Sudahlah..

⭕️ Suka mengungkit kebaikannya || Padahal Allah mencintai amal yang tersembunyi :

وَإِنْ تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَاءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ
“Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu.” (QS. Al Baqarah: 271)

⭕️ Tidak bersyukur diberi pekerjaan || Padahal dapat kerjaan itupun ditolong orang:

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni’mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni’mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”(QS. 14:7)

⭕️ Sudah dapat pekerjaan yang layak dan gaji diatas UMR || Padahal sholat tahajjud dan Dhuha pun jarang, bahkan tidak pernah
⭕️ Selalu minta anak-anaknya diberi pekerjaan yang layak ke Allah || Padahal kewajiban orang lain pun tidak dipenuhi

مَطْلُ الْغَنِ ظُلْمٌ
“Menunda penunaian kewajiban (bagi yang mampu) termasuk kezholiman” (HR. Bukhari no. 2400 dan Muslim no. 1564)

⭕️ Ingin mempunyai istri sholehah || Padahal dia sendiri tidak sholeh
⭕️ Ingin mempunyai suami sholeh || Padahal dia sendiri tidak sholehah
⭕️ Suka menyuruh khodimat mengerjakan pekerjaan yang banyak || Padahal gaji yang diberikan tidak sesuai:

أَعْطُوا الأَجِيرَ أَجْرَهُ قَبْلَ أَنْ يَجِفَّ عَرَقُهُ
“Berikan kepada seorang pekerja upahnya sebelum keringatnya kering.” (HR. Ibnu Majah, shahih).

⭕️ Suka menggunakan fasilitas orang lain || Padahal itu bukan miliknya :

Dan janganlah sebagian kamu memakan harta sebagian yang lain diantara kamu dengan jalan yang bathil dan janganlah kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebagian daripada harta benda orang lain itu (dengan jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui. (Al-Baqarah:188)

⭕️ Tidak suka mengucapkan terima kasih || Padahal menurut Rasul tanda bersyukur ke Allah adalah dia yang berterima kasih kepada manusia

لاَ يَشْكُرُ اللَّهَ مَنْ لاَ يَشْكُرُ النَّاسَ
“Tidak dikatakan bersyukur pada Allah bagi siapa yang tidak tahu berterima kasih pada manusia.” (HR. Abu Daud no. 4811 dan Tirmidzi no. 1954. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

⭕️ Ingin di doakan lancar rezekinya || Padahal kewajiban orang lain belum dipenuhi:

لَيُّ الْوَاجِدِ يُحِلُّ عِرْضَهُ وَعُقُوبَتَهُ
“Orang yang menunda kewajiban, halal kehormatan dan pantas mendapatkan hukuman” (HR. Abu Daud no. 3628, An Nasa-i no. 4689, Ibnu Majah no. 2427, Hasan)

⭕️ Suka berjanji manis di depan, namun realisasinya NOL || Padahal Allah akan meminta pertanggungjawabannya:

“Dan penuhilah janji; sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggungan jawabnya.’ SQ. Al-Isra’: 34. ‘dan penuhilah janji Allah.’” (QS. Al-An’am: 152)

⭕️ Suka meminta dan memakai harta orang lain || Padahal sudah punya harta dari gajinya sendiri
⭕️ Tidak memberi nafkah keluarga lantaran istri bekerja || Padahal Dosa besar sedang mengintai Anda.

Abu Daud dari Abdullah bin ‘Amr, ia berkata; Rasulullah saw bersabda: “Cukuplah dosa bagi seseorang dengan ia menyia-nyiakan orang yang menjadi tanggungannya.” Didalam sabdanya yang lain yang diriwayatkan oleh Muslim disebutkan : “Cukuplah seseorang itu dikatakan berdosa orang-orang yang menahan makan (upah dan sebagainya) orang yang menjadi tanggungannya.”

⭕️ Senang berbohong dan sumpah palsu || Padahal Itu adalah ciri orang munafik

Nabi Muhammad SAW: “Tanda-tanda orang munafik ada tiga, yaitu bila berbicara dusta, bila berjanji tidak ditepati, dan bila diamanati dia berkhianat. “(HR. Muslim)

⭕️ Suka cari perhatian atasan || Padahal jarang cari perhatian Allah
⭕️ Suka mengkritik orang lain || Padahal dirinya sendiri tidak mau dan marah di kritik

Umar bin Khaththab berkata, “Jangan menyangka buruk terhadap saudaramu apabila masih mungkin dimaknai dengan makna yang baik”.

Bukan bermaksud menyindir seseorang, tapi ini adalah kesimpulan dari beberapa cerita sahabat. Sudahlah.. Mungkin kita sedang lelah. Hanya Allah yang akan membalas.

#Fastabiqul Khairat

@vinpun

Jakarta, 28 May 2015

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s