Petuah Orang Tua

Pernah ya dapat pesan dari orang tua kita? Pastinya dooong, setiap orang tua pasti akan memberikan pesan-pesan nya ke semua anaknya.

Karena dari mereka lah pengalaman dan perjalanan hidupku dimulai.

Karena dari mereka lah lahir aku.

Karena dari mereka lah aku bisa seperti ini.

Karena dari mereka lah, Allah mengirimkan Ar-Rahman dan Ar-Rahim Nya untukku.

Alhamdulillah sejak aku kecil, aku dilatih mandiri dan dilatih untuk survive di suatu tempat. Beberapa pesan yang tidak akan aku lupakan dari orang tuaku adalah:

  • Ucapkan TERIMA KASIH kepada orang yg telah membantu kita. Baik materi atau sekedar motivasi. Dan hal ini juga disampaikan oleh Rasulullah, dalam hadistnya:

” من لم يشكر الناس لم يشكر الله ”
“Barangsiapa yang tidak berterima kasih kepada manusia maka dia tidak bersyukur kepada Allah” (HR. Ahmad)


Dalam hadits yang lain disebutkan :

” أشكر الناس لله أشكرهم للناس ”
“Orang yang paling bersyukur kepada Allah adalah mereka yang paling bersyukur kepada manusia” (HR. Al Baihaqi)


Dalam hadits yang lain disebutkan :

وَمَنْ صَنَعَ إِلَيْكُمْ مَعْرُوفًا فَكَافِئُوهُ
“dan barangsiapa yang berbuat kebaikan kepadamu maka balaslah dia” (HR. Abu Daud no. 1672, An-Nasai: 5/82, dan Ahmad dalam Al-Musnad: 2/68,99)


Kalau ingat dulu waktu kecil, apapun yang dikasih ke kita dari orang/ saudara harus mengucap terima kasih. Mau itu pertolongan, material atau apapun itu. Dan kalo kata ayah & ibu, kita harus bisa membalas jasa orang tersebut. Misal, dulu waktu kecil aku sering dititip Bude karena orang tuaku kerja. Pastinya dong banyak yg dikeluarkan Bude buatku, sekarang Bude udah meninggal. Nah gimana coba membalas kebaikan Bude?

Caranya sebisa mungkin Kita ucapkan terima kasih sama semua anak-anaknya Bude. Bude dan Pakde juga pasti punya cucu kan. Beberapa waktu kalau kita punya rezeki lebih karena hasil gaji kita, balaslah kebaikan-kebaikan Bude dulu kepada anak-anaknya dan cucu-cucunya. Kasih Lah 100ribu atau sekedar makanan buatan kita yang enak. Insya Allah suatu saat nanti Allah akan membalas kebaikan untuk anak-anak dan cucu-cucu kita.

Begitupun sebaliknya, kalau kita pelit, masa bodo sama yang sudah pernah menolong kita, lebih parah lagi tidak peduli. Udah dapat keenakan hidup di dunia, gaji besar, tapi tidak mau membalas kebaikan orang, suatu saat nanti anak-anak dan cucu-cucu kita tidak akan peduli sama kita. Believe or Not, IF you do It, you Will get it.



  • Mencoba untuk CARE dengan orang lain. Apalagi dengan orang dekat. Contoh: istri/suami, saudara (nenek, kakek, adik, kakak, tante, om, pakde, budhe), tetangga, dll. Care disini dalam arti kalau tidak bisa memberikan bentuk materi, coba untuk rasa empati. Menanyakan, bukan berarti ikut campur urusan orang. SMS/Telp/BBM dan sebagainya, karena sekarang banyak media sosial yang bisa dipakai hanya untuk sekedar bertanya.

“Anak yatim bukanlah anak yang ditinggal mati oleh kedua orang tua hingga ia menjadi miskin. Akan tetapi, anak yatim yang sebenarnya ialah seorang anak yang menemukan ibunya yang kurang mendidiknya dan menemukan ayah yang sibuk dengan pekerjaannya.” (baca kitab Tarbiyatu al-Aulaad Fii al-Islaam halaman 103-104)

كَفَى بِالْمَرْءِ إِثْمًا أَنْ يُضَيِّعَ مَنْ يَقُوتُ

“Cukuplah seseorang itu dikatakan berdosa karena ia telah menyia-nyiakan orang yang berada di bawah tanggung jawabnya.” (HR. An-Nasa’i dan Al-Hakim. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)


Apalagi kalau kita di rumah orang, dulu waktu mbah masih ada dan kalau lagi nginep di rumah mbah, ayah & ibu selalu bilang: “bangun pagi, cuci piring, nyapu, ngepel.. Kamu jangan enak-enakan aja, udah jadi gadis Ga boleh males harus rajin. Apalagi nginep di rumah orang. Masih mending kamu nginep di rumah mbah, kalau kami nginep di rumah orang lain, Temen kamu atau siapapun itu kamu harus rajin bantu-bantu. Jangan tidur terus, emang ya kamu raja di sini..”

Mak jleb ya kata2 nya.. Tapi itu yang jadi Ingatanku sampai sekarang bahwa dari kecil diajarkan harus rajin. Kalau perlu Ga boleh tuh berdiam diri di kamar. Harus silaturahim, keluar rumah, sosialisasi dengan saudara dan tetangga. Karena kata Rasul, “Barangsiapa yang rajin silaturahim, akan dipanjangkan umurnya. Aaamiiin.. 😊



  • Biasakan ucapkan MAAF pada siapapun baik itu keluarga dekat apalagi keluarga jauh, teman, orang yg tidak kita kenal sekalipun.

    PASTINYA dong semua manusia tidak luput dari yang namanya salah. Sengaja ataupun tidak disengaja. Bercanda ataupun serius. Itu bisa menyebabkan yang namanya sakit hati. 

     “Tidak halal seorang muslim menjauhi kawannya lebih dari tiga hari. Jika telah lewat waktu tiga hari itu, maka berbicaralah dengan dia dan berilah salam, jika dia telah menjawab salam, maka keduanya bersama-sama mendapat pahala, dan jika dia tidak membalasnya, maka sungguh dia kembali dengan membawa dosa, sedang orang yang memberi salam telah keluar dari dosa karena menjauhi itu.” (Riwayat Abu Daud).

     Jadi kita tidak usah takut resiko meminta maaf, sebab jika kita sudah meminta maaf maka kita justru terbebas dari dosa karena kita tidak minta maaf. Dimaafkan atau tidak, kita telah mengaku bersalah dan meminta maaf.

    Minta maaf adalah hal terpenting yang harus diajarkan setiap orang tua kepada anaknya. Kakak salah harus minta maaf kepada adik. Orang tua salah harus minta maaf kepada anak. Suami salah harus minta maaf kepada istri. Presiden salah harus minta maaf kepada rakyat. Guru salah harus minta maaf kepada murid.

    Orang tua yang mengaku salah pada anak adalah orang tua yang baik. Orang tua bukan Tuhan yang tidak ada salah. Kita semua akan menjadi orang tua dan jika kita salah, minta maaf Lah pada anak-anak kita.

    Apa sih susahnya minta maaf? Mungkin terdengar kalau kita minta maaf duluan, berarti kita yang salah begitu. Belum tentu, orang yang minta maaf duluan akan dimuliakan Allah. Waktu kecil setiap melakukan kesalahan fatal aku hampir dikurung dikamar mandi kalau belum minta maaf sama orang. ^_^

    Rasulullah bersabda:

    “Maukah aku ceritakan kepadamu tentang sesuatu yang menyebabkan Allah memuliakan bangunan dan meninggikan derajatmu? Para sahabat menjawab, tentu. Rasul bersabda, ‘Kamu bersikap sabar (hilm) kepada orang yang membencimu, memaafkan orang yang berbuat zhalim kepadamu, memberi kepada orang yang memusuhimu, dan menghubungi orang yang telah memutuskan silaturrahim denganmu.’” (HR Thabrani)


    Membangun sikap mental pemaaf bukanlah perkara yang mudah. Munculnya kualitas pribadi pemaaf membutuhkan proses panjang dan pembinaan diri terus menerus. Maaf dan memaafkan biasannya terkait dengan telah tersakitinya harga diri dan fisik kita oleh orang lain. Merupakan watak khas manusia dan mungkin sebagian besar makhluk hidup lainnya, bahwa mereka cenderung tidak suka disakiti. Orang – orang yang matang dan sehat jiwanya akan memiliki perilaku yang dikendalikan oleh pertimbangan akalnya yang sehat.

    Sebaliknya banyak pula orang yang gagal atau belum mampu menggunakan sumber daya akalnya secara maksimal, sehingga seluruh hidupnya di kendalikan oleh hawa nafsu dan instingnya saja. Kecenderungan nafsu yang gemar dengan hal – hal yang mengenakkan dan memuaskan diri, kalau tidak diimbangi dengan kemampuan akal untuk menghasilkan pertimbangan yang sehat akan menjerumuskan manusia pada perilaku rendah yang tidak sesuai dengan martabat kemanusiaan.

    Sangat disayangkan orang tua yang tidak mengajarkan 3 hal diatas kepada anaknya waktu kecil. Yang membuat anak tersebut ketika dewasa bersikap apatis, egois, dan keras kepala. Nauzubillahimindzalik, semoga kita dan anak cucu kita dijauhkan dari hal-hal buruk.

    By: Arvina Irkantini

    Jakarta, 070715

    Iklan

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s