Ridho Allah, Ridho Orang Tua

#Copas dari Mas Ippho Santosa
Pernah diomelin orangtua?

Dimarahin?
Didikan dari orangtua selama belasan tahun, membekas dalam hati kita bahkan dalam tarikan nafas kita. Tak heran kalau kemudian itu mewarnai keputusan-keputusan kita. Dan ini jamak terjadi pada siapa saja, termasuk orang-orang kaya.
Menurut Forbes, salah satu orang terkaya di Tiongkok adalah Jack Ma. Selaku pendiri Alibaba, ia dikaruniai harta sekitar US$23,2 miliar atau lebih dari Rp300 triliun. Padahal sekian tahun yang lalu, kita tak pernah mendengar namanya.
Tak cukup sampai di situ, dia baru saja menguasai Lazada, sekaligus menegaskan dirinya sebagai satu manusia terkaya di dunia, bukan cuma di Tiongkok. Kehidupan yang keras berhasil ia taklukkan dengan senyum dan ini tak lepas dari didikan dan gemblengan orangtuanya. 
Ditolak ketika melamar kerja, itu sudah biasa bagi Jack Ma. Tak membuatnya drop dan down. Salah satu perusahaan yang menolaknya adalah KFC. Lagi-lagi, mental baja ini tak lepas dari didikan orangtuanya.
Seperti kebanyakan orangtua di Tiongkok, ayah dan ibu Jack Ma mengasuhnya dengan keras, tak jarang ‘pakai tangan’. Tapi Jack Ma mengaku menikmati masa kecilnya. Tak menyesal. Toh kemudian itu menempa dirinya. Menjadikan dirinya bermental baja.
Di sekolah, meski badannya kecil, Jack Ma sering berkelahi dengan teman-teman sekelasnya. Terpaksa. “Aku tak pernah takut melawan orang-orang yang lebih besar,” ujarnya.
Didikan keras dari orangtuanya dan lingkungan membuatnya tegar saat kelak berhadapan dengan penolakan, penghinaan, dan kegagalan. Sudah jadi rahasia umum, gagasannya tentang Ali Baba, awal-awal sempat ditertawakan oleh banyak pihak.

Sekiranya sekarang Anda didampingi oleh orangtua yang ‘keras’, yah dibawa positif saja. Bukankah itu menempa? Menjadikan kita bermental baja, iya tho? Sehingga kita nggak cengeng kalau-kalau dihadapkan kelak dengan kegagalan.

Apapun yang pernah terjadi, jangan pernah dendam sama orangtua. Sekalipun jangan. Sebaliknya, keselarasan dan ridha mereka harus kita perjuangkan.

“Selaraskan impianmu dengan istrimu dan orangtuamu. Agar semakin mudah langkah-langkahmu. Termasuk impian-impianmu. Insya Allah pastilah begitu!” Demikianlah pesan guru saya.

Sambung beliau, “Ridha dari orangtua mesti diikhtiarkan, jangan ditunggu. Meski kadang tak mudah, janganlah pernah jemu. Perjuangkan, agar membaik nasibmu dan tercukupi rezekimu. Camkan itu!”

Dengan keselarasan, bukan mustahil kelak Anda atau salah satu dari kita menjadi Jack Ma berikutnya. Bahkan lebih. 

Sekian dari saya, Ippho Santosa. 

Iklan