaku bersalah dan meminta maaf.

    Minta maaf adalah hal terpenting yang harus diajarkan setiap orang tua kepada anaknya. Kakak salah harus minta maaf kepada adik. Orang tua salah harus minta maaf kepada anak. Suami salah harus minta maaf kepada istri. Presiden salah harus minta maaf kepada rakyat. Guru salah harus minta maaf kepada murid.

    Orang tua yang mengaku salah pada anak adalah orang tua yang baik. Orang tua bukan Tuhan yang tidak ada salah. Kita semua akan menjadi orang tua dan jika kita salah, minta maaf Lah pada anak-anak kita.

    Apa sih susahnya minta maaf? Mungkin terdengar kalau kita minta maaf duluan, berarti kita yang salah begitu. Belum tentu, orang yang minta maaf duluan akan dimuliakan Allah. Waktu kecil setiap melakukan kesalahan fatal aku hampir dikurung dikamar mandi kalau belum minta maaf sama orang. ^_^

    Rasulullah bersabda:

    โ€œMaukah aku ceritakan kepadamu tentang sesuatu yang menyebabkan Allah memuliakan bangunan dan meninggikan derajatmu? Para sahabat menjawab, tentu. Rasul bersabda, โ€˜Kamu bersikap sabar (hilm) kepada orang yang membencimu, memaafkan orang yang berbuat zhalim kepadamu, memberi kepada orang yang memusuhimu, dan menghubungi orang yang telah memutuskan silaturrahim denganmu.โ€™โ€ (HR Thabrani)


    Membangun sikap mental pemaaf bukanlah perkara yang mudah. Munculnya kualitas pribadi pemaaf membutuhkan proses panjang dan pembinaan diri terus menerus. Maaf dan memaafkan biasannya terkait dengan telah tersakitinya harga diri dan fisik kita oleh orang lain. Merupakan watak khas manusia dan mungkin sebagian besar makhluk hidup lainnya, bahwa mereka cenderung tidak suka disakiti. Orang โ€“ orang yang matang dan sehat jiwanya akan memiliki perilaku yang dikendalikan oleh pertimbangan akalnya yang sehat.

    Sebaliknya banyak pula orang yang gagal atau belum mampu menggunakan sumber daya akalnya secara maksimal, sehingga seluruh hidupnya di kendalikan oleh hawa nafsu dan instingnya saja. Kecenderungan nafsu yang gemar dengan hal โ€“ hal yang mengenakkan dan memuaskan diri, kalau tidak diimbangi dengan kemampuan akal untuk menghasilkan pertimbangan yang sehat akan menjerumuskan manusia pada perilaku rendah yang tidak sesuai dengan martabat kemanusiaan.

    Sangat disayangkan orang tua yang tidak mengajarkan 3 hal diatas kepada anaknya waktu kecil. Yang membuat anak tersebut ketika dewasa bersikap apatis, egois, dan keras kepala. Nauzubillahimindzalik, semoga kita dan anak cucu kita dijauhkan dari hal-hal buruk.

    By: Arvina Irkantini

    Jakarta, 070715

    Sepertinya…

    By: Uztad Felix Siaw

    โ€œwahai orang-orang yang beriman, penuhilah janji-janji ituโ€ (QS 5:1) | penuhi janji kepada Allah dan manusia

    penuhi janji, atau jangan berjanji | bila sudah tak mampu penuhi, jangan menambah janji | hanya akan mengiris luka lagi
    benar-benar pada janji terdapat asa bagi yang terjanji | dan asa akan berubah jadi luka bila belum tertunai
    dan bila syahadat adalah janji setia pada Allah Tuhan Semesta | maka pernikahan adalah janji setia pada istri sang buah mata
    untuk lelaki menunaikan janji bukan prestasi | namun sebuah kewajiban yang harus dipenuhi
    karena setiap janji yang tak tertunai adalah aib | yang menjadi rekam jejak atas tanggung jawab
    maka lelaki yang sejati | tak pandai umbar janji | karena setiap janji bernilai | pertanda harga diri
    lelaki dilihat dari kata-katanya | bila sudah berdusta | tiada apa yang bisa dipercaya
    ==================================================================
    aku menemani istriku seolah-olah itu perjumpaan terakhir | dan meninggalkan anakku seolah-olah takkan bertemu lagi
    aku takut melampiaskan amarah pada anak-anak | karena aku khawatir itu yang terakhir mereka ingat
    aku benci pergi dari istriku dalam keadaan marah | karena bisa jadi itu yang terakhir yang dia kenang
    aku menulis agar anak-anakku mengenal persis siapa ayahnya | bukan dari lisan orang lain tapi dari tulisan ayahnya
    aku meninggalkan istriku karena aku tahu persis | bahwa yang dia dan aku cari tiada ada di rumah
    di medan perang ada nikmat yang tak disediakan ranjang | di medan dakwah ada bahagia yang tak didapat di rumah
    mencintaimu itu anugerah | membencimu itu musibah

    “Bila seorang lelaki berlaku baik pada istriya”

    By : Ustad Felix Siauw

    01. saat saya berbisnis dengan seseorang yang sudah menikah | biasanya saya selidiki dulu kualitas kebaikannya pada istrinya 
    02. bila seorang lelaki berlaku baik pada istriya | maka dia partner bisnis yang kemungkinan besar terpercaya
    03. tapi bila lelaki memperlakukan istrinya dengan kasar atau jahat | kemungkinan besar dalam bisnis pun akan berkhianat
    04. logikanya, istri adalah orang yang paling dekat dengan suami | bahkan Allah berikan kedekatan lebih dari yang lain
    05. “mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka” (QS 2:187) | begitu firman Allah Swt
    06. bahkan didepan orangtua pun kita tidak diperkenankan telanjang | namun seorang suami diperkenankan begitu didepan istri
    07. artinya, Allah Swt memberikan kedekatan suami-istri | kedekatan yang tiada bandingannya dari yang lain
    08. logikanya, bila pada yang terdekat pun perlakuannya kasar | bagaimana perlakukannya dengan yang lain?
    09. logikanya, bila dengan yang terdekat pun masih berdusta | maka bagaimana jadi partner bisnis yang bisa dipercaya?
    10. lelaki yang dzalim dan kasar pada istrinya | cepat atau lambat pasti akan menghancurkan bisnis
    11. karena elemen paling penting dalam partnership | ialah integritas dan bertanggungjawab | dan keduanya ciri penting suami salih 
    12. tentang partner bisnis | skill bisa dilatih, pengetahuan bisa dicari | integritas dan tanggungjawab? nggak sehari dua hari
    13. logikanya lagi, bagaimana lelaki yang hanya istri saja tidak bisa di-manage | lantas bisa me-manage bisnis dengan baik?
    14. sabda Rasul dalam riwayat Imam Ahmad, “Mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya di antara mereka..”
    15. “… Dan sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap istri-istrinya” (HR Ahmad) | nah, ini lebih jelas lagi 
    16. jadi menurut Rasulullah | mukmin sempurna = baik akhlaknya = baik terhadap istrinya | see? 
    17. jadi carilah partner bisnis yang baik pada istrinya | yang baik rumah tangganya 
    18. “terus gimana kalo yang belum nikah?” | ya makanya nikah dulu, hehe.. XP
    19. nggak, nggak, serius nih | kalo yang belum nikah | lihat bagaimana cara dia perlakukan ibunya 
    20. logikanya | anak taat orangtua = taat Allah = integritas dan tanggungjawab | nah, itu dia 
    21. apalagi suami yang sayang istri dan sayang orangtua | keduanya nggak ada cekcoknya | cocoklah itu jadi partner bisnis yang baik 
    22. jadi perbaikilah perlakuan pada istri | insyaAllah akan mengalir pula rezeki
    23. juga jangan lupa hubungan dengan ibu dijaga | maka doa ibu insyaAllah berserta kita dan mencukupi
    24. mulai dari berusaha melatih lisan yang baik | lalu lengkapi dengan amal yang baik | baik pada ibu ataupun istri
    25. begitulah integritas dan tanggungjawab | keduanya mutlak diperlukan dalam rumah tangga | begitupun rahasia dalam berusaha
    26. dan apa rahasia dari segala-galanya? | tentu ketaatan kepada Allah!

    ~Cintai Anakmu untuk Selamanya~

    Pada saatnya anak-anak akan pergi, meninggalkan kita, sepi… 

    Mereka bertebaran di muka bumi utk melaksanakan tugas hidupnya; berpencar, berjauhan. 

    Sebagian di antara mereka mungkin ada yg memilih utk berkarya & tinggal di dekat kita agar berkhidmat kepada kita. 

    Mereka merelakan terlepasnya sebagian kesempatan utk meraih dunia krn ingin meraih kemuliaan akhirat dgn menemani & melayani kita. 
    Tetapi pd saatnya, kitapun akan pergi meninggalkan mereka. 

    Entah kapan. 

    Pergi dan tak pernah kembali lagi ke dunia ini….
    Sebagian di antara kematian adalah perpisahan yg sesungguhnya; berpisah & tak pernah lagi berkumpul dlm kemesraan penuh cinta. 

    Orangtua & anak hanya berjumpa di hadapan Mahkamah Allah Ta’ala, saling menjadi musuh satu sama lain, saling menjatuhkan. 

    Anak-anak yang terjungkal ke dlm neraka itu tak mau menerima dirinya tercampakkan shg menuntut tanggung-jawab orangtua yg tlh mengabaikan kewajibannya mengajarkan agama.
    Adakah itu termasuk kita? 

    Alangkah besar kerugian di hari itu jika anak & ortu saling menuntut di hadapan Mahkamah Allah Ta’ala.
    Inilah hari ketika kita tak dpt membela pengacara & para pengacara tak dapat membela diri mereka sendiri. 

    Lalu apakah yg sdh kita persiapkan utk mengantarkan anak-anak pulang ke kampung akhirat? 

    Dan dunia ini adalah ladangnya

    Sebagian di antara kematian itu adalah perpisahan sesaat; amat panjang masa itu kita rasakan di dunia, tapi amat pendek bagi yang mati. 
    Mereka berpisah untuk kemudian dikumpulkan kembali oleh Allah Jalla wa ‘Ala. Tingkatan amal mereka boleh jadi tak sebanding. 

    Tapi Allah Ta’ala saling susulkan di antara mereka kpd yg amalnya lebih tinggi.
    Allah Ta’ala berfirman:

    “ูˆุงู„ุฐูŠู† ุขู…ู†ูˆุง ูˆุงุชุจุนุชู‡ู… ุฐุฑูŠุชู‡ู… ุจุฅูŠู…ุงู† ุฃู„ุญู‚ู†ุง ุจู‡ู… ุฐุฑูŠุชู‡ู… ูˆู…ุง ุฃู„ุชู†ุงู‡ู… ู…ู† ุนู…ู„ู‡ู… ู…ู† ุดูŠุก ูƒู„ ุงู…ุฑุฆ ุจู…ุง ูƒุณุจ ุฑู‡ูŠู†”

    “Dan orang-orang yang beriman dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikit pun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya.” (QS. Ath-Thuur, 52: 21).

    Diam-diam bertanya, adakah kita termasuk yang demikian ini? 

    Saling disusulkan kepada yg amalnya lbh tinggi. Termasuk kitakah?
    Adakah kita benar-benar mencintai anak kita? 

    Kita usap anak-anak kita saat mereka sakit. 

    Kita tangisi mereka saat terluka. 

    Tapi adakah kita juga khawatiri nasib mereka di akhirat? 

    Kita bersibuk menyiapkan masa depan mereka. 

    Bila perlu sampai letih badan kita. 
    Tapi adakah kita berlaku sama utk “masa depan” mereka yang sesungguhnya di kampung akhirat?
    Tengoklah sejenak anakmu. Tataplah wajahnya. Adakah engkau relakan wajahnya tersulut api nereka hingga melepuh kulitnya? 

    Ingatlah sejenak ketika engkau merasa risau melihat mereka bertengkar dengan saudaranya. 
    Adakah engkau bayangkan ia bertengkar denganmu di hadapan Mahkamah Allah Ta’ala krn lalai menanamkan tauhid dlm dirinya?

    Ada hari yg pasti ketika tak ada pilihan untuk kembali. 

    Adakah ketika itu kita saling disusulkan ke dalam surga atau saling bertikai?
    Maka, cintai anakmu untuk selamanya! 

    Bukan hanya utk hidupnya di dunia. 

    Cintai mereka sepenuh hati utk suatu masa ketika tak ada sedikit pun pertolongan yang dapat kita harap kecuali pertolongan Allah Ta’ala. 

    Cintai mereka dgn pengharapan agar tak sekedar bersama saat dunia, lebih dari itu dapat berkumpul bersama di surga. 

    Cintai mereka seraya berusaha mengantarkan mereka meraih kejayaan, bukan hanya utk kariernya di dunia yg sesaat. Lebih dari itu utk kejayaannya di masa yg jauh lebih panjang. 

    Masa yang tak bertepi.

    (Mohammad Fauzil Adhim)

    Sudahlah..

    โญ•๏ธ Suka mengungkit kebaikannya || Padahal Allah mencintai amal yang tersembunyi :

    ูˆูŽุฅูู†ู’ ุชูุฎู’ูููˆู‡ูŽุง ูˆูŽุชูุคู’ุชููˆู‡ูŽุง ุงู„ู’ููู‚ูŽุฑูŽุงุกูŽ ููŽู‡ููˆูŽ ุฎูŽูŠู’ุฑูŒ ู„ูŽูƒูู…ู’
    โ€œDan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu.โ€ (QS. Al Baqarah: 271)

    โญ•๏ธ Tidak bersyukur diberi pekerjaan || Padahal dapat kerjaan itupun ditolong orang:

    โ€œDan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; โ€œSesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (niโ€™mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (niโ€™mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.โ€(QS. 14:7)

    โญ•๏ธ Sudah dapat pekerjaan yang layak dan gaji diatas UMR || Padahal sholat tahajjud dan Dhuha pun jarang, bahkan tidak pernah
    โญ•๏ธ Selalu minta anak-anaknya diberi pekerjaan yang layak ke Allah || Padahal kewajiban orang lain pun tidak dipenuhi

    ู…ูŽุทู’ู„ู ุงู„ู’ุบูŽู†ู ุธูู„ู’ู…ูŒ
    โ€œMenunda penunaian kewajiban (bagi yang mampu) termasuk kezholimanโ€ (HR. Bukhari no. 2400 dan Muslim no. 1564)

    โญ•๏ธ Ingin mempunyai istri sholehah || Padahal dia sendiri tidak sholeh
    โญ•๏ธ Ingin mempunyai suami sholeh || Padahal dia sendiri tidak sholehah
    โญ•๏ธ Suka menyuruh khodimat mengerjakan pekerjaan yang banyak || Padahal gaji yang diberikan tidak sesuai:

    ุฃูŽุนู’ุทููˆุง ุงู„ุฃูŽุฌููŠุฑูŽ ุฃูŽุฌู’ุฑูŽู‡ู ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุฌูููŽู‘ ุนูŽุฑูŽู‚ูู‡ู
    โ€œBerikan kepada seorang pekerja upahnya sebelum keringatnya kering.โ€ (HR. Ibnu Majah, shahih).

    โญ•๏ธ Suka menggunakan fasilitas orang lain || Padahal itu bukan miliknya :

    Dan janganlah sebagian kamu memakan harta sebagian yang lain diantara kamu dengan jalan yang bathil dan janganlah kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebagian daripada harta benda orang lain itu (dengan jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui. (Al-Baqarah:188)

    โญ•๏ธ Tidak suka mengucapkan terima kasih || Padahal menurut Rasul tanda bersyukur ke Allah adalah dia yang berterima kasih kepada manusia

    ู„ุงูŽ ูŠูŽุดู’ูƒูุฑู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ู…ูŽู†ู’ ู„ุงูŽ ูŠูŽุดู’ูƒูุฑู ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณูŽ
    โ€œTidak dikatakan bersyukur pada Allah bagi siapa yang tidak tahu berterima kasih pada manusia.โ€ (HR. Abu Daud no. 4811 dan Tirmidzi no. 1954. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

    โญ•๏ธ Ingin di doakan lancar rezekinya || Padahal kewajiban orang lain belum dipenuhi:

    ู„ูŽูŠูู‘ ุงู„ู’ูˆูŽุงุฌูุฏู ูŠูุญูู„ูู‘ ุนูุฑู’ุถูŽู‡ู ูˆูŽุนูู‚ููˆุจูŽุชูŽู‡ู
    โ€œOrang yang menunda kewajiban, halal kehormatan dan pantas mendapatkan hukumanโ€ (HR. Abu Daud no. 3628, An Nasa-i no. 4689, Ibnu Majah no. 2427, Hasan)

    โญ•๏ธ Suka berjanji manis di depan, namun realisasinya NOL || Padahal Allah akan meminta pertanggungjawabannya:

    “Dan penuhilah janji; sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggungan jawabnya.โ€™ SQ. Al-Israโ€™: 34. โ€˜dan penuhilah janji Allah.โ€™” (QS. Al-Anโ€™am: 152)

    โญ•๏ธ Suka meminta dan memakai harta orang lain || Padahal sudah punya harta dari gajinya sendiri
    โญ•๏ธ Tidak memberi nafkah keluarga lantaran istri bekerja || Padahal Dosa besar sedang mengintai Anda.

    Abu Daud dari Abdullah bin โ€˜Amr, ia berkata; Rasulullah saw bersabda: “Cukuplah dosa bagi seseorang dengan ia menyia-nyiakan orang yang menjadi tanggungannya.” Didalam sabdanya yang lain yang diriwayatkan oleh Muslim disebutkan : “Cukuplah seseorang itu dikatakan berdosa orang-orang yang menahan makan (upah dan sebagainya) orang yang menjadi tanggungannya.”

    โญ•๏ธ Senang berbohong dan sumpah palsu || Padahal Itu adalah ciri orang munafik

    Nabi Muhammad SAW: โ€œTanda-tanda orang munafik ada tiga, yaitu bila berbicara dusta, bila berjanji tidak ditepati, dan bila diamanati dia berkhianat. โ€œ(HR. Muslim)

    โญ•๏ธ Suka cari perhatian atasan || Padahal jarang cari perhatian Allah
    โญ•๏ธ Suka mengkritik orang lain || Padahal dirinya sendiri tidak mau dan marah di kritik

    Umar bin Khaththab berkata, โ€œJangan menyangka buruk terhadap saudaramu apabila masih mungkin dimaknai dengan makna yang baikโ€.

    Bukan bermaksud menyindir seseorang, tapi ini adalah kesimpulan dari beberapa cerita sahabat. Sudahlah.. Mungkin kita sedang lelah. Hanya Allah yang akan membalas.

    #Fastabiqul Khairat

    @vinpun

    Jakarta, 28 May 2015

    …INDONESIA BERDUKA…

    Seorang Gembong Homo, pegiat, pelindung dan pahlawan para bencong dan lesbong di Indonesia dengan percaya diri mendaftarkan diri jadi Komisioner HAM.
    Mendaftarkan diri, 

    dan semoga tidak lolos, ditengah heningnya kematian nurani..

    Dan kebisingan politik yg sibuk sendiri..
    #

    Seorang gubernur mengusung ide lokalisasi dan pelegalan Kompleks Pelacuran dan Penjualan Minuman Keras.

    “Orang Suci dilarang masuk “. Ujar sang gubernur nyinyir, soal idenya pada lokalisasi tempat maksiat itu.

    Seolah yang menolak idenya, adalah orang sok suci dan munafik.
    #

    Pesta Bikini campur baur Anak SMA, siswa dan siswi dalam Kolam renang, sambil menegak coctail dan musik menghentak…
    Pesta Seks bareng belasan remaja SMP dalam kamar sempit Hotel melati.
    Kedua ‘event’ diwaktu yg sama, tempat yg berbeda, 

    Namun dengan alasan yang sama..

    Menghilangkan kesumpekan pasca ujian sekolah.
    #

    Profesi Artis dan selebriti yg jadi idola kebanyakan remaja, dan cita-cita kebanyakan anak-anak negeri, terbongkar, ternyata ratusan dari mereka juga nyambi jadi pelacur kelas kakap, bertarif puluhan hingga ratusan juta. 

    Demi baju dan tas branded, Mobil mewah, liburan ke eropa, dan gaya hidup hedonis lainnya.
    #

    Pelacuran Online yg pelakunya adalah remaja belasan tahun yg sukarela dan bergerak mandiri, bukan dimucikari, juga terbongkar, 

    dan ternyata mudah sekali menemukan ribuan pelacur-pelacur bonsai ini dengan tarif murah meriah, seliweran beriklan ala pedagang baju di sosial media:

    Bisa PO, 

    ada DP, 

    ada testomoni, 
    Bisnis menggiurkan yg cuma bermodal Gadget.. 

    Foto..

    Upload..

    Klik..

    DP..

    Ketemuan..

    Lunas..
    **

    InnaaliLLaaHii..
    Beberapa hari ini, demikianlah berita yang menghiasi media..
    Menetes air mataku..
    **

    “Akan datang suatu zaman di mana orang yang berpegang teguh pada agamanya seperti orang yang menggenggam bara api. ”

    (HR. Tirmidzi)
    Yah, 

    Terbayang beratnya anak-anak kita kelak, memegang “Bara Api”..
    Membuatku makin merasa malu..

    Menjadi ibu makin jelas, 

    bukan lagi pekerjaan sederhana..

    Bukan lagi pekerjaan sambilan..

    Bukan lagi pekerjaan sisa waktu..
    Membanyakkan waktu lapang..

    Menatap mata mereka

    Menggenggam jari-jari dan 

    tangan mereka

    Mendengar langsung celotehan mereka..

    Menanyakan perasaan mereka..

    Menjadi kawan..
    Setidaknya agar mereka tahu,

    Kita akan kuat jika kita bersama memegang bara api itu.. 

    Sepanas apapun..
    Agar mereka..

    Gak malu disebut aneh, 

    karena gak ikut-ikutan pacaran..
    Gak malu disebut kuper,

    Karena ga ikut pake baju sobek2 seperti orang gila
    Gak malu dibilang cemen,

    Karena ga ikut nonton film porno bareng
    Gak malu..

    Menjadi sendirian.. Dalam kebenaran
    *

    Duhai ALLAH..

    Sungguh hanya kepadamu segala doa kami panjatkan..

    Ketika yg kami harapkan di negeri ini tak bergeming..
    Hukum makin buta,

    Penegak hukum pincang

    Politikus sibuk sendiri,

    Pemimpin cari aman
    Jadi,

    Biarlah kami para ibu akan berteriak di dunia maya..

    Berceloteh di sosial media..
    Meski kelak pekikan kami akan di sambut dengan tuduhan :

    Sok pintar.. Sok suci.. Sok alim.. Sok Hebat..
    Biarlah..

    Toh itu jauh lebih baik,

    Ketimbang ‘sekedar’ diam,
    Karena diam adalah SELEMAH-LEMAHnya Iman..
    Dan kami yakin..

    Iman kami belum selemah itu…

    Kami masih bisa teriak kencang!
    Anak kami..

    Amanah kami..

    Peraturan kami..