Game yang Menghina ISLAM
17 Mar 2012 Tinggalkan sebuah Komentar
in HikMah, Kampoeng Teknologi Tag:Belajar yuuu, HoTNeWs!!, iLmU IsLaM
Assalamualaykum Semuanya..
Kebetulan banget lagi buka-buka blog, salah satunya ini. Boleh Copy Paste dari sebuah web. Ternyata game-game yang dibuat oleh orang2 tidak bertanggung jawab, ada yang menghina Islam. Buat yang suka main game, let’s check it!
a mainkan sob,secara garis besar game ini menceritakan seseorang yang bertugas untuk menentang syaitan , dan caranya adalah dengan memasuki sarang setan yang terdiri dari 12 pintu. Dan Mari kita lihat unsur penghinaanya.
Sobat bisa melihat pintu tersebut, pintu tersebut adalah jalan menuju alam setan. pertama kali saya lihat pintunya saya merasa biasa saja, tidak ada yang aneh. dan setelah saya bandingkan dengan gambar yang ini…
lanjut ke game berikutnya :
Astagfirullah…semoga yang buat game ini di azab oleh Allah .Aminn !! Lanjut ke game berikutnya :
Ketika…
02 Feb 2012 Tinggalkan sebuah Komentar
in HikMah, The firST Tag:iLmU IsLaM, Muhasabah Cinta, Rumah Wanita
1. KETIKA AKAN MENIKAH
Janganlah mencari isteri, tetapi carilah ibu bagi anak-anak kita Janganlah mencari suami, tetapi carilah ayah bagi anak-anak kita.
2. KETIKA MELAMAR
Kita bukan sedang meminta kepada orang tua/wali si gadis, tetapi meminta kepada Allah melalui orang tua/wali si gadis.
3. KETIKA AKAD NIKAH
Kita berdua bukan menikah di hadapan penghulu, tetapi menikah di hadapan Allah
4. KETIKA RESEPSI PERNIKAHAN
Catat dan hitung semua tamu yang datang untuk mendo’akan kita, karena kita harus berfikir untuk mengundang mereka semua dan meminta maaf apabila kita berfikir untuk BERCERAI karena menyia-nyiakan do’a mereka.
5. SEJAK MALAM PERTAMA
Bersyukur dan bersabarlah. Kita adalah sepasang anak manusia dan bukan sepasang malaikat.
6. SELAMA MENEMPUH HIDUP BERKELUARGA
Sadarilah bahwa jalan yang akan dilalui tidak melalui jalan bertabur bunga, tetapi juga semak belukar yang penuh onak dan duri.
7. KETIKA BIDUK RUMAH TANGGA OLENG
Jangan saling berlepas tangan, tapi sebaliknya justru semakin erat berpegang tangan.
8. KETIKA BELUM MEMILIKI ANAK.
Cintailah isteri atau suami anda 100%. Kita bukan menikah karena fisik, tapi karena Allah memilihnya untuk membuat kita lebih sabar.
9. KETIKA TELAH MEMILIKI ANAK.
Jangan bagi cinta kita kepada (suami) isteri dan anak kita, tetapi cintailah isteri atau suami kita 100% dan cintai anak-anak kita masing-masing 100%.
10.KETIKA EKONOMI KELUARGA BELUM MEMBAIK.
Yakinlah bahwa pintu rizki akan terbuka lebar berbanding lurus dengan tingkat ketaatan suami dan isteri.
11.KETIKA EKONOMI MEMBAIK
Jangan lupa akan jasa pasangan hidup yang setia mendampingi kita semasa menderita. Karena tanpa istri/suami kita, kita tidak akan menjadi lebih baik, karena suami/istri kita selalu mengingatkan kita kepada Allah.
12.KETIKA ANDA ADALAH SUAMI
Boleh bermanja-manja kepada isteri tetapi jangan lupa untuk bangkit secara bertanggung jawab apabila isteri membutuhkan pertolongan kita.
13.KETIKA ANDA ADALAH ISTERI
Tetaplah berjalan dengan gemulai dan lemah lembut, tetapi selalu berhasil menyelesaikan semua pekerjaan.
14.KETIKA MENDIDIK ANAK
Jangan pernah berpikir bahwa orang tua yang baik adalah orang tua yang tidak pernah marah kepada anak, karena orang tua yang baik adalah orang tua yang jujur kepada anak .
15.KETIKA ANAK BERMASALAH
Yakinilah bahwa tidak ada seorang anakpun yang tidak mau bekerjasama dengan orangtua, yang ada adalah anak yang merasa tidak didengar oleh orang tuanya.
16.KETIKA ADA PIL.
Jangan diminum, cukuplah suami sebagai obat.
17.KETIKA ADA WIL
Jangan dituruti, cukuplah isteri sebagai pelabuhan hati.
18.KETIKA MEMILIH POTRET KELUARGA
Pilihlah potret keluarga sekolah yang berada dalam proses pertumbuhan menuju potret keluarga bahagia karena Allah.
19.KETIKA INGIN LANGGENG DAN HARMONIS
Gunakanlah formula 7 K
1 Ketaqwaan
2 Kasih sayang
3 Kesetiaan
4 Komunikasi dialogis
5 Keterbukaan
6 Kejujuran
7 Kesabaran
BB VS Android VS I-Phone
01 Feb 2012 Tinggalkan sebuah Komentar
in Kampoeng Teknologi Tag:Belajar yuuu
Re-post dari blog seseorang,
Ketawa plus bikin jleb.. Karena ane pengguna BB, mas bro n mba sist. Lucu juga, untuk kita yang sekedar beli alias jadi konsumtif, bisa dipikirkan dulu sebelum membeli HP, jangan sampe cuma beli doang, tapi ga tau penggunaannya buat apa. Let’s Check it!
Kelakuan Pengguna Blackberry vs Android vs Iphone



HP DITENTENG DI JALAN
- BB : Lagi nungguin bbm dari si ayang : (always bbm)
- Android : Lagi sambil nge-restore, rom yang sebelumnya ga enak. (always ngoprek)
- Iphone : Gpp, seneng aja megangnya. (always bangga)
DI DALAM CAFE SENDIRIAN
- BB : Wakaka, bego banget sih neh orang, broadcast ke yang laen ahh. (dengan suara kencang)
- Iphone/Android : senyum2, baca tret di kaskus “ada ababil pake BB ketawa kenceng banget di cafe”
NGECHARGE HP SAMBIL DI PAKE
- BB : lagi tanggung neh, si A curhat seru banget di grup.
- Iphone : lagi tanggung neh, bentar lagi level 200 selese gw.
- Android : lagi tanggung neh, download rom baru, ga sabar pengen ngeflash.
STATUS BUSY DI MESSAGING
- BB : ga bisa diganggu, lagi nyetir. (hanya nyetir yang bisa menghentikannya)
- Iphone : busy. “ga sengaja ke sync itunes, ilang deh apps gw” (for jailbreak users only)
- Android : not available, “lagi ngeflash rom” (almost all users)
LAGI SENENG
- Android : Horeee, akhirnya Hp gw dapet ICS, download… download
- Iphone : Horeee, akhirnya tamat juga neh game. Maen apaan lagi yah?
- BB : Horeee, akhirnya keluar juga BB gw dari service center.
NYASAR DI JALAN
- BB
A = BB user
T = temen yang nyupir
A : “bentar gw bbm temen gw yah… Oi ciiinnn, ke airport dari Jl. A lewat mana?”.
T : “udah dibales belom, kok lama?”.
A : “bentar lagi pending”.
T : “hadeehhh….”
- Iphone
B = Iphone user
S = SIRI
B : “tenang ada SIRI”.
S : “What can I helped you sir B”.
B : “Show me the way to aerpot”.
S : “Sorry sir B, I don’t understand the meaning of Aerpot”.
- Android
C = Android User
T = Temen yang nyetir
C : “Tenang ada Google Maps…. oke dapet… 100 meter depan belok kiri”.
T : “ohh oke… 100 meter kan… bukan belokan di depan berarti”.
C : “ehh… loh.. kyknya yang itu deh”.
T : “Lah katanya 100 meter?”.
C :”Maap lagi dapet EDGE, Accuracy 1000 meter “.(akurasi google maps tidak cukup hanya gps, butuh signal juga. Kecuali pake 3rd party seperti ndrive/papago)(pengucapan yang salah tidak akan dimengerti oleh SIRI)
APLIKASI
- Iphone : Wah kayaknya keren neh aplikasi buat edit foto, cmn mahal juga yah 25 dollar. Nabung dulu deh.(menghargai hasil kerja orang lain)
- Android : Wah kayaknya keren neh aplikasi buat edit foto, download ahh dari blapkmarket/pandaapp/apktop /4*shared/filestube. (hidup petani )
- BB : Wah kayaknya keren neh aplikasi buat edit foto, ada yang buat BB ga yah?? (so sorry to heard that)
GAME ONLINE
- Iphone : “Ayo coba lawan karakter Homerun 3D gw”
- Android : “Sapa takut? buruan add gw.”
- BB : “Ya udah, gw kasih support aja deh buat kalian.”
BROWSING
- Android : “Beehh liat deh di website ini, keren euy”
- Iphone : “yahh pake flash yah, ga nongol di gue”
- BB : “ini web kok ngga muncul2 yah?”
YOUTUBE STREAMING
- Android : “Wakaka kocak neh video”
- Iphone : “Mana2… apa judulnya?? Haha iya gebleg banget”
- BB : “Berisik… boros pulsa tau….”
DEBAT DEVICE
A = Android freak
I = Iphone freak
B = Blackberry freak
A : “android is the best”
I : “iphone lah lebih mantab”
B : “tapi kalian berdua kan ga punya BBM”
A : “tapi google maps gw paling lengkap petanya”
I : “gw juga punya google maps, game gw lebih banyak”
A : “ahh… game terkenal iphone bentar lagi juga ada di android, elo kan ga bisa dioprek sistemnya”
I : “gw bisa di jailbreak kok, tapi SIRI gw keren abis”
A : “lebih responsif juga google voice gw, elo kan ga bisa jalanin flash”
I : “ngapain flash kan berat, mending html5″
A : “kalo itu sih gw juga bisa, terus….(dipotong oleh B)”
B : “tapi kalian berdua kan ga punya BBM”
BELI HP BARU
Iphone : beli ini untuk 1-2thn kedepan (mencari efisiensi)
BB : ini BB gw yang terakhir (mencari-cari alasan)
Android : Anjriiittt, udah mau keluar lagi yang baru (mencari duit tambahan )
PERJALANAN HP
- Iphone
2G : Pelopor Full touchscreen
3G : Pelopor smartphone tipis
3GS: Pelopor kenaikan IOS di dunia
4 : Pelopor HD Display
4S : Pelopor ganti iphone baru
- Android
1.5 : Bener-bener pemain baru
1.6 : Benerin yang 1.5
2.1 : Bener-bener niat ngejar IOS
2.2 : Mesti banyak dibenerin
2.3 : Bener-bener ueeenaaakk dipake
3.0 : Bener-bener buat tab
4.0 : Bener-bener deh… masa device gw ga dapet
- BB
Pearl : Yang penting BB
Curve : Yang penting BBM
Bold : Yang penting Keren
Storm : Yang penting Touchscreen
Onyx : Yang penting buat kerja
Torch : Yang penting style dapet, touchscreen dapet
Dakota, Bellagio, Apollo : Yah ga penting-penting amat, yang penting BB baru
Kalo ane mah, Alhamdulillah aja. Meskipun punya BB, ga gitu-gitu amat. Yang penting kita bersyukur atas apa yang sudah di dapat. Ga usah neko-neko. Beli gadget sesuai dengan keperluan yang sangat mendesak. Ga usah gaya-gayaan, norak, n sombong.
Selamat menghadapi dunia teknologi yang semakin canggih!
2012 Penuh Berkah
02 Jan 2012 Tinggalkan sebuah Komentar
in HikMah Tag:Muhasabah Cinta, My HearT
Ya اَللّهُ, ketika mata ini penuh maksiat kepadaMu,
Ketika tubuh ini pun berbuat dosa,
Ketika tangan dan kaki ini melangkah ke tempat yang tidak Engkau ridhoi,
Dan ketika hati kami pun mulai gelisah,
Apakah kami mampu ya اَللّهُ, menjadi yang lebih baik dari tahun lalu?
Apakah kami mampu ya اَللّهُ, menanggung beban dakwah yang lebih banyak?
Apakah kami mampu ya اَللّهُ, menjalani sunnah Rasulullah dengan baik?
Ya اَللّهُ, mudahkanlah urusan kami..
Ridhoilah niat baik kami..
Berkahilah kami dijalanMu, yang tak pernah putus..
Rahmatilah kami ya Rabb..
Tidak ada yang dapat menyatukan kami ya اَللّهُ, kecuali dengan cintaMu yang sangat dalam
Tidak ada yang dapat menyatukan kami ya اَللّهُ, kecuali dengan RidhoMu, Wahai Sang Maha Pembolak balik hati
Tetapkanlah hati kami untuk selalu mencintai karenaMu,
Hanya dibawah langitMu, kami bersujud, memohon dan berharap padaMu,
Hanya dibawah naungan cintaMu, kami berserah diri,
Because, without اَللّهُ, we’re nothing
Semoga di tahun 2012 ini, menjadi tahun yang lebih baik bagi kami, kebahagiaan kami, keridhoanMu, dan keridhoan orang tua kami.
Kalau bukan kepada Engkau, kepada siapa lagi kami berharap?
Kalau bukan kepada Engkau, kepada siapa lagi kami meminta pertolongan?
Pulogebang, 01 Januari 2012 @00.34 am
Hari ini, Jatah Hidupku Berkurang
01 Des 2011 2 Komentar
in The ReAL StoRy.. Tag:Muhasabah Cinta, My HearT, My Life
Kamis, 01 Desember 2011
Bertepatan dengan hari kelahiranku dulu,
Kamis 01 Desember 1988. Tak terasa, jasad ini mulai bertambah tua, hati pun bertambah keinginan..
Allah, kaki ini mulai menapaki jalan penuh duri dan hanya Engkaulah sebagai obatnya..
Ijinkan aku memohon 1 permohonanku di usia 23 ku hari ini,
Ku mohon CintaMu yang tak akan pernah habis mencintaiku,
Membimbingku,
Menegurku,
Menyapaku,
Menemaniku,
Menyayangiku,
Dan, tidak akan cukup kata-kata terbaik yang akan keluar dari mulutku untukMu, ya Allah..
Karena Engkau Maha Segalanya, untukku. Hingga umurku saat ini pun Kau memberikan cerita indah dari detik-detik kehidupanku..
Tak sanggup aku membendung air mata karena kecintaanku padaMu dan pada RasulMu…
Allah, Engkau mengetahui apa yang tidak aku ketahui..
Saat manusia itu datang dalam hidupku, sebagai “pewarna” dalam hidupku.
Ya, jatah hidupku berkurang hari ini.
Detik yang berjalan, waktu yang terus berputar mengantarkanku kepada dekatnya kematian.
Saat tadi malam ku berbincang, aku tatap dengan dalam mata ayah dan ibu.
Sungguh, aku tak sanggup memikirkan 1000 masalah bahkan lebih banyak lagi yang ada di alam otak ayah dan ibuku.
Waktu yang terus berputar, pasti tidak akan bisa kembali seperti semula.
Ya, waktu itu juga tidak dapat memutar umurku kembali dan memori-memori indah.
Waktu yang semakin berkurang untuk hidup di dunia ini.
Allah, hanya 1 yang aku minta padaMu di hari ini, CintaMu dan cinta orang-orang mukmin yang mencintaiku karenaMu.
Atas Nama Cinta dan Kasih Sayangku padaMu
Allah,
Jakarta, 01 Desember 2011
at 08.22 am
Allah, Ijinkan aku bersandar di tembok Iman Mu
23 Nov 2011 Tinggalkan sebuah Komentar
in HikMah, The ReAL StoRy.. Tag:Muhasabah Cinta, My HearT, Rumah Wanita
Aku sadar.., apa yang menjadi milikku bukanlah ketetapan yg menyeluruh. Apa yang menjadi ketetapanku juga bukanlah hak atas milikku..
Allah, hanya Engkaulah yg menjadi ketetapan atas diriku, Yang sudah pasti menjadi milikMu seutuhnya.
Hanya padaMu, aku taat dan hanya padaMu aku berserah diri..
Allah, ambillah aku selalu dalam ketetapanMU, Agar semua yang aku lakukan biarlah ini menjadi ketetapanMu.
Allah, jiwa dan ragaku hanya milikMu. Tak satu kaum pun bisa memilikinya.. Sadarku atas semua ini. Karena suatu kebaikan untukku, Belum tentu itu menjadi kebaikan menurutMu,
Dan kebaikan menurutMu.. Pasti menjadi kebaikkanku.
Dan kebaikanku mungkin bukanlah hal yg baik atas diriku..
Disitulah amalku bertambah, Disitulah aku bisa dekat denganMu
Disitulah aku bisa mengendalikan kesenangan duniawi-ku
Dan disitulah aku bisa menciptakan keindahan diri sejatiku
Bisa memahami sejati murniku, Bisa mensyukuri bahwa aku dapat ‘HIDUP’
Ya, dapat menghidupkan yg mati dalam imanku
Menghidupkan yg semestinya dihidupkan olehMu..
Hidup dalam diri yang sesungguhnya..
Hidup dalam alam akhiratku, bersamaMu…
Ya Ilahii Rabbii, Biarkanlah yang semestinya itu berjalan apa adanya..
Mengalir dalam hulu tak berbatas..
Berjalan dalam aliran sungaiM tak bertepi..
Air Mata
23 Nov 2011 Tinggalkan sebuah Komentar
in HikMah, The ReAL StoRy.. Tag:Muhasabah Cinta, My HearT, My Life, Rumah Wanita
Air mata yang telah jatuh,
Membasahi bumi..
Takkan sanggup menghapus penyesalan,
Penyesalan yang kini ada,
Jadi tak berarti..
Kar’na waktu yang bengis terus pergi..
Menangislah bila harus menangis..
Karena kita semua manusia,
Manusia bisa terluka,
Manusia pasti menangis..
Dan manusia pun bisa mengambil hikmah..
Di balik segala duka,
Tersimpan hikmah..
Yang bisa kita petik pelajaran
Di balik segala suka,
Tersimpan hikmah..
Yang kan mungkin bisa jadi cobaan
“Dan permudahlah bagi kami pintu-pintu karunia-Mu.” [H.R. Ibnu Majah dan Tirmidzi]
Dari Abdullah bin Mas’ud dari Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah memiliki malaikat-malaikat yang berkeliling menyampaikan salam kepadaku dari umatku.” [H.R. Nasa’i dan Hakim]
Fathimah a.s. bercerita: Rasulullah SAWW pernah bertanya kepada para sahabat mengenai wanita apakah dia?
“(Wanita adalah) sebuah rahasia (yang harus dijaga)”, jawab mereka pendek.
“Kapankah ia lebih dekat kepada Tuhannya?”, tanya Rasulullah SAW kembali. Mereka tidak dapat menjawab. Ketika ia (Fathimah a.s.) mendengar hal itu, spontan ia menjawab: “Ketika ia berada di dalam rumahnya”.“Fathimah a.s. adalah penggalan tubuhku”, sabda Rasulullah SAW menimpali.
Segala Sesuatu yang Keluar dari Hati, maka akan Kembali ke Hati
23 Okt 2011 Tinggalkan sebuah Komentar
in HikMah, The ReAL StoRy.. Tag:Muhasabah Cinta, ShoRt StoRy
Semoga dapat diambil hikmahnya, cerita nyata dari seseorang di belahan Indonesia Timur.
Bismillahirrahmanirrahim..
Penyesalan memang selalu datang terlambat pada kehidupan kita, dan penyesalan terkadang hanya memberi duka yang mendalam pada kita, disaat mengenang kembali sejarah silam yang menjadi penyebab penyesalan itu muncul…, demikan yang aku alami saat ini. Duka yang teramat mendalam itu kini masih mendera dalam lubuk hatiku yang paling dalam, saat menyadari bahwa saat ini aku tengah kembali menyendiri, setelah setahun silam orang yang sangat mengasihi aku, orang yang sangat peduli padaku telah dipanggil oleh Allah.
Aku adalah seorang lelaki yang telah membina mahligai rumah tangga bersama seorang wanita sholehah sejak tahun 2004 silam, kuakui, memang pernikahan itu terjadi karena perjodohan yang diinginkan oleh Orang tua kami masing-masing, sebab orang tuaku dan orang tua maryam (Nama istriku,-samaran) adalah memiliki ikatan keluarga, meskipun ikatan itu tidak terlalu dekat, akan tetapi masa kecil mereka hingga dewasa dan menikahnya hampir selalu bersama (Ayahku dan ayahnya maryam berteman sejak kecil) sehingga kesepakatan untuk menjodohkan kami selaku anak-anaknya tak bisa dielakkan lagi. Jujur aku sendiri awalnya tidak begitu respek dengan perjodohan itu, dan ketidak respekan itu bukan tanpa alasan, betapa tidak, pertama usiaku dan maryam terpaut 4 tahun, saat menikah saat itu usia maryam memasuki 28 tahun sementara aku masih berusia 24 tahun. Yang kedua maryam memiliki latar belakang pemahaman agama yang sangat kuat, sementara aku mengenal islam hanya dari kulitnya saja (Islam KTP). Maka dari perbedaan itulah membuat aku jadi tidak respek dengan rencana perjodohan itu, sementara kudengar dari beberapa teman kampusku yang mengenal organisasi dimana maryam bernaung, katanya hampir semua bahkan mungkin semua wanita seperti maryam yang taat dalam memegang syariat islam, memiliki impian bisa menikah dengan lelaki yang memiliki ketaatan yang sama seperti mereka, lelaki sholeh, berjenggot dengan celana diatas mata kaki. Dan aku sendiri yakin saat perjodohan itu direncanakan, ada sejuta protes dihati maryam menyadari bahwa lelaki seperti akulah yang dijodohkan dengannya, tetapi kondisilah yang tidak membuatnya sanggup untuk melawan keinginan orang tuanya, apalagi aku juga sangat mengenal watak orang tua maryam yang keras.
Begitulah.., tak pernah terlintas dalam benak kami berdua bahwa justru berbagai perbedaan itu menyatukan kami berdua dalam sebuah ikatan pernikahan yang suci, dan setuju atau tidak, ikhlas atau tidak akhirnya tahun 2004 itulah awal kebersamaan kami menjalani biduk rumah tangga.
Usai pernikahan tersebut dilaksanakan, terasa ada banyak hal yang lain kurasakan, betapa tidak, aku lelaki yang tidak memiliki bekal pengetahuan agama lantas harus menikah dengan seorang gadis muslimah yang taat pada Allah dan RasulNya, banyak hal berkecamuk dalam benakku, haruskah aku hidup dalam bayang-bayang istriku dan turut ikut arus dengan kehidupannya yang kental dengan agama itu?, atau sebaliknya haruskah aku memaksanya untuk ikut arus dengan kehidupanku yang santai dan apa adanya?, fikiran2 itulah mulai muncul dalam benakku diawal pernikahan kami, dan aku sendiri bingung mau dibawa kemana biduk rumah tangga kami yang dibangun dengan banyak perbedaan ini, jujur, sebenarnya aku melihat dan menyaksikan sendiri bahwa istriku adalah istri yang sangat baik, melayaniku sepenuh hati dalam segala hal, meskipun aku tahu mungkin tidak ada cinta dihatinya untukku, tetapi tak sedikitpun kata-kata protes keluar dari bibirnya. Setiap hari aktifitas ibadahnya pun masih terus berlangsung tanpa sedikitpun mengusik ketenanganku, maksudku, tak sedikitpun dia mengoceh memintaku untuk sholat bila tiba waktu sholat, semuanya berlalu begitu saja. Demikian pula aku sering mendapatinya selalu eksis mendirikan sholat malam dan akupun tak pernah memprotesnya.
Waktu terus berlalu dan tanpa terasa pernikahan kami telah membuahkan hasil, dimana setahun setelahnya lahirlah bayi mungil hasil pernikahan kami, bayi laki-laki yang akhirnya kuberi nama frans meskipun ibunya cenderung memanggilnya ahmad, lucu memang, bila bayi itu berada ditanganku, maka aku memanggil dia dengan sebutan frans, biar keren dan ikut perkembangan zaman (Cara pandangku terhadap nama-nama anak dizaman modern ini), sementara bila sikecil mungil itu berada dalam buaian maryam, maka namanya berubah menjadi ahmad, pernah bebrapa kali aku menegurnya: ‘Hei.., dizaman semodern ini koq masih pakai nama ahmad sih..yang keren dikit dong, seperti nama yang sudah kukasi padanya “FRANS”, supaya gak malu-maluin.., zaman modern koq masih pakai nama ahmad, apa kata dunia…’ itulah celotehku setiap kali mendengar istriku memanggil frans sikecil jagoanku dengan sebutan ahmad. Tetapi tak ada sedikitpun maryam menanggapi celotehku, dan semua berlalu begitu saja.
Jujur, ada satu hal yang paling membuat aku jengkel dari istriku, ditengah aktifitas kantorku yang padat, dari dulu sampai memasuki setahun pernikahan kami pasti setiap hari selasa dia selalu meminta diantarkan kerumah Gurunya (Murobbiyah-), katanya tarbiyah, dan pasti setiap hari selasa itu pertengkaran pun sering terjadi, betapa tidak, aku yang sibuk dengan pekerjaan kantor harus menerima telepon dan sms darinya meminta diantarkan kerumah gurunya itu, dan kalau telepon dan sms2nya gak dibalas pasti akan disusul dengan telepon dan sms susulan “Abi, tolong antarkan ummi ngaji dong, tinggal sejam lagi ngaji akan dimulai” begitu gambaran smsnya padaku menjelang waktu ngaji nya dimulai, dan selalu dikirimnya dengan sms susulan yang bunyinya tambah memelas penuh pengharapan, dan akhirnya membuatku mau tidak mau harus pulang kerumah dan mengantarnya ketempat ngaji nya, pokoknya sejak saat itulah setiap hari selalsa pasti masalah yang timbul itu2 saja, dan aku sangat jengkel sekali bila haru pulang rumah dari kantor hanya untuk mengantar dan menjemputnya lagi. Jadinya sebelum mengantar dan menjemputnya pasti selalu diawali dengan pertengkaran kecil. aku sendiri sudah pernah memperingatnya untuk berhenti menekuni ngaji nya itu, tetapi disetiap permintaan itu kulontarkan, pasti air matanya akan mengucur deras sambil berujar “abi, maafkan ummi, bukannya ummi tidak mentaati perintah abi, tapi ummi mohon jangan putuskan tarbiyah ummi, sebab bila itu terjadi, pasti hati ummi akan terasa gersang karenanya, sebab dari waktu sepekan, hanya ada satu hari ummi berkumpul dengan teman-teman ummi dan membicakan kondisi ummat saat ini serta hal-hal lain yang bisa membuat ummi merasa damai dalam menjalani hidup ini”
Hmm.., jujur mendengar permintaannya yang memelas itu sedikit membuatku tergugah dan sedikit penasaran, apa sih tarbiyah itu?, koq istriku selalu memberi alasan bahwa hatinya akan selalu tenang dan damai kalau ikut tarbiyah, maksudnya apa sih, gak faham deh…’ ujarku dalam hati. Dan hal lain yang membuatku tidak suka adalah panggilan sayangnya padaku “Abi”, huhhggg..apa gak ada panggilan yang lebih keren apa??, papi kek, kang mas kek, koq panggil Abi…, pernah beberapa kali saat tamuku dari kantor datang kerumah kupanggil dia dengan sebutan mami saat aku minta dibuatkan minuman, tetapi malah di jawabnya iya abi, huuhhgg jengkelnya aku saat itu, entahlah, mungkin karena sudah terbiasa jadinya dia selalu keceplosan, padahal sudah ada kesepakatan sebelumnya bahwa panggilan abi dan ummi itu kuizinkan diberlakukan saat berdua saja, selebihnya harus komitmen dengan panggila papi dan mami, tetapi dasar dikarenakan apa, selalu saja dia lupa dengan kesepakatan itu.
Kuakui bahwa istriku begitu baik padaku, bahkan dimataku hampir-hampir tak ada cacat dan celahnya kebaktiannya padaku, dari sisi biologis aku selalu dipenuhi, keperluan hariankupun tak sedikitpun terlalaikan olehnya, tetapi yang membuat aku sangat jengkel aktifitas dakwahnya masih terus jalan, bahkan teman-temannya selalu datang kerumah
untuk menimba ilmu darinya, katanya Mutarrobbinya, jujur aku sebenarnya gak masalah bila ada yang datang bertamu kerumah, tetapi kalau sudah ditentukan hari yang rutin kemudian dengan jumlah tamu yang berpakaian sama dengan jumlah yang tidak sedikit, apa nantinya tanggapan para tetangga, dan hal itupun menjadikan pertengkaran kecil diantara kami.
“Mi, aku malas jadi bahan omongan orang, katanya kita memelihara aliran sesatlah, aliran yang tidak jelaslah, bisa nggak sih untuk yang satu ini mami ikuti permintaan papi, tolong.., jangan bawa teman2 mami itu kerumah.., apalagi mereka ngumpul hampir setiap pekan sekali…” celotehku disuatu hari.
“Astagfirullah abi, mengapa abi mempersoalkan pandangan tetangga ketimbang pandangan Allah, insya Allah dalam rutinitas trabiyah ummi ini tidak sedikitpun kaitannya dengan aliran sesat atau apalah yang mereka tuduhkan, semua ini hanyalah pengajian biasa yang hanya memperdalam hafalan al-qur’an dan hadist dan mengevaluasi diri-diri kita melalui majelis ilmu seperti ini, tidak lebih abi..demi Allah…”
“Hahh.., pokoknya papi tidak setuju, apapun alasannya…, kalau mami mau menghidupkan majelis-majelis ilmu seperti yang mami bilang itu, maka silahkan cari tempat lain, jangan dirumah ini…”ujarku lagi
“Tapi abi.., kalau ummi mencari tempat lain itu artinya akan menjadi 2 hari dalam sepekan ummi keluar rumah, dan itu artinya akan menyita waktu abi untuk antar-jemput ummi, bukankah abi tidak suka direpotkan..?, ummi mohon sama abi.., mohon diizinkan.., semoga dengan berlalunya waktu para tetangga perlahan-lahan akan faham, dan insya Allah ummi pula akan bersilaturahim kerumah ibu-ibu tetangga untuk bersosialisasi dengan mereka tentang hal ini, insya Allah mereka faham dan akan balik mendukung majelis ini, ummi hanya memohon dukungan abi..”
“hah..terserah mami saja deh..pokoknya papi tidak akan ikut campur bila ada para tetangga yang mengamuk gara-gara masalah ini.., dan kalaupun itu terjadi, silahkan mami sendiri yang berurusan dengan mereka..!!” celotehku sambil berlalu meninggalkan istriku yang tertunduk diam, kudengar suara paraunya berujar “Insya Allah abi..”
Perjalan waktu semakin membawa pernikahan kami pada usia yang lebih dewasa, dan Alhamdulillah ditahun ke 3 pernikahan kami, lahir lagi bayi mungil kecil dari rahim istriku, bayi mungil berjenis kelami perempuan itu kuberi nama Jesica (agar lebih keren), meskipun seperti halnya frans, istriku memberi nama lain jesica dengan panggilan fatimah, aduhh…kuno bangett..ujarku dalam hati mendengar panggilan fatimah dari mulut istriku saat menggendong jesica. Dan begitulah, terasa aneh memang, persatuan kami dalam sebuah ikatan pernikahan tidak lantas membuat kami bersatu dalam hal-hal yang prinsip, termasuk pada pemberian nama putra-putri kami, jadilah 2 nama sekaligus disandang oleh Putra-putri kami, FRANS dan JESICA sapaan akrabku untuk kedua permata hatiku, sementara AHMAD dan FATIMAH sapaan akrab ibunya untuk keduanya, terasa aneh memang tetapi itulah yang telah terjadi dalam pernikahanku, tidak hanya itu saja, dalam panggilan aku dan istrikupun sering ada perbedaan yang kontras diantara kami, aku terbiasa menggunakaan sapaan PAPI dan MAMI untuk kami berdua, sementara istriku terbiasa dengan gelar ABI dan UMMI, pokoknya aneh banget kalau di bayangkan, tetapi itu realita.
Suatu hari terjadi pertengkaran hebat antara aku dan maryam, seperti biasa masalahnya adalah mengantarnya ketempat tarbiyahnya, saking jengkelnya karena sudah kuperingati agar berhenti dari aktifitas itu, akhirnya aku tidak menggubris permintaannya, kumarahi dia dengan kemarahan yang luar biasa marahnya menanggapi permintaan itu, bahkan kepadanya kulontarkan makian tak layak dilontarkan karena saking ngototnya istriku meminta diantarkan ketempat tarbiyahnya. “dasar istri durhaka, ditaru dimana ilmu yang kau pelajari hah sampai-sampai begitu kerasnya membatah keinginan suami?, atau memang kau mau cari-cari alasan ya supaya papi murka dan naik pitam?, bukankah papi sudah ingatkan kalau masalah mengantar saja yang selalu jadi soal, maka berhenti…, apa susahnya sih?, tapi kalau mami mau ngotot ikut tarbiyah itu lagi, silahkan.., jalan sendiri dan pulang kerumah juga sendiri, amankan..?, jujur sebenarnya papi dari dulu tidak rspek dengan aktifitasmu ini, tapi karena setiap kali kau memohon dengan tetean air mata maka papipun mengizinkannya, tapi kalau begini caranya kayaknya papi sudah tidak respek lagi deh, jadi untuk kali ini mami dengarkan papi ‘TOLONG BERHENTI IKUT TARBIYAH itu, titik..!!!” ujarku dengan kemarahan yang sudah memuncak sampai keubun, hingga akhirnya dia melontarkan kata-kata yang membuatku sedikit terdiam tak berkutik.
“Abi, andai tidak menjaga kehormatanku sebagai seorang istri yang tak pantas keluar rumah tanpa mahrom, maka mungkin ummi tidak akan pernah memelas seperti ini pada abi, dan mungkin ummi sudah keluyuran sendiri sesuka hati ummi layaknya wanita-wanita lain yang kelayapan sesuka hati mereka mesti tanpa sepengtahuan suami-suami mereka, ummi hanya ingin, agar kemurkaan Allah tidak menimpa ummi mana kala ummi harus bepergian tanpa mahrom, padahal ummi telah memiliki mahrom, apalagi kantor abi sangat dekat dengan rumah kita dan waktu tarbiyah ummipun selama ini bertepatan dengan waktu istirahat kantor abi, apa ummi salah bila ummi meminta sedikit waktunya abi untuk sekedar mengantar ummi ketempat tarbiyah. Maafkan ummi bila sudah membuat abi marah, hukum ummi bila salah..cambuk ummi bila ummi khilaf.., tapi sekali lagi semua ini ummi lakukan untuk menjaga kehormatan ummi sebagai seorang istri, terus terang ummi sering merasa cemburu dengan teman-teman tarbiyah ummi, ummi cemburu melihat keahagiaaan mereka yang begitu datang tarbiyah diantar oleh suami-suami mereka dengan penuh cinta, dikecup sebelum mereka berpisah, dan dijemput lagi dengan penuh kesabaran meskipun suami-suami mereka jauh lebih sibuk dari abi. Bahkan ummi sangat cemburu melihat salah seorang teman ummi yang rumahnya tidak jauh dari tempat tarbiyahnya, tetapi suaminya tak sedikitpun membiarkan istrinya keluar rumah tanpa didampinginya lalu ditinggalkalah pekerjaannya hanya untuk mengantar istrinya ketempat tarbiyah yang sebetulnya tak jauh dari rumahnya, sekali lagi maafkan ummi abi…” jawab istriku dengan deraian air mata, mendengar semua itu hatiku sedikit tersentuh, ada semacam kaeharuan mengalir dari dalam hatiku, akan tetapi buru-buru perasaan itu kutepis dan berlalu meninggalkannya.
Hingga suatu hari ketika usia pernikahan kami memasuki tahun ke lima, terjadi kejadian tragis pada istriku, sebuah kejadian yang membuat mata hatiku terbuka dan menyadari kekhilafanku selama ini, yah, suatu hari istriku meminta diantarkan tarbiyah dan dengan hati yang menggerutu aku mengantarnya ketempat tarbiyahnya, tetapi sebelumnya aku sudah ingatkan dia agar setelahnya dia naik angkot sendiri untuk pulang kerumah, pada hari itu aku sebetulnya tidak sedang banyak kerjaan, bahkan saat itu aku sedang santai dirumah bersama kedua permata hatiku yang memang hari itu aku minta pada istriku untuk meninggalkan mereka dirumah bersama ibuku (nenek dari anak-anakku), hingga beberapa waktu kemudian datang sebuah sms di hpku, ya, sebuah sms dari istriku yang berbunyi “Assalamu ‘alaikum, afwan abi, alhamdulillah ummi sudah selesai tarbiyah, bisa jemput ummi sekarang??” begitulah isi sms dari istriku yang hanya akubaca saja lalu kuletakkan kembali hpku.
Beberapa menit kemudian masuk lagi sms darinya dengan bunyi “afwan abi, semua teman-teman ummi sudah dijemput suami-suaminya, tinggal ummi sendiri disini, tuan rumahnya mau keluar sekelurga (maksudnya murobbiyahnya sekeluarga), sementara waktu mau maghrib, tolong jemput ummi ya..?” isi sms itu lagi, tapi lagi-lagi sms itu hanya kubaca dan kuletakkan kembali hpku di meja TV, beberapa kali kudengar hpku berdering dan aku berfikir bahwa itu telepon dari istriku, hingga sms terakhir darinya kembali masuk ke hpku “afwan abi, abi sakit ya, ya udah kalau gitu, ummi mohon izin naik angkot aja, doakan ummi semoga sampai dengan selamat kerumah ya, uhibbuka fillah” isi sms istriku yang ke tiga kalinya, hatiku lega saat membaca sms itu, dan itu artinya aku tak perlu lagi menjemputnya, aku sendiri berharap bahwa ini adalah awal yang baik baginya, supaya kedepannya dia bisa mandiri dan berangkat sendiri ke tempat tarbiyahnya sendiri.
Malam semakin larut namun istriku tak kunjung tiba kerumah, padahal prediksiku dua jam yang lalu seharunya dia tiba dirumah, tapi kok hingga 2 jam berlalu dia tak kunjung tiba, ada apa gerangan??, apa dia tidak tahu jalan pulang?, aduh gimana nih..? ujarku dalam cemas, beberapa kali aku hubungi nomor hpnya tapi tidak dijawab-jawab dan itu membuat aku lebih bertambah cemas, ditambah lagi dengan frans yang mulai rewel karena mungkin rindu dengan ibunya, sebab memang hari ini adalah hari pertama ibunya tarbiyah tannpa mengajak frans dan jesica, ada apa dengan maryam ya.., ya Allah ada apa dengan istriku?, ujarku semakin cemas, dan entah mengapa mala itu perasaanku sedikit berbeda dari biasanya, aku merasakan seperti sangat mencinta istriku dan begitu takut kehilangnnya, bahkan aku merasa bahwa hari itu entah mengapa rasa rinduku tiba-tiba mulai menyelinap dalam bathinku, ada apa ini. hingga beberapa jam kemudian hpku berdering dan Alhamdulillah ternyata nomor istriku menelpon, hatiku sangat girang saat itu, dengan buru-buru kuangkat teleponnya “hallo..,mami dimana..?, koq belum nyampe-nyampe?” tanyaku dengan nada cemas, tetapi alangkah kagetnya aku ketika kudengar bukan suaranya yang menjawab melainkan suara seorang wanita yang sangat asing ditelingaku.
“maaf pak, hp ini milik istri bapak ya?, begini pak, tadi sore sekita 3 jam yang lalu istri bapak menalami kecelakaan, beliau di tabrak mobil saat keluar dari mesjid dan tubuhnya menghatam tembok pagar mesjid, sepertinya beliau lagi nunggu angkot dan singgah sebentar untuk sholat magrib dimesjid, mobil yang menabraknya sudah melarikan istri bapak kerumah sakit terdekat tetapi ditengah perjalanan karena banyaknya darah yang keluar istri bapak meninggal dunia, sekarang istri bapak di RS FULAN tepatnya dikamar jenazah, mohon bapak segera datang” jawab wanita itu terbata memberikan keterangan atas kondisi istriku, dengan sedikit gemetar seakan tak percaya tiba-tiba HP yang ada dalam genggamanku terlepas dan terjuntal kelantai, air mataku tiba-tiba turun dengan deras dari kelopak mataku, sedih.., menyesal atas semua tindakanku selama ini padanya, dan dengan masih perasaan tak percaya aku segera bergegas menuju RS yang telah ditunjukan padaku, bergegas aku kekamar zenajah mengikuti arahan salah seorang petugas jaga, dan Subhanallah, kusaksikan dengan mata kepalaku sendiri tubuh istriku yang terbaring kaku bersimbah darah, ditubuhnya masih lengkap dengan pakaian syar’i, menurut salah seorang wanita yang berdiri tak jauh dari ranjang dimana istriku dibaringkan (Wanita yg menelpon aku dan mengabarkan istriku kecelakaan), menurutnya mereka dan tim medis sengaja tidak membuka pakaian yg dikenakan wanita itu atas permintaannya saat sekarat manakala dilarikan ke RS, beliau meminta agar jangan sampai ada lelaki yang menyentuhnya dan membuka auratnya sampai keluarganya datang menjemputnya, wanita tersebut menuturkan dengan deraian air mata, menurutnya lagi saat sekarat takan ada sedikitpun tanda-tanda kesakitan pada wajah istriku, bahkan hingga nyawanya berpisah dari raganya.
Ya Allah, betapa mulianya hati istriku, hingga dalam keadaan sekaratpun dia masih meminta agar kehormatannya tetap dijaga, perlahan bayangan masa lalu kami kembali terpampang dalam benakku, betapa istriku takut bepergian sendiri tanpa ada mahrom, bahwa betapa kuatnya dia menjaga kehormatannya sebagai seorang muslimah, tetapi aku telah lalai dari menjaganya, ya Allah ampuni aku…, ampuni aku…, terlalu banyak dosa yang telah kuperbuat selama hidupku. Hingga saat ini kesedihan itu masih terus menggerogoti perasaanku, meskipun sebuah kesyukuran sendiri buatku sebab setelahnya Hidayah itu menyapaku. Tetapi sungguh, hanya Allah yang tahu isi hati ini, bahwa hingga hari ini aku belum bisa melupakannya dan memafkan diriku sendiri, apalagi mengingat betapa mulianya hati istriku, jujur selama pernikahan kami, tak pernah satupun dia kuberikan uang gajiku, bahkan dia tidak tahu berapa penghasilanku setiap bulannya, subhanallah, begitu sabarnya dia padaku, dan yang lebih membuatku sangat bersedih lagi adalah tak pernah satu kalipun selama pernikahan kami aku membelikannya pakaian yang syar’i, seingatku pakaian muslimah syar’i yang dipakainya selama menikah denganku adalah pakaian yang memang telah dimilikinya sebelum menikah denganku dan lagi-lagi dia tidak pernah mengeluh padaku, kudapati pula jilbab yang dipakainya saat kecelakaan itu telah sobek dibagian punggungnya, dan dari sobekan itu sudah ada jahitan-jahitan sebelumnya yang telah lapuk, andai saja dia tidak memakai jilbab besar, mungkin sobekan itu akan terlihat jelas. dan hal lain yang mebuat aku semakin pilu adalah dokter memberikan keterangan bahwa ada janin yang diperkirakan berusia 6 pekan dalam kandungan istriku, Yaa Allah ampuni aku…ampuni aku ya Allah..kasihan istriku..betapa sabarnya dia menghadapiku selama ini.
Alhamdulillah saat ini aku telah aktif tarbiyah, andai istriku masih ada, pasti dia akan bahagia melihat aku saat ini yang Alhamdulillah telah tersentuh oleh hidayah-Nya, tetapi sayang dia telah tiada, yang tersisa hanyalah kenangannya dan juga Ahmad dan Fatimah. Duhai mujahidaku tersayang, maafkan abi yang telah melalaikanmu.. Abi tahu berlarut-larut dalam kesedihan ini tak baik.., tetapi kesedihan ini entah mengapa tak pernah lekang dari perasaan abi.. Abi janji pada ummi, akan menjaga Ahmad dan Fatimah, mujahid dan mujahidah kitatercinta…, insya Allah mereka akan tumbuh dengan akhlak seperti umminya atau mungkin lebih dari abi dan umminya..
Selamat jalan wahai mujahidahku tersayang, semoga Allah menerima semua amal ibadahmu dan menempatkanmu di Jannahnya yang tertinggi…Aamiin
HERO
23 Okt 2011 Tinggalkan sebuah Komentar
in LyRic.. Tag:SoNg LyriC
There’s a hero if you look inside your heart
You don’t have to be afraid of what you are
There’s an answer if you reach into your soul
And the sorrow that you know will melt away
R: And then a hero comes along
With the strength to carry on
And you cast your fears aside
And you know you can survive
So when you feel like hope is gone
Look inside you and be strong
And then you’ll finally see the truth
That a hero lies in you
It’s a long road when you face the world alone
No one reaches out a hand for you to hold
You can find love if you search within your self
And the empitiness you felt will disappear
Back to R
# Lord knows dreams are hard to follow
But don’t let anyone tear them away
Hold on, there will be tomorrow
In time you’ll find the way
Back to R
Palestine, emang Gue Pikirin?
23 Okt 2011 Tinggalkan sebuah Komentar
in The ReAL StoRy.. Tag:BooKs...InsPiratioN.., PaLeSTiNe
Judul : Palestine, Emang Gue Pikirin?
Penulis : Shofwan Al-Banna
Penerbit : Proumedia – Yogyakarta.
Cetakan ke : II
Tahun Terbit : September 2006
Tebal Buku : xii + 308 halaman
dakwatuna.com – Konflik Palestina-Israel, hingga kini belum berujung. Konflik yang bermula sejak berdirinya Negara (tidak sah) bernama Israel di tanah Palestina pada 14 Mei 1948 itu sampai kini belum berakhir. Bahkan, Sidang Umum tahunan PBB September lalu, seakan tak bermakna apa-apa bagi Palestina. Israel berhasil melobi Amerika sehingga Negeri Paman Sam itu menggunakan hak vetonya. Dan hingga kini, Palestina yang kita cintai tetap berada dalam cengkeraman Zionis Israel yang tidak tahu diri.
Berbagai makar dilakukan oleh kaum Zionis ini. Mereka menghalalkan bermacam cara demi ambisi mereka : menduduki Palestina dan mengubahnya menjadi Israel. Mereka berdalih beraneka rupa, mulai dalih agama sampai dalih sejarah. Mereka mengklaim bahwa Palestina adalah tanah yang dijanjikan oleh dewa-dewa mereka. Dalam segi sejarah, mereka mengatakan bahwa di Palestina terdapat peninggalan-peninggalan sejarah milik nenek moyang mereka yang berarti bahwa dahulu Zionis Israel pernah tinggal dan menetap di bumi Palestina.
Secara fakta, semuanya bohong. Kedua dalih tersebut hanyalah isapan jempol yang tidak terbukti. Ya. Israel kehabisan cara karena hampir semua negara pernah menolak keberadaan warga zionis untuk tinggal di dalamnya. Mulai dari Italia, Spanyol, Jerman, Rusia, bahkan Amerika, pada zaman dahulu pernah mengusir bangsa kera ini. Hal ini terjadi karena sikap Zionis Israel yang selalu merasa super. Mereka mengklaim bahwa mereka adalah kaum terbaik. Sehingga, mereka merasa layak menghuni bumi ini sendirian. Sedangkan selain mereka, tidaklah layak menghuni bumi ini. Ya. Mereka menghendaki ‘hengkangnya’ kita dari bumi ini. Dalam kamus mereka : Bumi ini hanya milik golongan kami.
Adalah wajar bagi Bangsa Palestina untuk membela diri. Bagaimanapun, penjajahan haruslah dihapuskan. Maka perlawanan demi perlawanan digalakkan oleh warga Palestina untuk mengusir Zionis dari tanah suci mereka. Mulai dari perang dengan bersenjatakan batu (intifadhah ), dengan bom Molotov, bom mobil, hingga jalur diplomasi tidak luput dilakukan oleh warga Palestina dan pemerintahan Palestina yang mendambakan kemerdekaan. Meskipun, hingga kini belum berhasil. Palestina tetap dalam cengkeraman penjajahan zionis yang keji.
Mereka melakukan berbagai cara pembantaian dan pembunuhan terhadap warga Palestina. Di manapaun dan kapan pun. Mulai dari pembantaian massal, meratakan sebuah perkampungan dengan tanah untuk kemudian dibangun pemukiman yahudi, membunuh warga yang tengah khusyu’ melakukan shalat subuh, sampai para pengungsi pun dibasmi, termasuk di dalamnya bayi dalam kandungan, anak-anak balita yang tak berdosa, pelajar, kaum ibu-ibu, pun para jompo, semuanya dibasmi oleh Zionis jika label mereka ‘Warga Palestina’.
Dunia Islam pun diam. Mereka tidak bisa berkutik. Hanya mengecam dan mengancam. Belum ada upaya pasti dari pemimpin negeri mayoritas muslim untuk membantu Palestina secara sungguh-sungguh.
Apalagi dunia internasional. PBB dan Amerika sengaja diam. Karena mereka termasuk dalang di balik perang ini. Lihat saja sebuah statistik, Amerika secara rutin mengguyurkan dananya sebesar 620an juta dolar per tahun kepada Israel untuk memerangi warga Palestina. Belum lagi dana terselubung dari penjualan produk-produk Zionis dan Amerika yang bertebaran di seluruh penjuru dunia.
Dukungan Amerika terhadap yahudi adalah keniscayaan. Karena kejayaan (semu) mereka adalah hasil dari sokongan warga-warga Zionis Yahudi di balik layar. Ya, singkatnya : Dunia berada dalam cengkeraman keji Zionis Yahudi. Na’udzubillah.
Meski diteror dengan beraneka rupa pembantaian dan pembunuhan, warga Palestina tidaklah menyerah. Bahkan, mereka merasa bangga ketika bisa syahid saat melawan penjajah zionis. Mereka yakin bahwa kematian mereka adalah sarana untuk menebus surga yang Allah janjikan kepada siapa saja yang berjihad di jalan Allah. Warga Palestina, dengan segala keterbatasannya membuat kita belajar tentang makna pengorbanan yang sesungguhnya. Berkorban atas nama bangsa, berkorban atas nama agama Islam, meski dengan nyawa yang mereka miliki.
Paparan di atas adalah sekilas mengenai konflik Palestina-Israel yang belum juga berujung. Paparan ini, bisa pembaca lihat lebih lanjut dalam buku bertajuk “ Palestina Emang Gue Pikirin.” Buku yang ditulis dua jilid ( side A dan side B ) dalam satu buku ( bolak balik ) terbitan Proumedia- Yogyakarta – merupakan sebuah buku yang sangat disayangkan untuk dilewatkan oleh siapa pun yang merasa peduli dengan saudaranya. Entah saudara sesama muslim, pun saudara sesama umat manusia. Pasalnya, pembantaian Zionis terhadap warga Palestina tidak berhenti pada pembunuhan warga muslim, melainkan juga warga nasrani. Bangunan yang diratakan dengan tanah pun, bukan hanya masjid melainkan juga gereja. Zionis, bukan hanya musuh Islam. Mereka adalah mush kemanusiaan.
Yang membuat menarik dari buku ini adalah kemasan yang ‘ciamik’. Sajian dengan bahasa gaul, bentuknya yang sedang dan covernya yang ‘jihadi’ membuat buku ini tidak kehilangan makna ilmiahnya karena dilengkapi dengan data-data akurat seputar kebengisan Zionis.
Pembaca akan juga mendapatkan sebuah gambaran lengkap terkait sejarah Palestina dari awal. Termasuk jenis-jenis perlawanan rakyat Palestina, hingga sejarah para Penyelamat Palestina seperti Umar bin Khattab dan legendaris Shalahuddin Al Ayyubi. Pembaca juga akan disajikan sebuah suguhan bergelora tentang syahidnya para Pejuang Palestina. Sebut saja Imaduddin Zanki, Imad Aqil, Syeikh Izzudin Al Qosam, Sang Insinyur Yahya Ayyash, hingga siswi SMA bernama Akhyat Akhras yang mengorbankan nyawanya demi Palestina, sementara calon suaminya sudah menunggunya di hari perkawinan keduanya. Serta pejuang-pejuang lain yang bangga ketika peluru Zionis berhasil bersarang dan melukai tubuh-tubuh mereka.
Buku ini juga menyajikan bermacam pembantaian yang dilakukan oleh Zionis, hingga produk-produk Amerika yang terbiasa dikonsumsi oleh umat Islam Indonesia yang muaranya adalah dana perang untuk Israel melawan Palestina. Buku ini benar-benar membuka cakrawala berpikir kita sehingga kita tidak mudah mengekori opini publik yang cenderung ‘kontra’ Palestina dan Islam.
Dalam buku ini, diterangkan pula perbedaan antara Zionis sebagai Ideologi, Israel sebagai sebuah negara ( tidak syah ) dan Yahudi sebagai induk dari keduanya. Karena kebanyakan kita tidak tahu dan menyamakan ketiganya. Padahal, ketiganya serupa, tapi tidaklah sama.
Bagian akhir dari buku ini merupakan sebuah langkah pasti yang tidak hanya bicara. Penulis – Shofwan Al Banna – benar- benar mengajak kita untuk tidak hanya berpangku tangan. Agar kita tidak hanya diam, apalagi sekedar bertepuk tangan ketika melihat saudara-saudara kita dihujani peluru dan bom. Lebih jauh, penulis benar-benar menyajikan langkah-langkah pasti bagi kita untuk memberikan apa yang kita punya demi tegaknya Palestina Merdeka. Ada langkah-langkah praktis seperti Persiapan diri, Penyebaran informasi, Mendukung ormas Pro Palestina, hingga sumbangan dan darah demi tegaknya Al Aqsha dan Palestina dalam naungan keadilan Islam.
Akhirnya, buku ini sangatlah disayangkan jika tidak di baca oleh siapa saja yang merasa peduli Al Aqsha, Palestina, Islam dan Dunia. Karena Dunia ini, nampak lebih indah tanpa adanya Zionis yang keji.
Sebagi sebuah karya tulis, tentunya buku ini tidaklah luput dari kekurangan. Kekurangan pertama adalah kurang tebalnya buku ini, sehingga pembaca merasa kurang puas untuk menelusuri lebih jauh tentang kelanjutan konflik yang tak kunjung usai ini. Jika saja ditulis buku kedua, bisa jadi akan lebih seru dan komprehensif. Kekurangan kedua, pada buku ini ada beberapa cetakan yang perekatnya kurang lekat, sehingga halamannya berguguran ketika dibalik menuju halaman berikutnya. Jika yang berguguran adalah tentara Zionis, tentunya itu yang kita harapkan.
Akhir kata, saya sangat menikmati buku ini karena paduan antara keilmiahan dan kekocakan Penulisnya. Salah satu contohnya adalah sebuah pertanyaan retoris dalam buku ini. Ketika penulis bertanya, “ Mengapa Israel Berdiri?” tentunya, kita akan mengkreasi beraneka jawab untuk menjawab pertanyaan tersebut. Tapi dengan kecerdasan penulis, ia menjawab santai, “ Israel berdiri bukan karena bisulan atau karena tidak kebagian tempat duduk …. Hehehehe.”
Selamat membaca, semoga berkah.
Sumber: http://www.dakwatuna.com/2011/10/15628/palestine-emang-gue-pikirin/#ixzz1bbBtAvZz





























